PT Best Profit Futures Malang

Rilis Pertumbuhan Ekonomi Warnai Laju IHSG

ilustrasi-IHSG-140528-andri

BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/5) – Rilis pertumbuhan ekonomi kuartal I 2015 akan mempengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham Selasa pekan ini.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya mengatakan, IHSG sedang beranjak naik menuju level resistance 5.285 sedangkan level support 5.052. Pergerakan IHSG akan ditunjang dari rilis data ekonomi yang cukup stabil di awal bulan. Selain itu, aliran dana investor asing yang keluar dari bursa saham juga mulai terbatas. “Hal ini menunjukkan tekanan sudah mulai mereda. Investor pun diharapkan tidak sampai tertinggal,” kata William dalam ulasannya, Selasa (5/5/2015).

Sementara itu, Kepala Riset PT Universal Broker Securities, Satrio Utomo mengatakan, IHSG akan bervariasi tergantung dari rilis data pertumbuhan ekonomi. IHSG bakal bergerak di kisaran 5.085-5.250. “Bila regional bagus pada perdagangan saham pagi ini maka IHSG akan menguat,” kata Satrio.

Dalam riset PT Sinarmas Sekuritas menyebutkan, IHSG akan bergerak di kisaran 5.096-5.178. Sejumlah sentimen yang pengaruhi laju IHSG antara lain data factory order yang diperkirakan ke level 1,8 persen dibandingkan sebelumnya di level 0,2 persen.

Sedangkan dalam negeri akan merilis data pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan ke level 4,66 persen Year on Year (YoY) dari sebelumnya 5,01 persen YoY. Ekonom DBS Bank Ltd, Gundy Cahyadi memperkirakan, pertumbuhan ekonomi akan berada di kisaran 5,1 persen pada kuartal I 2015. Pertumbuhan investasi mendukung kinerja pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2015.

Untuk rekomendasi saham, William memilih saham yang dapat diperhatikan pelaku pasar yaitu saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Sedangkan Satrio memilih saham yang dapat dipertimbangkan pelaku pasar yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, saham PT Semen Indonesia Tbk dan saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP). (Ahm/)

 

Sumber : Liputan6