PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: emas

Bestprofit Malang | Jelang Pertemuan The Fed, Harga Emas

Bestprofit

Bestprofit Malang (19/9) – Harga emas turun 1 persen pada perdagangan Senin dan menyentuh level terendah dalam dua pekan karena penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan imbal hasil surat utang AS. Penguatan dolar AS dan imbal hasil ini jelang pertemuan Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed).

Selain itu, Wall Street yang mencetak rekor tertinggi dan meredanya ketegangan di Semenanjung Korea juga membuat pelaku pasar melepas aset-aset safe haven yang sebelumnya mereka genggam.

Mengutip Reuters, Selasa (19/9/2017), harga emas di pasar spot turun 1,04 persen ke level US$ 1.305,46 per punce pada pukul 2.05 siang di London. Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember yang merupakan kontrak paling aktif ditutup turun US$ 14,40 atau 1,09 persen menjadi US$ 1.310,8 per ounce.

Harga perak di pasar spot juga turun 2,63 persen ke US$ 17,117 per ounce. Sementara platinum turun 0,99 persen menjadi US$ 954,5 per ounce dan palladium naik 1,42 persen ke US$ 936,1 per ounce.

Pada 8 September lalu, harga emas sempat menyentuh level tertinggi dalam 13 bulan di level US$ 1.357,54 per ounce. Hal tersebut karena pelaku pasar mengambil posisi aman atau memborong aset-aset safe haven karena adanya ketegangan geopolitik di semenanjung Korea dan adanya hantaman Badai Harvey dan Irma di AS.

“Ada banyak spekulasi di emas pada waktu itu, tapi tampaknya sekarang sudah mulai surut,” jelas analis Commerzbank Carsten Fritsch. Saat ini, pelaku pasar sedang menghitung kemungkinan Bank Sentral AS menaikkan suku bunga.

Para pejabat the Fed bertemu pada Selasa dan Rabu waktu setempat. Investor memperkirakan Fed akan mengumumkan rencana pemangkasan neraca keuangan yang seharusnya mendorong penguatan dolar AS dan menekan harga emas.

“Emas tidak lagi mendapat angin saat ini. Logam mulia tersebut kemungkinan akan tertekan,” jelas analis INTL FCStone Edward Meir.

Sumber : Liputan6

PT Bestprofit Malang | The Fed dan Aksi Korea Utara Bayangi

PT bestprofit

PT Bestprofit Malang (4/9) – Harga emas berpotensi menguat selama sepekan. Akan tetapi, pergerakan harga emas masuk area jenuh beli dapat mendorong harga emas tertekan meski terbatas.

Analis melihat harga emas ditransaksikan di atas US$ 1.300 pada pekan lalu dapat mendorong harga emas kembali menguat. Namun, harga emas masuk area jenuh beli sehingga diperkirakan ada tekanan. Namun terbatas lantaran dipengaruhi sejumlah sentimen.

“Risiko politik baik Korea Utara dan limit utang Amerika Serikat serta data tenaga kerja sektor non pertanian membuat dolar Amerika Serikat masih tertekan,” ujar Chief Market Strategist CMC Markets Colin Cieszynski, seperti dikutip dari laman Kitco, Senin (4/9/2017).

Ia menuturkan, harga emas akan bergerak di kisaran US$ 1.300-US$ 1.330 dalam jangka pendek. “Ada potensi reli, tapi secara teknikal sudah jenuh beli,” ujar dia.

Pada pekan ini selain isu politik, kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve menjadi fokus pasar. Hal ini mengingat usai data tenaga kerja non pertanian hanya bertambah 156 ribu pada Agustus dari perkiraan ekonom sekitar 180 ribu. Angka pengangguran juga naik menjadi 4,4 persen. Selain itu, pertumbuhan upah juga stagnan. pt bestprofit

Merespons data ekonomi tersebut, harga emas pun naik ke level tertinggi dalam 11 bulan di kisaran US$ 1.334. Kemudian harga emas ditransaksikan di kisaran US$ 1.329,40 pada Jumat waktu setempat.

Ekonom CIBC Capital Markets Avery Shenfeld menuturkan, the Federal Reserve perlu melihat data inflasi naik sebelum melanjutkan kenaikan suku bunga. Namun data upah Agustus belum dapat berkontribusi.

