PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Ekonomi

Bestprofit | Bursa Asia Menguat Imbas Data Ekonomi China

Bestprofit Best Profit PT Bestprofit

Bestprofit (2/10) – Bursa saham Asia menguat di awal pekan ini didorong data ekonomi China. Bursa saham Asia naik dengan didorong indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,24 persen.

Indeks saham Australia menguat 1,1 persen. Diikuti indeks saham Jepang Nikkei menanjak 0,1 persen. Penguatan indeks saham Jepang didorong data manufaktur yang menguat sejak 2007.

Rilis data ekonomi China menjadi sentimen positif di bursa Asia. Aktivitas manufaktur tumbuh paling cepat sejak 2012 pada September. Ini didukung dari kuatnya permintaan dan harga tinggi. Indeks manufaktur tercatat naik menjadi 52,4 pada September dari periode Agustus di posisi 51,7. bestprofit

“Untuk pertama kalinya pesanan baru mengalahkan produksi pada tahun ini. Ini ada potensi kelebihan permintaan,” tulis Analis ANZ, seperti dikutip dari laman Reuters, Senin (2/10/2017).

Dalam laporan ANZ juga menyebutkan, ada kenaikan risiko untuk produk domestik bruto (PDB) China pada kuartal III 2017. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,7 persen.

Penjualan memori chip dan produk baja yang tinggi membantu ekspor Korea Selatan naik 35 persen year on year (YoY) hingga September.Sentimen lainnya yaitu bank sentral China memangkas jumlah uang tunai yang dimiliki beberapa bank sebagai cadangan untuk pertama kali sejak Februari 2016. Langkah ini dilakukan untuk mendorong lebih banyak kredit sehingga membantu perusahaan kecil dan sektor swasta yang lesu.

Di pasar komoditas, harga minyak Brent turun 9 sen menjadi US$ 56,70 per barel pada awal perdagangan. Sedangkan harga minyak Amerika Serikat (AS) susut lima sen menjadi US$ 51,62 per barel. Harga emas di kisaran US$ 1.277. bestprofit

Di pasar uang, euro melemah do pasar Asia. Investor mencermati pemilihan independen di Catalonia. Euro turun di kisaran US$ 1,17. Sedangkan dolar Amerika Serikat menguat terhadap yen di kisaran 112,64. Indeks dolar AS berada di posisi 93,18.

Rilis data ekonomi China menjadi sentimen positif di bursa Asia. Aktivitas manufaktur tumbuh paling cepat sejak 2012 pada September. Ini didukung dari kuatnya permintaan dan harga tinggi. Indeks manufaktur tercatat naik menjadi 52,4 pada September dari periode Agustus di posisi 51,7.

“Untuk pertama kalinya pesanan baru mengalahkan produksi pada tahun ini. Ini ada potensi kelebihan permintaan,” tulis Analis ANZ, seperti dikutip dari laman Reuters, Senin (2/10/2017). bestprofit

Dalam laporan ANZ juga menyebutkan, ada kenaikan risiko untuk produk domestik bruto (PDB) China pada kuartal III 2017. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,7 persen.

Penjualan memori chip dan produk baja yang tinggi membantu ekspor Korea Selatan naik 35 persen year on year (YoY) hingga September.Sentimen lainnya yaitu bank sentral China memangkas jumlah uang tunai yang dimiliki beberapa bank sebagai cadangan untuk pertama kali sejak Februari 2016. Langkah ini dilakukan untuk mendorong lebih banyak kredit sehingga membantu perusahaan kecil dan sektor swasta yang lesu.

Di pasar komoditas, harga minyak Brent turun 9 sen menjadi US$ 56,70 per barel pada awal perdagangan. Sedangkan harga minyak Amerika Serikat (AS) susut lima sen menjadi US$ 51,62 per barel. Harga emas di kisaran US$ 1.277. bestprofit

Sumber : Liputan6

Bursa Asia Naik Tipis Usai Laporan Data Ekonomi AS | Bestprofit

url

Bestprofit (1/5) – Bursa Asia menguat tipis pada perdagangan hari ini setelah data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) dilaporkan lebih rendah dari perkiraan.

Ditambah pelemahan Dolar terhadap Yen di tengah ketegangan Korea Utara dan Euro usai laporan inflasi di Zona Euro.

