PT Best Profit Futures Malang

Prajurit TNI Telah Siaga untuk Gunung Merapi dan Slamet

Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI. Sunindyo, mengatakan prajurit TNI di Kodam Diponegoro dalam kondisi siap siaga Gunung Merapi dan Gunung Slamet.
“Bila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan warga setempat, prajurit TNI langsung bergerak ke lokasi,” katanya saat mengunjungi markas komando Arhanudse 15 Kodam IV Diponegoro, di Kestrian, Kota Semarang, Rabu (30/4/2014).

Seperti diketahui, Balai Penelitian dan Penyelidikan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menaikkan status aktivitas Gunung Merapi dari normal menjadi waspada, pada Selasa (29/4/2014). Sedangkan status Gunung Slamet ditingkatkan dari waspada menjadi siaga sejak Rabu (30/4/2014).
Pangdam lebih lanjut menyatakan, saat ini anggota TNI Kodam IV/Diponegoro terus memonitor kondisi dua gunung tersebut.
Para Komandan Rayon Militer (Danramil), Komandan Kodim (Dandim) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) setiap hari melakukan koordinasi.

”Mereka sudah menyiapkan berbekalan yang diperlukan dan setiap saat dibutuhkan siap diberangkatkan,” tandas Sunindyo.
Dalam kesempatan itu Pangdam memintan kepada segenap prajurit Arhanudse 15 meningkatkan profesinalitas dalam bertugas.
Hal ini juga disampaikan Pangdam kepada jajaran prajurit TNI Komando Distrik Militer (Kodim) 0733/BS Kota Semarang saat mengunjungi markas tersebut, Rabu lalu. ”Profesionalitas prajurit TNI sangat diperlukan guna menunjang keberhasilan dalam tugas,” tandasnya.
Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo memerintahkan seluruh jajarannya, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) stand by menyikapi status Gunung Merapi dan Gunung Slamet. Kepada masyarakat di sekitar dua gunung itu, gubernur mengimbau supaya tetap tenang dan tidak panik, menunggu informasi dari pemerintah.
”Pemerintah melalui BPBD setiap saat menginformasikan perkembangan aktivitas dan status Gunung Merapi dan Gunung Slamet kepada masyarakat setempat,” ungkap dia.
Mengenai terjadinya kerusakan jalur evakuasi pengungsi di Magelang dan Klaten, Ganjar menyatakan tidak bisa segera dilakukan perbaikan. ”Kami akan meminta Pemkab Magelang mencarikan jalur evakuasi alternatif, karena kalau dilalui mengungsi membahayakan masyarakat,” ujar dia.

Sumber dari www.harianjogja.com