Hal senada dikatakan Bart Melek, Kepala Riset TD Securities. Ia melihat bank sentral AS belum akan kembali menaikkan suku bunga hingga akhir tahun. “Bank sentral AS tampaknya tidak agresif apalagi usai data ekonomi di bawah harapan,” kata dia.
Harga Emas Bakal Bertahan di Level US$ 1.300

Kepala Riset London Capital Group LCG Jasper Lawler menuturkan, data tenaga kerja AS merupakan faktor utama untuk pergerakan harga emas pada pekan ini. Selain itu, faktor penting yang dicermati pasar yaitu dampak Badai Harvey. Ini juga dapat membuat pelonggaran kebijakan moneter.

“Dampak Badai Harvey akan membuat banyak penduduk kehilangan pekerjaan di Texas dan aktivitas data ekonomi. The Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada Desember tetapi kita dapat data jelek. Pasar akan revisi harapan kenaikan suku bunga,” tambah dia. pt bestprofit

Cieszynski menambahkan, pasar juga akan fokus terhadap anggaran pemerintah dan dampak Badai Harvey. “Badai Harvey berdampak ke pembicaraan anggaran. Bencana alam dapat memecahkan perdebatan batas utang,” ujar dia.

Selain itu, sejumlah pejabat the Federal Reserve juga akan memberikan pernyataan. Menurut Cieszynski, pernyataan pejabat the Federal Reserve akan pengaruhi dolar AS dan harga emas.

Sedangkan data ekonomi AS yang menjadi perhatian yaitu indeks PMI Services dan ISM non manufaktur.

Analis prediksi harga emas tidak akan turun di bawah US$ 1.300 pada pekan ini. Harga emas akan bergerak di kisaran US$ 1.300-US$1.330.

“Jika harga emas tidak dapat ditutup di kisaran US$ 1.325 pada pekan ini, diharapkan level support di kisaran US$ 1.308. Level US$ 1.300 merupakan level penting,” ujar Lawler. pt bestprofit

Sumber : Liputan6

Harga Emas Bakal Merangkak Naik | Best Profit Malang

PT bestprofit

Best Profit Malang (28/8) – Banyak analis dan ekonom memperkirakan pertemuan para gubernur bank sentral di Wyoming, AS, akan sangat mempengaruhi harga emas. Namun kenyataannya tidak sama sekali. Harga emas masih mampu bertahan.

Dalam Sepekan terakhir atau jelang pertemuan, harga emas terus terombang-ambing dengan kecenderungan tertekan. Banyak analis dan ekonom menyatakan bahwa emas akan kehilangan kemilaunya usai pidato Gubernur Bank Sentral AS Janet Yellen di Wyoming.

“Emas mampu bertahan usai pertemuan tersebut. Anda bisa melihat, harga emas tetap terkendali,” jelas analis logam mulai Mark Mead Baillie dikutip dari investing, Senin (28/8/2017).

Memang, harga emas meluncur di bawah US$ 1.300 per ounce para pekan lalu. Namun kemungkinan besar harga emas akan kembali menuju US$ 1.300 per ounce pada pekan ini.

Terlihat pada akhir pekan lalu sinyal positif sudah mulai terlihat. Pada Jumat lalu, harga emas di pasar spot naik 0,5 persen ke US$ 1.292,14 per ounce pada pukul 02.00 siang dan berada di jalur kenaikan 0,6 persen pada penutupan pekan ini. Sedangkan harga emas berjangka AS menguat 0,5 persen pada level US$ 1.297,90 per ounce.

Ada satu sentimen yang cukup memberikan tenaga kepada emas yaitu gangguan geopolitik. Beberapa kali harga emas sempat terdorong naik karena adanya ketegangan geopolitik seperti perseteruan AS dengan Korea Utara dan juga Kebijakan Gedung Putih yang selalu kontroversial. Best Profit

Sentimen paling baru yang mampu mendorong harga emas adalah ancaman dari Presiden AS Donald Trump untuk menutup pemerintahan, kecuali dia mendapatkan pendanaan untuk membangun dinding perbatasan dengan Meksiko. Risiko geopolitik tersebut mempengaruhi harga emas karena investor langsung mengoleksi instrumen safe haven.

Sumber : Liputan6