Melansir laman Reuters, Senin (1/5/2017), indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik tipis 0,1 persen dan Jepang Nikkei menguat 0,1 persen.

Banyak bursa saham di Asia dan Eropa ditutup terkait peringatan Hari Buruh.

Kondisi Bursa Asia sedikit berbeda bila dibandingkan Wall Street, yang pada Jumat pekan lalu langsung melemah, dengan indeks Dow dan S&P 500 mencatat penurunan 0,2 persen.

Ini setelah data pertumbuhan ekonomi AS mencatat pelemahan dalam tiga tahun pada kuartal pertama tahun ini.

Pasar Asia hanya sedikit terganggu survei resmi manufaktur China yang menunjukkan pertumbuhan di pabrik-pabrik di negara itu melambat dari prediksi pada April, ke level terendah dalam enam bulan.

Penurunan itu dikaitkan dengan anjloknya harga bijih besi dan baja baru-baru ini seiring membanjirnya produksi.

Analis memperkirakan China memiliki banyak momentum pertumbuhan secara keseluruhan dalam beberapa bulan mendatang setelah kuartal pertama.

Dolar, yang sempat menguat ke posisi dalam empat minggu terhadap yen pada pekan lalu, kehilangan dukungannya karena imbal hasil obligasi dan laporan indikator ekonomi yang dirilis pada hari Jumat.

Greenback terakhir turun 0,3 persen terhadap Yen ke posisi 111.240, terpicu kekhawatiran geopolitik di Semenanjung Korea .

“Hasil treasury yang rendah membebani dolar. Ini juga menghadapi tekanan terhadap yen karena upaya investor menghindari risiko akibat dari peluncuran rudal Korea Utara di akhir pekan,” ujar Masafumi Yamamoto Said, Kepala Strategi Valas Mizuho Securities di Tokyo.

Euro juga menguat terhadap dolar sebesar 0,2 persen menjadi $ 1,0910.7. Adapun indeks dolar terhadap sekeranjang mata uang utama tergelincir 0,1 persen menjadi 98.961.

Sumber : Liputan6

Data Ekonomi AS Bikin Harga Emas Susut | Best Profit

PT bestprofit Best Profit Bestprofit

Best Profit (4/4) – Harga emas sedikit berubah setelah mencapai kuartal terbaiknya dalam setahun di akhir Maret. Ini didukung data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang mengecewakan dan komentar pejabat Federal Reserve pada Jumat pekan lalu.

Melansir laman Reuters, Selasa (4/4/2017), harga emas di pasar spot emas beringsut lebih rendah 0,1 persen menjadi US$ 1.246,87 per
ons. Sementara emas berjangka AS tergelincir 0,2 persen menjadi US$ 1.248,8.

Harga emas turun setelah data belanja konsumen AS tercatat hampir tidak naik pada Februari di tengah penundaan pembayaran restitusi pajak penghasilan.

Namun pengaruh terbesar adalah dari kenaikan inflasi tahunan dalam hampir lima tahun didukung ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut pada tahun ini.

“The Fed bisa menghentikan kenaikan suku bunga saat kepemilikan obligasi mulai shedding, sebuah langkah yang akan berpengaruh kecil di pasar keuangan,” ujar Presiden the Fed St. Louis Fed James Bullard pada Jumat pekan lalu.

Menurut Mark To, Kepala Penelitian Wing Fung Financial Group di Hong Kong, siklus kenaikan suku bunga telah membuat harga emas mungkin tetap di posisi US$ 1.200 sampai US$ 1.250 dan ini menjadi kesempatan memiliki emas.

“Tapi, masih ada beberapa ketidakpastian dalam iklim politik. Dua kekuatan menetralkan akan menentukan konsolidasi dalam kisaran itu, yang sangat mungkin bertahan,” jelas dia.

Adapun harga emas membukukan kenaikan kuartalan sekitar 8,4 persen pada Jumat, menandai kuartal terbaik dalam setahun. Sebagian besar didorong ketidakpastian seputar kebijakan Presiden AS Donald Trump dan Pemilu di Eropa.

Sementara untuk logam mulia lainnya, harga perak turun 0,1 persen menjadi US$ 18,20 per ounce. Harga Platinum naik 0,7 persen menjadi US$ 952,30, sedangkan paladium naik 0,5 persen menjadi $ 799,25 per ounce.

Sumber : Liputan6