PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: bisnis

Tren Berbentuk Pelemahan. Zona Merah Masih Menganga

Karyawan melintas didepan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Rabu (1/4). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada penutupan sesi pertama terkoreksi 58,49 poin (1,06 persen) ke level 5.460,18. Saham yang ditransaksikan sebanyak 2,3 miliar lembar senilai Rp 2,5 triliun. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/Rei/mes/15.

BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/8) – Tren pelemahan masih membayangi aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada pekan ini.

NH Korindo Securities Indonesia memprediksikan IHSG akan berada pada rentang support 4435-4500 dan resisten 4615-4770.

Menurut Reza Priyambada, Head of Research NH Korindo Securities Indonesia, hammer di area lower bollinger band (LBB ). MACD masih turun dengan histogram negatif yang lebih panjng. RSI, Stochastic, dan William’s %R cenderung turun.

“Laju IHSG di bawah area target support (4725-4750) dan gagal mendekati area target resisten (4785-4875),” katanya melalui siaran pers Minggu (16/8/2015).

Laju IHSG masih membentuk tren pelemahannya. Jika aksi jual masih berlanjut maka laju IHSG pun akan tetap berada dalam zona merahnya dan peluang akan adanya pembalikan arah kian berkurang.

Dia berharap pada pekan ini, dalam empat hari perdagangan, masih ada sentimen positif yang dapat menahan pelemahan IHSG. Utang gap 4512-4524 juga sudah tertutupi. Laju IHSG pun kembali pada periode awal 2014.

Bisnis Awal Tahun Melambat, Saham MDRN dalam Pelemahan Lanjutan

sevel-700x357

BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/5) – Hingga kuartal pertama tahun ini, Modern Internasional Tbk (MDRN) alami penurunan laba bersih sebesar 27,83 persen menjadi Rp12,96 miliar atau Rp3 per saham dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp17,97 miliar atau Rp4 per saham. Penurunan laba tersebut tertekan oleh penjualan bersih yang turun tipis menjadi Rp332,35 miliar dari penjualan bersih tahun sebelumnya yang Rp339,96 miliar dan beban pokok turun jadi Rp196 miliar dari beban pokok tahun sebelumnya Rp202,21 miliar.

Sementara laba bruto turun tipis jadi Rp135,60 miliar dari laba bruto tahu sebelumnya Rp137,75 miliar dan laba operasi turun jadi Rp43,52 miliar dari laba operasi tahun sebelumnya yang Rp44,63 miliar. Laba sebelum pajak turun jadi Rp20,72 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp23,38 miliar. Adapun total aset MDRN per Maret 2015 mencapai Rp2,54 triliun naik dari total aset per Desember 2014 yang Rp2,38 triliun.

Sementara itu juga MDRN berencana akan membuka 50 gerai  7-Eleven pada tahun 2015 yang berlokasi disekitar Jakarta. Untuk ekspansi ini MDRN membutuhkan dana investasi Rp2 miliar – Rp3 miliar per gerai atau mencapai Rp100 miliar – Rp150 miliar. Jika berhasil nantinya total gerai yang dimiliki 237 gerai 7-Eleven.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Jumat (8/5/15) saham MDRN ditutup naik 0,68% pada level 445 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 442 dan bergerak dalam kisaran 396 – 448 dengan volume perdagangan saham mencapai 30,300 lembar saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham MDRN sejak awal bulan Februari terlihat terus mengalami pergerakan melemah tertekan ke level support kuatnya, namun saat ini dalam potensi tekanan lanjutan terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Black Marubozu menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak flat yang menunjukan pergerakan MDRN dalam potensi menguat terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju MDRN masih akan terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan MDRN. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp400 hingga target resistance di level Rp465.

 

Sumber : Vibiznews

Kelihaian Investor Kaya China Zhang Lei Melihat Peluang Bisnis

076988100_1427984587-Lei_Zhang-ok

BESTPROFIT FUTURES MALANG (3/4) – Pengusaha China semakin mampu meningkatkan kapasitasnya. Peningkatan kapasitas itu berlawanan dengan perusahaan multinasional relatif lambat bergerak.
Salah satu miliarder China Zhang Lei menyampaikan hal itu. Pernyataannya pun memang seperti mencerminkan dirinya ketika menjalankan usahanya. Ia meneliti suatu peluang bisnis lalu menjadikannya sebagai investasi, dan memberikan imbal hasil besar.
Zhang mendirikan perusahaan private equity Hillhouse Capital Group pada 2005. Dengan tangan dinginnya, ia mendapatkan kepercayaan dari Universitas Yale dan investor lainnya untuk menanamkan investasi di suatu bisnis. Kini ia memiliki dana sekitar US$ 18 miliar.
Zhang  memiliki latar belakang tak biasa. Ia lahir di Zhumadian, provinsi Henan pada 1972. Kelahiran Zhang saat China berada di puncak revolusi kebudayaan. Ketika itu China sedang membersihkan diri dari segala sesuatu bahkan dari kapitalis.
Namun sejak usia dini, Zhang sudah memperlihatkan bakat bisnis. Pada usia 7 tahun, ia memiliki ide bisnis pertamanya dengan  menyewakan buku komik untuk penumpang yang menunggu keretanya. Konsep tersebut menjadi dasar bagi perusahaan seperti Uber dan Airbnb.

Sumber : Liputan6