PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Drone

Drone Milik Facebook Sukses Mendarat Saat Uji | PT Bestprofit

Best Profit Bestprofit PT Bestprofit

PT Bestprofit (3/7) – Facebook diketahui tengah menguji coba drone (pesawat nirawak) yang bertugas untuk menghubungkan akses internet ke seluruh dunia.

Drone bernama Aquila tersebut akan terbang ke tempat-tempat terpencil yang sulit dijangkau dan tidak terjamah akses internet.

Sebelumnya, penerbangan Aquila dilaporkan tidak berjalan dengan lancar. Aquila jatuh di penerbangan pertamanya pada Juni 2017. Drone itu jatuh akibat kondisi angin yang tidak stabil dalam penerbangan yang berlangsung selama 96 menit.

Dan kini, Facebook kembali menguji Aquila untuk kedua kalinya. Beruntung, penerbangan yang berlangsung pada 22 Mei 2017 itu berjalan dengan lancar. Aquila tercatat terbang selama satu jam 46 menit dan berhasil mendarat tanpa ada masalah.

Menurut informasi yang dikutip Tekno Liputan6.com via Engadget, Minggu (2/7/2017), kru penerbangan Aquila belajar dari kegagalan penerbangan pertamanya. Karena itu, untuk mengantisipasi turbulensi selama penerbangan, mereka memasang komponen baru yang bertugas untuk mengurangi beban saat mendarat.

“Aquila kini juga memiliki ratusan sensor baru untuk mengumpulkan data. Ia dimodifikasi dengan software autopilot, radio baru, dan baling-baling horizontal untuk menyeimbangi proses pendaratan,” tulis Facebook dalam pernyataan resminya.

Aquila mengusung bahan bakar solar (tenaga matahari). Nantinya, ia diharapkan bisa mengelilingi wilayah yang memiliki diameter hingga 60 mil, serta memancarkan konektivitas internet dari ketinggian di atas 60.000 kaki menggunakan laser komunikasi dan sistem gelombang milimeter.

Rencana awal, disebutkan bahwa Aquila terbang hingga tiga bulan lamanya. Secara fisik, drone ini punya sayap yang besar, tetapi memiliki tingkat konsumsi daya yang rendah (hanya 5.000 watt) atau setara dengan daya tiga pengering rambut.

Sumber : Liputan6

Drone Terjatuh di Stadion, Mahasiswa Ini Terancam Dibui

039202300_1442391333-Screen-Shot-2015-09-11-at-11.33.16-AM-640x282

BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/9) – Kentucky – Seorang mahasiswa jurusan hukum University of Kentucky didakwa lantaran pesawat tak berawak (drone) miliknya terjatuh di stadion kampus yang ramai, menjelang pembukaan musim pertandingan sepak bola Amerika tingkat sekolah.

Kabar ini telah dikonfirmasi oleh pihak otoritas kampus. Drone tersebut jatuh di Stadion Commonwealth sebelum pertarungan Kentucky Wildcats melawan Louisiana-Lafayette. Untungnya, peristiwa ini tidak menelan korban.

Mengenai hal ini, mahasiswa berusia 24 tahun yang berasal dari Louisville tersebut menolak berkomentar. Wilson diminta hadir di pengadilan untuk menjawab tuduhan dengan ancaman hukuman hingga 12 bulan penjara.

Menurut yang dilansir Ars Technica, Jumat (18/09/2015), ini adalah kedua kalinya drone terjatuh di arena olahraga. Sebelumnya, seorang pria 26 tahun didakwa menabrakkan drone saat pertandingan US Open Tennis di New York.

Dalam sebuah konferensi pers, kepala polisi kampus Kentucky, Joe Monroe mengatakan bahwa Wilson juga telah menerbangkan drone saat pertandingan sepak bola pekan lalu.

“Sangat berbahaya jika Anda memiliki pesawat remote control tanpa awak yang terbang di area di mana ada banyak orang,” kata Monroe.

(why/dew)

Sumber : Liputan6

Serunya Perlombaan Drone di Melbourne

073387300_1434972502-Inside_Melbourne_s_underground_drone_racing_scene_-_YouTube.mp4_snapshot_00.25__2015.06.22_16.25.32_

BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/6) – Teknologi drone sudah merambah ke mana-mana. Demikian juga pengaruhnya kepada gaya hidup dan kegemaran warga. Suatu video YouTube unggahan Gizmag, belum lama ini menayangkan suatu perlombaan drone yang dilakukan di daerah di pinggiran kota Melbourne, Australia.

Salah seorang peserta, Chad Nowak dari Queensland, sebetulnya adalah penggemar pesawat terbang berkendali jauh (remote) dan sekarang tertarik untuk menerbangkan drone dalam suatu pertandingan. Pria itu tertarik terutama karena olahraga ketegangan baru yang dikenal dengan genre FPV (first person view).

Dalam pertandingan itu, para penonton dapat menyaksikan lintasan pertandingan sesuai dengan apa yang terlihat oleh kamera yang dipasang di bagian depan drone milik para peserta pertandingan.

Dengan demikian, para penonton dapat ikut merasakan bagaimana rasanya ‘terbang’ dengan kecepatan hingga 60 kilometer/jam. Bagi sejumlah orang, ini mirip dengan pengalaman menonton film Star Wars ketika pihak-pihak yang bertempur saling mengejar di dalam lorong, hutan, atau di antara benda-benda angkasa.

“Ketika saya menerbangkan pesawat terbang ukuran penuh, melintas di pikiran saya, ‘ah, pasti asyik menyelip di celah itu’, namun karena nyawa menjadi taruhannya, saya jadi lebih hati-hati,”ucap Nowak.

“Dengan drone, saya bisa melakukan itu. Dan kalau ada sesuatu yang salah, semisal patahnya kerangka drone, saya bisa membangun yang baru,” sambung dia.

Para penonton dapat memilih untuk melihat seluruh drone sedang berlomba, atau dapat memilih tayangan salah satu peserta lomba melalui tayangan langsung dari drone yang sedang bertanding.

Daniel Lee, pemimpin perusahaan pembuat drone PrestoPegasus menjadi dedengkot acara tersebut. Untuk mulai terlibat dalam lomba drone itu tidak semahal yang dikira orang banyak.

“Kamera populer yang dipakai untuk drone, semisal Phantom dari DJI dan Bepop dari Parrot, memang bisa sangat mahal, tapi pesawat drone rumahan dengan empat baling-baling jauh lebih terjangkau harganya,” demikian menurut seorang pembalap drone yang menamakan diri ‘Covert’.

Para pembalap drone juga mulai bermunculan di Inggris dan Amerika Serikat. Para pembalap itu juga berharap lahirnya dunia profesional balap drone tersebut. (Alx/Ans)

Sumber : Liputan6