PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Best Profit

Sri Mulyani Bakal Ubah Penerapan Batas Gaji | Best Profit

075563500_1489483575-Pajak1

Best Profit (20/7) – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati sedang mengkaji perubahan penerapan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Alasannya dengan batas gaji bebas pajak yang terlampau tinggi justru akan menggerus basis pajak sehingga implikasinya terhadap rasio pajak atau tax ratio Indonesia.

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak berkeinginan menjalankan PTKP yang disesuaikan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang berlaku di daerah.

“Kita melakukan kajian yang sangat teliti mengenai apa yang disebut definisi tax ratio. Ini sudah saya minta supaya kalau kita membandingkan tax ratio antar negara konsisten,” ujar Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (20/7/2017).

Sebagai contoh, Ia menuturkan, negara lain memasukkan royalti, pajak daerah, dan keamanan sosial di dalam komponen tax ratio. Dengan melihat hal tersebut, Indonesia tidak bisa dibandingkan dengan negara lain di ASEAN, bahkan di dunia.

“Sebab isi yang kita bandingkan di dalam tax ratio antara Indonesia dan negara lain berbeda. Jadi saya sudah minta kepada Ditjen Pajak untuk melakukan penelitian apa saja yang masuk dalam komponen tax ratio,” ujar dia.

Salah satu perbedaan komponen atau isi dari tax ratio antara Indonesia dan negara lain, Sri Mulyani bilang, bisa dilihat dari kebijakan PTKP. “Semakin tinggi PTKP, maka basis pajak makin sedikit. Apalagi Indonesia sudah menaikkan dua kali PTKP,” ucap dia.

Asal tahu, batas gaji bebas pajak yang berlaku saat ini sebesar Rp 54 juta setahun atau Rp 4,5 juta per bulan. Batasan tersebut naik dari semula Rp 3 juta per bulan atau Rp 36 juta setahun.

“Dibanding negara ASEAN, PTKP kita yang paling tinggi, walaupun pendapatan per kapita kita relatif lebih rendah dari Malaysia, Thailand, bahkan dengan Singapura sekalipun. Indonesia menerapkan PTKP yang tinggi,” Sri Mulyani menjelaskan.

Di samping itu, Ia menambahkan, mengenai kebijakan pungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang mempengaruhi tax ratio. Menurut dia, negara lain mampu mengumpulkan penerimaan PPN bisa lebih tinggi meskipun tarifnya rendah.

“Jadi Ditjen Pajak sekarang tetap melakukan perbaikan reformasi, seperti IT sistem, sumber daya manusia, bisnis proses, dan struktur organisasi,” ujar dia.

“Namun kita ingin menyakinkan apa yang dilakukan Indonesia bisa dibandingkan secara konsisten dengan negara lain sehingga kita tidak seagresif mengejar pajak, tapi kita ingin penerimaan pajak cukup besar supaya mampu membiayai kebutuhan pembangunan,” kata Sri Mulyani.

Untuk diketahui, rasio pajak Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) saat ini baru 10,3 persen. Pemerintah menargetkan rasio pajak bisa menyentuh 16 persen terhadap PDB pada 2019.

Sumber : Liputan6

Waspadai Penipuan Berkedok Rekrutmen Karyawan | Best Profit

2596322545

Best Profit (17/7) – PT Angkasa Pura II (Persero) mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap upaya-upaya penipuan terkait lowongan pekerjaan atau rekrutmen atau seleksi karyawan yang mengatasnamakan perusahaan.

AP II selalu mengumumkan lowongan pekerjaan melalui situs resmi perusahaan yakni www.angkasapura2.co.id dan media cetak nasional.

Selain itu, AP II juga tidak pernah memungut biaya apapun dalam proses seleksi penerimaan calon karyawan.

AP II telah menemukan sejumlah pengumuman lowongan palsu atau penipuan yang disebar melalui pesan singkat, e-mail, atau media sosial.

“Kami tegaskan bahwa AP II tidak pernah memungut biaya dalam proses seleksi calon karyawan, sehingga apabila ada oknum yang meminta biaya dengan alasan bagian dari seleksi AP II maka itu penipuan,” kata Head of Corporate Secretary & Legal AP II Agus Haryadi dalam pernyataan resmi, Kamis (11/5/2017).

Agus menyatakan, seleksi calon karyawan AP II dilakukan secara transparansi dan profesional dengan tidak memungut biaya.

Praktik penipuan yang cukup sering dilakukan adalah penipu meminta agar korban mentransfer sejumlah uang dengan.

Alasan pungutan uang itu adalah untuk biaya tiket pesawat dan sebagainya di mana akan diganti ketika korban tiba di Jakarta. Agus menyatakan, praktik tersebut adalah penipuan.

“Dapat disampaikan juga bahwa beberapa waktu lalu personil AP II yang bertugas di Bandara Halim Perdanakusuma bekerjasama dengan TNI dan Polri telah menggagalkan upaya penipuan lowongan pekerjaan,” tutur Agus.

Ia menjelaskan, apabila ada upaya-upaya meminta sejumlah uang atau menjanjikan kelulusan seleksi calon karyawan AP II, masyarakat dapat mengadukan penipuan tersebut melalui contact center yang dapat diakses melalui nomor 138 atau twitter @contactap2 dan email di contact.center@angkasapura2.co.id.

Sumber : Kompas

Ada Dugaan Rusia Terlibat di Pemilu AS Bikin Wall | Best Profit

Wall_Street_-_New_York_Stock_Exchange2-700x357

Best Profit (12/7) – Wall Street hanya sedikit berubah pada penutupan perdagangan saham Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Sentimen politik menjadi penggerak Wall Street pada perdagangan kali ini.

Mengutip Reuters, Rabu (12/7/2017), Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 0,55 poin menjadi 21,409.07. S&P 500 kehilangan 1,9 poin atau 0,08 persen, menjadi 2.425,53. Sedangkan Nasdaq Composite menambahkan 16,91 poin atau 0,27 persen menjadi 6,193.31.

Wall Street tertekan di awal perdagangan Selasa usai adanya berita yang menyatakan bahwa putera laki-laki tertua dari Presiden AS Donald Trump mendapat surat elektronik (email) dukungan dari Rusia untuk memenangkan ayahnya dalam pemilihan Presiden AS melawan Hillary Clinton.

Email tersebut merujuk kepada seorang jaksa dari Pemerintahan Rusia yang menawarkan informasi yang dapat digunakan oleh Tump dalam kampanye melawan Hillary Clinton.

Namun pada perdagangan saham di siang hari, tekanan terhadap Wall Street pulih setelah Pemimpin Senat AS Mitch McConnell menyatakan bahwa ada penundaan masa reses selama dua pekan pada Agustus nanti.

Dengan adanya penundaan masa reses tersebut maka akan memberikan lebih banyak waktu bagi senat untuk menyelesaikan pembahasan beberapa undang-undang yang saat ini sedang berjalan.

“Semula semua berjalan dengan sentimen negatif. Dengan adanya penundaan masa reses ini menjadi sesuatu yang mungkin bisa menggerakkan ke arah positif,” jelas chief investment officer Commonwealth Financial, Waltham, Massachusetts, AS, Brad McMillan.

Sebenarnya adanya sentimen politik dari email Trump Jr tersebut masih ada di dalam Wall Street. Namun kekuatannya tidak terlalu besar lagi. “Komitmen dari Senat AS untuk mengubah beberapa kebijakan lebih dilihat oleh pelaku pasar,” tambah Brad McMillan. Best Profit

Sumber : Liputan6