PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Angkasa

Ledakan di Peluncuran Ruang Angkasa | PT BESTPROFIT FUTURES

160901150505_cape_canaveral_640x360_ap_nocredit

BESTPROFIT FUTURES

BESTPROFIT FUTURES (2/9) – Ledakan terjadi di landasan pacu roket ruang angkasa di Cape Canaveral di Florida, tempat perusahaan ruang angkasa SpaceX akan melepas roket tanpa awak.

Penyebabnya adalah roket yang meledak ketika sedang melakukan uji coba menjelang peluncurannya untuk membawa satelit ke ruang angkasa akhir pekan ini.

Dalam pernyatannya, SpaceX menyatakan ledakan sebagai ‘sebuah anomali’ -atau keganjilan- dan tidak ada yang cedera.

Gambar-gambar dari tempat kejadian memperlihatkan asap tebal membubung ke atas dari atas kompleks tersebut.

Laporan-laporan menyebutkan ledakan sampai mengguncang gedung-gedung yang terpisah beberapa kilometer.

Dalam pesan Twitter, Manajemen Bencana Brevard County mengatakan tidak ada ancaman atas khalayak umum.

SpaceX ingin mengembangkan era baru roket ruang angkasa yang bisa digunakan kembali dan perjalanan wisata ruang angkasa yang terjangkau.

Bulan April, perusahaan yang berkantor di California ini, berhasil mendaratkan roket Falcon-9 di sebuah pelataran di laut, setelah empat usaha sebelumnya gagal.

Laporan-laporan menyebutkan ledakan sampai mengguncang gedung-gedung yang terpisah beberapa kilometer.

Dalam pesan Twitter, Manajemen Bencana Brevard County mengatakan tidak ada ancaman atas khalayak umum.

SpaceX ingin mengembangkan era baru roket ruang angkasa yang bisa digunakan kembali dan perjalanan wisata ruang angkasa yang terjangkau.

Bulan April, perusahaan yang berkantor di California ini, berhasil mendaratkan roket Falcon-9 di sebuah pelataran di laut, setelah empat usaha sebelumnya gagal. BESTPROFIT FUTURES

Sumber: BBC

Matahari Bisa ‘Berlubang’ di Luar Angkasa, Bahaya atau Tidak?

051271700_1464166714-sun2

BESTPROFIT FUTURES MALANG (31/5) – Para ilmuwan NASA dikagetkan dengan penampakan lubang yang muncul di tengah permukaan Matahari. Mereka bahkan belum bisa memastikan dari mana asal usul lubang tersebut.

Gambar lubang di Matahari ini awalnya dipublikasikan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat tersebut belum lama ini. Mereka menyebut lubang itu dengan nama “Coronal Hole”.

Meski lubang tampak menganga lebar di tengah Matahari, para ilmuwan memastikan fenomena tersebut tidak membahayakan bagi Matahari.

“Walau belum jelas dari mana Coronal Hole itu muncul, kami prediksi mereka berhubungan dengan beberapa titik area Matahari dengan medan magnet tertinggi,” kata juru bicara NASA sebagaimana dikutip laman Mirror, Selasa (30/5/2016).

Juru bicara itu melanjutkan, saat lubang tersebut terbuka lebar, ia akan menghempaskan angin matahari yang mengakibatkan efek aurora di langit
Bumi.”Coronal Hole merupakan sumber yang bisa mengeluarkan angin dengan kecepatan dan partikel solar tinggi, lebih cepat dari angin-angin lainnya,” tutur juru bicara itu melanjutkan.

Akibatnya, Coronal Hole mampu “mengirim” lebih banyak angin matahari ke arah Bumi dan membuat beberapa titik di kutub utara diterangi oleh cahaya aurora.

(Jek/Why)

NASA Kembangkan Material Anti Rusak

090367900_1441966614-was-chinese-scientist-a-spy-at-nasa-130318

BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/9) – Beberapa peneliti NASA di Langley Research Center dikabarkan sedang meneliti material baru yang dapat memperbaiki dirinya sendiri ketika menghadapi temperatur yang ekstrem dan dari sampah luar angkasa.
Penelitian ini merupakan kerjasama NASA dengan University of Michigan yang telah dilakukan selama hampir 10 tahun dalam rangka menciptakan material yang mampu memperbaiki diri sendiri untuk digunakan pada pesawat luar angkasa.

Dikutip dari laman Techcrunch, Senin (14/9/2015), material ini dibentuk dari polimer organik yang dirancang untuk menghadapi hantaman dari puing-puing luar angkasa.

Unsur kimiawi dalam material ini akan aktif begitu ada hantaman dan langsung menutup lubang atau memperbaiki kerusakan dalam waktu kurang dari satu detik.

Uji coba material ini dilakukan dengan menembakkan peluru ke material tersebut untuk melihat reaksi yang dihasilkan. Setelah peluru menghantam material, molekul-molekul kecil dari inti polimer memang terlihat berhamburan, tapi struktur bangunan material tersebut tetap utuh.

Material ini mungkin dapat digambarkan seperti kemampuan yang dimiliki oleh T-1000 dari film Terminator, yang nantinya diharapkan tidak hanya dapat digunakan untuk keperluan keamanan astronot, namun juga bisa digunakan untuk produk konsumen di masa depan.

NASA sendiri masih terus mengembangkan material tersebut, sebab tahap ini masih dapat dikatakan sebagai langkah awal.

Secara garis besar material ini sudah cukup bekerja dengan baik dan apabila telah disempurnakan bukan tidak mungkin material ini siap digunakan untuk misi manusia ke luar angkasa berikutnya. 

(dam/isk)

Sumber : Liputan6