PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: CEO

Bestprofit Malang | Uber Memilih CEO Expedia untuk Memimpin

Uber Memilih CEO Expedia untuk Memimpin | Bestprofit Malang

Bestprofit Malang (29/8) – Uber Technologies Inc. akan menunjuk Dara Khosrowshahi dari Expedia Inc sebagai chief executive officer untuk naik kendaraan leviathan, dua orang yang akrab dengan masalah tersebut mengatakan. Dia akan menggantikan pendirinya Travis Kalanick, yang menumbuhkan Uber menjadi bisnis pemesanan tahunan senilai $ 20 miliar tahun lalu sebelum skandal memaksanya keluar.

Juru bicara direktur Uber mengatakan bahwa mereka telah memilih seorang CEO namun menolak menyebutkan nama orang tersebut, dengan mengatakan dewan tersebut akan memberi tahu karyawan terlebih dahulu. Expedia tidak memberikan komentar.

Khosrowshahi akan menghadapi sejumlah rintangan karena Uber – yang telah mengumpulkan lebih dari $ 15 miliar dari investor swasta – menavigasi jalannya menuju penawaran umum perdana yang belum terjadwal. Eksekutif puncak yang baru harus bergulat dengan kerugian terus-menerus perusahaan, sebuah rahasia dagang taruhan tinggi yang diajukan oleh Waymo, Alphabet Inc., merek ternoda dan semangat rendah di antara lebih dari 15.000 karyawan global di Uber.
Dewan Uber bertemu akhir pekan lalu untuk melakukan wawancara terakhir dengan kandidat dan untuk mendiskusikan pilihan, kata orang-orang yang mengetahui masalah ini, yang meminta untuk tidak diidentifikasi karena pertimbangan tersebut bersifat pribadi. CEO Hewlett Packard Enterprise Co. Meg Whitman mendapat dukungan dari beberapa anggota dewan setelah mempresentasikan visinya untuk perusahaan tersebut pada hari Sabtu, meskipun ada penolakan publik yang berulang kali bahwa dia akan menerima pekerjaan tersebut. General Electric Co Chairman Jeffrey Immelt adalah finalis lain namun gagal memenangkan dukungan penuh dewan tersebut. Dia menarik namanya hari Minggu pagi di sebuah posting Twitter. Bestprofit

Papan akhirnya pergi dengan seekor kuda hitam. Khosrowshahi tidak diberi nama secara terbuka sebagai finalis selama pencarian CEO yang diganggu oleh kebocoran, pertengkaran di ruang rapat dan sebuah tuntutan hukum yang melibatkan dua direktur.

Khosrowshahi, 48, adalah seorang Amerika kelahiran Iran yang lulus dari Universitas Brown dengan gelar teknik. Dia memiliki tugas di investment banking di Allen & Co sebelum bergabung dengan miliarder Barry Diller di IAC selama ledakan dot-com. Khosrowshahi memimpin sebuah pesta akuisisi dalam perjalanan online, memperluas Expedia IAC dengan pengambilalihan Orbitz dan HomeAway.

Dia juga salah satu CEO industri teknologi yang paling vokal dalam menentang beberapa kebijakan Presiden Donald Trump. Dia berbicara menentang larangan imigrasi dan mengolok-olok Trump di Twitter karena berulang kali gagal “bangkit sesuai harapan kantornya” setelah tanggapan presiden terhadap demonstrasi di Charlottesville, Virginia.

Kontroversi Uber sepanjang tahun dimulai pada bulan Januari ketika Kalanick mencoba untuk membenarkan posisinya di sebuah dewan Trump sebelum akhirnya mengundurkan diri dari jabatan tersebut setelah pelanggan melakukan boikot. Bestprofit

Sumber : Bloomberg

Orang Nomor Satu di Uber Lengser | Bestprofit

065925500_1441945361-uber_ceo_travis_kalanick_getty_images

Bestprofit (22/6) – CEO sekaligus pendiri Uber Travis Kalanick, akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan. Padahal awalnya pendiri layanan transportasi online ini cuma ingin cuti sejenak di saat perusahaan tengah berbenah. Cuti panjang Kalanick juga tak lepas dari rujukan dewan direksi Uber.

