PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Bulan

Daphnis, Bulan Saturnus yang Anggun nan Misterius | Best Profit

004355500_1489565289-3786FBA600000578-3755499-image-a-14_1471994303221

Best Profit (17/3) – Selain meneliti Pan, bulan mini milik Saturnus yang mirip makanan khas Italia, NASA juga menggali informasi Daphnis. Ia adalah bulan terkecil Saturnus yang terletak di antara cincin planet.

Badan Antariksa Amerika Serikat tersebut belum pernah menguak informasi seputar Daphnis. Pada kesempatan kali inilah, mereka akhirnya baru bisa mengambil foto Daphnis dari dekat, via pesawat luar angkasa Cassini.

Dilansir Space, Jumat (17/3/2017), Daphnis terletak di wilayah cincin Saturnus yang disebut “Keeler Gap”. Karena bulan ini memiliki pengaruh gravitasi yang besar, pergerakannya mengakibatkan gelombang di wilayah ‘Ring A’ Saturnus.

Daphnis yang selama ini dikenal sebagai bulan misterius Saturnus, perlahan mulai dipelajari tim ilmuwan NASA. Terungkap, dia hanya memiliki luas sekitar 5 mil (8 kilometer).

Meski tergolong kecil, gaya gravitasi Daphnis dinilai cukup besar akibat posisinya berada di antara partikel cincin Saturnus.

“Karena posisinya diapit garis cincin, Daphnis mengakibatkan gelombang yang bergesek dengan partikel cincin. Sehingga jika dilihat dari dekat, garis cincin wilayah Ring A tidak lurus dan bentuknya bergelombang,” kata NASA dalam keterangan resminya.

Foto Daphnis tersebut diambil dari kamera Cassini dengan teknologi visible light dari ketinggian 17.000 mil (28.000 kilometer) di atas Saturnus.

Misi NASA untuk mengkaji Saturnus telah dilakukan sejak lama. Cassini diketahui sudah ‘melanglang buana’ di planet cincin selama lebih dari satu dekade. Pada tahun ini, Cassini memasuki masa terakhir beroperasi.

Dalam fase terakhirnya, Cassini akan menghadapi risiko cukup berbahaya. Pasalnya, ia harus ‘bergerak’ cepat di antara atmosfer cincin dan Saturnus, demi mengumpulkan data penting terkait berapa usia cincin dan komposisi dari atmosfer planet. Nanti, ia akan ‘meledakkan’ dirinya di dalam atmosfer planet.

“Meski ini merupakan tugas terakhir Cassini, kami anggap ini sebagai misi baru,” kata kepala ilmuwan Cassini di NASA Jet Propulsion Laboratory, Linda Spilker.

“Kami menerbangkan sebuah pesawat eksplorasi ke tempat yang belum pernah dijamah. Ketika ia terbang ke tempat yang baru, sudah jadi kewajiban baginya untuk menemukan hal yang menakjubkan,” ia melanjutkan.

Puncak eksplorasi Cassini telah terjadi pada 29 November 2016, ia mengorbit sebuah wilayah yang disebut “F-Ring” usai mengorbit Saturnus sebanyak 22 kali.

Sumber : Liputan6

Lucu, Bentuk Bulan Saturnus Mirip Makanan Khas | Best Profit

047472900_1489382682-hbq54hfapol3wwzytblw

Best Profit (14/3) – Selain Enceladus, NASA juga meneliti sejumlah bulan lain milik planet Saturnus. Dari puluhan bulan yang dipelajari, Badan Antariksa Amerika Serikat ini memilih Pan, salah satu bulan terdekat Saturnus.

Tak butuh waktu lama, NASA pun merilis sejumlah gambar Pan dari dekat. Menariknya, bulan ke-53 Saturnus itu memiliki bentuk unik, seperti Ravioli, yakni cemilan khas italia yang terbuat dari pasta.

Dilansir Space, Selasa (14/3/2017), gambar Pan yang seolah ‘mengambang’ di ruang hampa udara itu diambil oleh Cassini, pesawat luar angkasa NASA untuk misi Saturnus. Seperti yang diterangkan NASA, Pan diambil dalam jarak 83.000 mil dari Saturnus.

