PT Best Profit Futures Malang

Tag Archives: Alien

Mengerikan, Sosok `Mayat Alien` Ditemukan di Rusia

004529400_1441337630-Alien-Creature

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/9) – Leningrad Oblast – Setelah sempat dihebohkan dengan penampakan Unidentified Flying Object (UFO) berwujud reptil di wilayah Rusia, kali ini masyarakat setempat kembali dibuat geger oleh sesosok mayat makhluk yang diduga alien di dekat wilayah pembangkit listrik tenaga nuklir Sonosvy Bor.

Mayat tersebut memiliki fisik yang sangat `mengerikan`, yakni dengan bentuk potongan kepala lonjong seperti alien dengan tulang yang sudah busuk dan berwarna kegelapan. Diungkap, mayat misterius tersebut ditemukan di lokasi sungai Kovashi oleh 2 (dua) warga setempat pada Minggu lalu.

Dua warga tersebut mengatakan bahwa ketika mereka menemukan mayat ini, awalnya mereka mengira itu adalah embrio ayam mutasi yang gagal lahir.

Namun, mayat itu langsung diperiksa oleh tim ilmuwan dari Institut Biophysics di Krasnoyarsk, dan mereka menegaskan bahwa mayat tersebut bukanlah sebuah alien.

“Ini jelas-jelas bukan alien. Jangan heboh dulu. Setelah kami teliti, badan mayat ini merupakan seekor hewan yang kami duga ikan atau unggas. Memang, makhluk ini memiliki struktur tulang yang aneh, tidak ada leher dan sayap,” terang Yegor Zadereev, ilmuwan yang meneliti makhluk tersebut sebagaimana dikutip laman Mirror, Senin (7/9/2015).

Lebih lanjut disebutkan, tim ilmuwan akan terus memeriksa mayat ini secara ekstensif. “Kami perlu mengetahui jenis organisme atau makhluk apakah ini karena strukturnya sangatlah aneh,” pungkas Yegor.

Untuk saat ini, mayat tersebut akan dikirim ke Moskow untuk diperiksa lebih lanjut. Beredarnya kabar ini rupanya sampai terdengar ke kelompok investigator Alien. Berbeda dengan pandangan para ilmuwan, tim investigator ini justru berpendapat bahwa temuan makhluk tersebut jelas-jelas merupakan makhluk ekstraterestrial.

Scott C Waring, salah satu investigator dari UFO Sightings Daily mengatakan bahwa potongan mayat tersebut tidak ada hubungannya dengan hewan yang hidup di Bumi.

“Ini jelas tidak ada hubungannya dengan makhluk hidup Bumi. Lihat saja dari struktur tulangnya, kami sangat yakin bahwa potongan tubuh mayat ini merupakan alien,” tutur Scott.

(jek/isk)

 

Sumber : Liputan6

Ilmuwan Ungkap Tanda Kehidupan Alien di Pluto

040256300_1436757496-pluto

BESTPROFIT FUTURES MALANG (22/7) – Misi ekspedisi Pluto yang baru saja dilakukan The National Aeronautics and Space Administration (NASA) masih menyisakan misteri dan spekulasi dari berbagai pihak, termasuk para ilmuwan asal Colorado yang menduga terdapat tanda kehidupan Alien di planet kerdil itu.

Baru-baru ini tim ilmuwan tersebut mengungkap sebuah gambar penampakan warna baru di Planet Pluto. Mereka menjelaskan warna tersebut berupa seperti dua wajah yang berbeda, seakan memberikan isyarat bahwa terdapat kehidupan alien dalam planet Pluto.

Penampakan yang didapat dari Pluto justru terlihat jauh lebih detail dari yang mereka harapkan. Gambar tersebut diambil pada akhir Juni ketika jarak pesawat New Horizons ke Pluto menurun dari taraf 11 hingga 15 juta mil atau sekitar 18 hingga 24 juta kilometer.

“Ini sedikit tidak biasa untuk melihat begitu banyak detail permukaan pada jarak yang telah ditentukan,” jelas Tim Geologi Tim Penyidik Horizone, dari Investigasi Universitas Washington di Saint Louis. Demikian seperti dikutip dari laman Daily Mail, Rabu (22/7/2015).

Sayangnya, gambar yang terlihat titik di permukaan planet yang berada di garis khatulistiwa tersebut tidak terlihat dengan jelas. Namun mereka memperkirakan dengan merapatnya pesawat New Horizons dalam waktu dua minggu ke depan, gambar tersebut akan terlihat lebih jelas.

Untuk sementara ini, gambar misterius itu diperkirakan mirip dengan titik area kehidupan manusia di Bumi jika dilihat dari jarak jauh. Bintik yang berada di jangkauan seluas 300 mil (sekitar 480 km) tersebut kira-kira memiliki luas sebesar Missouri.

“Ini merupakan sebuah teka-teki yang sedang diselidiki dan kami tidak tahu seperti apa tempat tersebut. Kami tidak hanya bisa menunggu untuk mengetahui,” kata peneliti New Horizons, Dr Alan Stern dari Southwest Research Institute (SwRI).