Kini, dengan mundurnya orang nomor satu di Uber tersebut, perusahaan berharap Uber bisa membawa perubahan kultur perusahaan yang positif. Uber, dalam hal ini diwakili dewan direksi, mengatakan keputusan Kalanick adalah langkah yang berani. Menurut mereka, Kalanick sudah mengambil keputusan terbaik.

“Travis selalu menganggap Uber sebagai prioritasnya. Ia benar-benar berani dan berhasil menunjukkan dedikasi dan kecintaannya terhadap perusahaan,” tulis dewan direksi Uber sebagaimana Tekno Liputan6.com kutip via New York Times, Kamis (22/6/2017).

“Kami yakin, setelah Kalanick mundur, ia pasti akan memiliki waktu lebih banyak untuk pulih dari duka yang ia alami. Ia pasti rela memberikan kami ruang untuk bisa melangkah menyongsong babak baru dalam sejarah Uber. Kami pun tetap menerima kehadiran Travis di dalam dewan,” begitu bunyi lanjutannya.

Hengkangnya Kalanick sebagai CEO Uber disertai alasan kuat. Pada Selasa (20/6/2017), lima investor utama Uber meminta Kalanick untuk mengundurkan diri. Salah satu investor yang meminta Kalanick mundur adalah pemegang saham terbesar Uber dari perusahaan ventura Benchmark bernama Bill Gurley.

Surat rekomendasi hengkangnya Kalanick dikirimkan ke dirinya saat sedang cuti di Chicago. Dalam sebuah surat bertajuk “Moving Uber Forward” itu, para investor meminta kepada Kalanick untuk segera mundur sebab perusahaan memerlukan perubahan kepemimpinan.

Kalanick kemudian berkonsultasi dengan anggota dewan direksi dan investor Uber. Selanjutnya, Kalanick pun setuju untuk mengundurkan diri. Meski begitu, ia akan tetap berada di dewan direksi Uber setelah mengundurkan diri.

Dalam pernyataannya, Kalanick mengatakan kalau ia begitu mencintai Uber dan berat untuk mundur dari posisinya. “Saya sangat mencintai Uber melebihi apa pun di dunia ini. Ini adalah saat yang sangat sulit dalam hidup saya. Saya harus menerima permintaan dari para investor untuk mundur, agar Uber bisa terus berkembang dan tidak terganggu dengan konflik lainnya,” ujar Kalanick.

Langkah Kalanick selama memimpin Uber kerap dipertanyakan, lantaran dianggap sebagai contoh kekacauan sebuah startup di Silicon Valley. Dalam beberapa bulan terakhir, Uber mengalami cukup banyak masalah Mulai dari pelecehan seksual, pemecatan karyawan, budaya perusahaan, hingga lelucon yang berbau seksisme.

Kegagalan Travis Kalanick dimulai sejak awal tahun, yakni setelah seorang engineer wanita di Uber mengungkap dirinya mengalami pelecehan seksual di perusahaan. Hal itu pun memicu munculnya keluhan lain yang serupa dan membuat perusahaan melakukan penyelidikan internal.

Tak hanya masalah internal, Uber dilaporkan juga tengah menangani tuntutan hak kekayaan intelektual atas Waymo, sebuah proyek otonomos di bawah Alphabet.

Pihak Uber akhirnya memulai perubahan besar untuk membuat lingkungan kerjanya lebih profesional. Kini Uber juga dilaporkan sedang mencari COO, termasuk juga untuk menempati posisi CEO yang kosong karena mundurnya Kalanick.

Sumber : Liputan6