PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Asia

Bursa Asia Tertekan Imbas Aksi Jual | Bestprofit Malang

nikkei-700x357

Bestprofit Malang (3/8) – Bursa saham Asia melemah pada perdagangan saham Kamis pekan ini seiring pelaku pasar mengambil keuntungan dari penguatan indeks saham Dow Jones.

Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melemah 0,5 persen. Indeks saham Korea Selatan Kospi tergelincir 1,5 persen pada awal sesi perdagangan. Indeks saham Jepang Nikkei susut 0,1 persen. Sedangkan indeks saham Jepang Topix mendatar.

Saham Samsung Electronics membukukan penurunan terbesar secara harian sejak Oktober 2016. Saham Samsung Electronics susut 2,6 persen.

“Ada sejumlah saham yang jenuh beli pada perdagangan saham Selasa pekan ini sehingga terjadi aksi jual. Saya kira investor ingin merealisasikan keuntungan secepatnya usai melihat koreksi tajam pada pekan lalu,” ujar Yukino Yamada, Senior Strategist Daiwa Securities, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (3/8/2017).

Pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS) membayangi laju bursa Asia. Indeks saham Dow Jones sentuh level di atas 22.000 yang didorong penguatan saham Apple. Indeks saham S&P 500 naik 0,05 persen yang didukung kinerja keuangan perusahaan. Selain itu, harapan bank sentral AS akan lambat menaikkan suku bunga menjadi sentimen di bursa saham.

“Pasar saham kini didukung pertumbuhan keuntungan perusahaan. Ditambah ekonomi yang bertumbuh dan kebijakan suku bunga rendah,” kata Mutsumi Kagawa, Chief Global Strategist Rakuten Securities.

Di pasar uang, euro ditransaksikan di kisaran US$ 1,18 usai sentuh level tertinggi US$ 1,19. Yen ditransaksikan di level tertinggi dalam 1,5 bulan di kisaran 109,92 yen. Harga minyak melemah 0,3 persen ke level US$ 52,22 per barel pada perdagangan Kamis pekan ini.

Sumber : Liputan6

Bursa Asia Naik Tipis Usai Laporan Data Ekonomi AS | Bestprofit

url

Bestprofit (1/5) – Bursa Asia menguat tipis pada perdagangan hari ini setelah data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) dilaporkan lebih rendah dari perkiraan.

Ditambah pelemahan Dolar terhadap Yen di tengah ketegangan Korea Utara dan Euro usai laporan inflasi di Zona Euro.

Melansir laman Reuters, Senin (1/5/2017), indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik tipis 0,1 persen dan Jepang Nikkei menguat 0,1 persen.

Banyak bursa saham di Asia dan Eropa ditutup terkait peringatan Hari Buruh.

Kondisi Bursa Asia sedikit berbeda bila dibandingkan Wall Street, yang pada Jumat pekan lalu langsung melemah, dengan indeks Dow dan S&P 500 mencatat penurunan 0,2 persen.

Ini setelah data pertumbuhan ekonomi AS mencatat pelemahan dalam tiga tahun pada kuartal pertama tahun ini.

Pasar Asia hanya sedikit terganggu survei resmi manufaktur China yang menunjukkan pertumbuhan di pabrik-pabrik di negara itu melambat dari prediksi pada April, ke level terendah dalam enam bulan.

Penurunan itu dikaitkan dengan anjloknya harga bijih besi dan baja baru-baru ini seiring membanjirnya produksi.

Analis memperkirakan China memiliki banyak momentum pertumbuhan secara keseluruhan dalam beberapa bulan mendatang setelah kuartal pertama.

Dolar, yang sempat menguat ke posisi dalam empat minggu terhadap yen pada pekan lalu, kehilangan dukungannya karena imbal hasil obligasi dan laporan indikator ekonomi yang dirilis pada hari Jumat.

Greenback terakhir turun 0,3 persen terhadap Yen ke posisi 111.240, terpicu kekhawatiran geopolitik di Semenanjung Korea .

“Hasil treasury yang rendah membebani dolar. Ini juga menghadapi tekanan terhadap yen karena upaya investor menghindari risiko akibat dari peluncuran rudal Korea Utara di akhir pekan,” ujar Masafumi Yamamoto Said, Kepala Strategi Valas Mizuho Securities di Tokyo.

Euro juga menguat terhadap dolar sebesar 0,2 persen menjadi $ 1,0910.7. Adapun indeks dolar terhadap sekeranjang mata uang utama tergelincir 0,1 persen menjadi 98.961.

Sumber : Liputan6

Bursa Asia Dibuka Naik Dengan Saham| PT BESTPROFIT FUTURES

058158000_1409746476-saham-naik-140903-2

BESTPROFIT FUTURES (11/10) – Bursa saham Asia naik karena saham-saham energi mengalami reli terkait ekspektasi bahwa produsen utama minyak mentah akan bekerja sama untuk mengetatkan produksi, sementara ekuitas di Jepang menguat karena pelemahan yen untuk hari kedua.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,1 persen ke level 140,70 pada pukul 09:06 pagi di Tokyo. Minyak mentah AS berada di dekat harga tertinggi dalam lebih dari satu tahun setelah Arab Saudi menyatakan optimismenya bahwa OPEC akan dapat memantapkan kesepakatan untuk membatasi produksi, dan Rusia mengatakan akan mendukung kesepakatan tersebut.

Kontrak pada Indeks S&P 500 sedikit berubah. Indeks ekuitas AS naik 0,5 persen pada hari Senin, karena spekulasi bahwa penampilan kandidat dari Partai Republik Donald Trump dalam debat presiden AS kedua tidak cukup kuat dalam meningkatkan peluangnya untuk menang melawan Hillary Clinton.

Indeks Topix Jepang 0,5 persen lebih tinggi karena pasar saham kembali dibuka setelah libur nasional pada Senin kemarin. Bank of Japan masih memiliki ruang untuk memperluas stimulus moneter dan tidak bermaksud untuk mengurangi program pembelian obligasi segera, Gubernur Haruhiko Kuroda mengatakan dalam sebuah wawancara selama akhir pekan. Yen diperdagangkan di level 103,83 terhadap dolar, setelah melemah 0,7 persen pada hari Senin. Mata uang Jepang melonjak 1 persen terhadap greenback pada hari Jumat, pekan lalu.

Indeks Kospi Korea Selatan turun kurang dari 0,1 persen karena saham Samsung Electronics Co. turun 4,1 persen. Pihak perusahaan mengatakan mitra ritel harus menghentikan penjualan dan menukar smartphone Galaxy Note 7, yang ditarik di AS pada bulan lalu setelah adanya laporan bahwa ponsel buatan mereka terbakar.

Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,3 persen, dengan perusahaan-perusahaan energi melonjak 1,9 persen. Indeks S&P/NZX 50 Selandia Baru naik 0,5 persen, naik untuk pertama kalinya dalam enam hari.

Bursa saham di Hong Kong dan China belum memulai perdagangan. Pasar saham di Hong Kong dan Taiwan ditutup pada Senin kemarin, sementara Indeks Shanghai Composite naik 1,5 persen, dipimpin oleh produsen energi. Kontrak pada indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,2 persen dalam perdagangan terbaru.(frk)

Sumber: Bloomberg