“Ia terletak di dalam koridor Encke Gap A, yaitu cincin planet. Pan mengorbit Saturnus dalam waktu 13,8 jam sekali,” tulis salah satu peneliti NASA.

Misi NASA untuk mengkaji Saturnus telah dilakukan sejak lama. Cassini diketahui sudah ‘melanglang buana’ di planet cincin selama lebih dari satu dekade. Pada tahun ini, Cassini memasuki masa terakhir beroperasi.

Dalam fase terakhirnya, Cassini akan menghadapi risiko cukup berbahaya. Pasalnya, ia harus ‘bergerak’ cepat di antara atmosfer cincin dan Saturnus, demi mengumpulkan data penting terkait berapa usia cincin dan komposisi dari atmosfer planet. Nanti, ia akan ‘meledakkan’ dirinya di dalam atmosfer planet.

“Meski ini merupakan tugas terakhir Cassini, kami anggap ini sebagai misi baru,” kata kepala ilmuwan Cassini di NASA Jet Propulsion Laboratory, Linda Spilker.

“Kami menerbangkan sebuah pesawat eksplorasi ke tempat yang belum pernah dijamah. Ketika ia terbang ke tempat yang baru, sudah jadi kewajiban baginya untuk menemukan hal yang menakjubkan,” ia melanjutkan.

Puncak eksplorasi Cassini telah terjadi pada 29 November 2016, ia mengorbit sebuah wilayah yang disebut “F-Ring” usai mengorbit Saturnus sebanyak 22 kali.

(Jek/Cas)

Sumber : Liputan6

NASA Tepis Anggapan Bumi Datar Lewat Foto Terbaru | Best Profit

033461600_1484296611-earth-moon-mars

Best Profit (16/1) – NASA merilis foto antariksa terbaru yang memperlihatkan komposit pemandangan Bumi dan bulan. Foto tersebut, diklaim NASA sebagai foto terbaik antara Bumi dengan satelit alamnya, karena diabadikan dalam bingkai yang sama.

Foto ini, sebagaimana dilansir Space, Senin (16/1/2017), diambil lewat spacecraft yang bernama Mars Reconnaissance Orbit (MRO) dari Mars. Diungkap NASA, MRO mengambilnya dengan kamera High Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE) pada 20 November 2016 lalu.

Dari foto yang tampak, jarak Mars dan Bumi berkisar di angka 205 ribu kilometer. Seperti yang terlihat di dalam foto, tampak wujud Bumi di kanan atas dengan bentuk bulat dan di bagian kiri bawah ada bulan yang ukurannya lebih kecil dari Bumi.

Dari foto ini saja, sudah terbukti bahwa Bumi itu bulat, mengingat akhir-akhir ini ada sebuah teori yang mengatakan bahwa Bumi itu datar. Padahal, merujuk pada foto yang merupakan bukti sains otentik NASA, Bumi yang kita huni ini jelas-jelas berbentuk bulat.

Menariknya, foto itu sebetulnya merupakan gabungan dari dua foto objek yang terpisah. “Foto ini sebetulnya memiliki dua objek yang digabungkan dalam satu bingkai, namun ukurannya relatif sama,” tulis NASA dalam keterangan resminya.

Jika dilihat lebih dekat, objek Bumi yang muncul di sudut kanan atas foto memperlihatkan rincian ukuran benua, salah satunya tampak benua Australia.

Sekadar informasi, MRO adalah spacecraft NASA yang meluncur pada 2005 dan mencapai orbit Planet Mars di 2006. Dalam satu dekade terakhir, MRO bertugas untuk meneliti geologi, lingkungan dan iklim Planet Merah demi mencari apakah ada ‘kehidupan’ seperti aktivitas air di permukaan Mars.

MRO ditugaskan untuk memberikan hubungan komunikasi antara Curiosity—robot yang ada di permukaan Mars—dengan tim pengendali yang ada di Bumi.

Spacecraft ini juga berfungsi untuk membantu peneliti mencari tahu apakah ada wilayah yang dianggap potensial untuk nantinya bisa menjadi lokasi pendaratan robot dan manusia di masa depan.

(Jek/Ysl)

Sumber : Liputan6