(jek/isk)

 

Sumber : Liputan6

6-7-2003: Pesan dari Bumi untuk Alien

069198600_1436112717-tori

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/7) – Keberadaan makhluk luar angkasa hingga kini masih simpang siur keberadaannya. Para ilmuwan di Bumi terus mencoba mencari tahu eksistensi alien di luar Bumi, termasuk mencoba mengirimkan pesan khusus untuk makhluk ekstrateresterial tersebut.

Upaya tersebut telah dilakukan sejak Abad 20. Sekelompok ilmuwan dari berbagai negara yang bermarkas di Badan Antariksa Ukraina Evpatoria Planetary Radar (EPR), Yevpatoria, Crimea mengirimkan pesan ‘Cosmic Call 1′ ke makhluk asing di luar Bumi pada 2009 silam. Upaya kedua kembali dilakukan tepat 12 tahun lalu, yakni pada 6 Juli 2003 silam.

Tim ilmuwan internasional yang dipimpin Alexander Zaitsev dari the Russian Academy of Sciences dan Richard Braastad dari Team Encounter LLC Amerika Serikat mengirimkan pesan yang diberi nama “Cosmic Call 2″ itu ke lima bintang yang mirip Matahari. Kelima bintang itu, yakni Hip 4872, HD 245409, 55 Cancri (HD 75732), HD 10307 and 47 Ursae Majoris (HD 95128).

Seperti Liputan6.com kutip dari Cplire.ru, Senin (6/7/2015, pesan utama yang ingin disampaikan adalah untuk mengabarkan adanya eksistensi manusia di Bumi, termasuk menginfomasikan kode-kode komunikasi di Bumi.

Namun pesan itu tak serta merta langsung sampai tujuan. Lantaran jaraknya yang ratusan ribu hingga miliar kilometer, pesan tersebut diperkirakan mencapai pada bintang Hip 4872 pada April 2036, bintang HD 245409 pada Agustus 2040, bintang HD 75732 pada Mei 2044, bintang HD 10307 pada September 2044, dan bintang HD 95128 pada Mei 2049.

Pesan ‘Cosmic Call 1′ berisikan pesan teks yang dihimpun oleh anggota ‘Team Encounter’, tim yang dibentuk untuk misi menyampaikan pesan yang kegiatannya didanai oleh para donatur. Sedangkan pesan ‘Cosmic Call 2′ tak hanya berisi pesan teks, tapi juga pesan audio atau suara, dan visual berupa foto, gambar. Pesan kedua juga memuat file video.

Pesan berupa gelombang elektromagnetik itu dikirimkan dari stasiun EPR menuju luar angkasa dengan frekuensi utama 5.01 GHz. Informasi digital yang terdiri dari tiga bagian — the Interstellar Rosetta Stone, the 1974 Arecibo Message, dan the Bilingual Image Glossary — dikirim sebanyak tiga kali, untuk menghindari pesan menghilang di tengah perjalanan.

The Interstellar Rosetta Stone (ISR) merupakan pesan yang dibuat ilmuwan asal Kanada Yvan Dutil dan Stephane Dumas yang sebelumnya juga menuliskan pesan ‘Cosmic Call 1′. Pesan ISR dengan kapasitas 263906 bits itu berisikan 2.078 baris simbol-simbol komunikasi Bumi untuk luar angkasa. Ada 127 simbol pada setiap baris.

Sementara itu, The Arecibo message berisikan salinan pesan suara interstellar/pesan radio yang sebelumnya pernah dikirimkan dari Arecibo, Puerto Rico 16 November 1974. Pesan The Bilingual Image Glossary (BIG) berisi 12 file foto yang berisi 101 gambar, termasuk lukisan karya anak sekolah di Ukraina. Tiap objek digambarkan dalam 2 kode, yakni gambar benda yang terlihat di Bumi dan gambar bentuk terjemahannya untuk makhluk luar angkasa.

Total ukuran file dari lima pesan ilmiah dari Bumi ke lima bintang itu adalah 500472 bits. Tim ilmuwan yang berasal dari Amerika Serikat, Rusia, dan Kanada tersebut membutuhkan waktu sekitar hingga 11 jam untuk mentransmisikan semua pesan yang kemudian dikirimkan ke luar angkasa.

Upaya pengiriman pesan ke luar angkasa juga dilakukan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) baru-baru ini. Awal 2014 lalu, NASA melancarkan proyek pengiriman pesan yang ditujukan untuk segala bentuk kehidupan alien nun jauh di sana.

Ketika misi New Horizons dari Nasa merampungkan studi Pluto pada musim panas 2015, data dari Bumi akan di mengalir ke pesawat tersebut antariksa, untuk menciptakan Rekaman digital mirip  Golden Record — pesan yang dibawa pesawat Voyager 1 dan Voyager 2 pada tahun 1970 — dibawa menempus tepian tata surya.

Sejarah lain, pada 6 Juli 1964, negara Malawi menyatakan kemerdekaan dari Inggris. Pada tanggal yang sama tahun 1947, senapan serbu AK-47 mulai diproduksi. (Ali/Dan)

Sumber : Liputan6