PT Best Profit Futures Malang

Saham Apple Angkat Wall Street di Awal Pekan

Best Profit Bestprofit PT Bestprofit

BESTPROFIT FUTURES MALANG (19/5) – Bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat di awal pekan dengan indeks saham Dow Jones dan S& 500 berakhir di level tertinggi.

Penguatan saham Apple ditambah data ekonomi yang menjadi perhatian bank sentral AS/The Federal Reserve untuk menunggu menaikkan suku bunga jadi sentimen penguatan indeks saham.

Indeks saham Dow Jones naik 26,32 poin (0,14 persen) ke level 18.298,88. Indeks saham S&P 500 mendaki 6,47 poin (0,3 persen) ke level 2.129,2. Sementara itu, indeks saham Nasdaq menanjak 30,15 poin (0,6 persen) ke level 5.078,44.

Dengan kenaikan indeks saham acuan itu membuat indeks saham Dow Jones naik 2,7 persen secara year to date. Lalu indeks saham S&P 500 menguat 3,4 persen dan indeks saham Nasdaq mendaki 7,2 persen.

Sentimen suku bunga acuan The Fed jadi perhatian pelaku pasar. Pertumbuhan perlambatan ekonomi baru-baru ini dilihat dari pergerakan dolar AS dan upah membuat harapan pelaku pasar terhadap kapan The Fed akan menaikkan suku bunga AS untuk pertama kali sejak 2006.

“Pelaku pasar melihat The Fed dapat menunggu, karena Anda tidak melihat pertumbuhan yang berarti,” tutur Kurt Brunner, Analis Swarthmore Group seperti dikutip dari Reuters, Selasa (19/5/2015).

Penguatan indeks saham juga didorong dari saham Apple. Saham Apple naik 1,1 persen ke level US$ 130,19 setelah Carl Icahn, salah satu pemegang saham Apple terbesar mengatakan, saham Apple di bawah harga pasar.

Saham Apple harusnya ditransaksikan di level harga US$ 240. Kenaikan saham Apple ini menjadi faktor utama kenaikan indeks saham acuan.

Adapun tujuh dari sepuluh sektor saham di indeks saham S&P 500 mencatatkan kenaikan tertinggi dengan sektor saham keuangan memimpin penguatan tertinggi.

Selain itu, sentimen aksi korporasi seperti merger dan akuisisi juga penambah tenaga ke indeks saham acuan. Saham Altera naik 5,56 persen menjadi US$ 46,93 setelah New York Post melaporkan kalau perseroan mungkin mencapai kesepakatan dengan Intel. Saham Intel pun naik 1,24 persen.

Sementara itu, saham Endo International turun 5,37 persen menjadi US$ 80,77 setelah produsen obat generik ini menyatakan akan membeli Par Pharmaceutical dari TPG Capital sekitar US$ 8,05 miliar.

Volume perdagangan saham mencapai 5,3 miliar saham di awal pekan. Angka ini di bawah rata-rata sekitar 6,4 miliar saham pada bulan ini. (Ahm/)

Sumber : Liputan6