PT Best Profit Futures Malang

Polisi Patroli Cegah Pendaki Nekat di Jalur Pendakian Merapi

Di samping melakukan patroli untuk memantau aktivitas para penambang pasir atau galian C di kawasan lereng Gunung Merapi, aparat Polsek Selo, Kabupaten Boyolali, juga mengintensifkan patroli di jalur pendakian ke puncak gunung tersebut.

“Kami juga akan melakukan patroli [di jalur pendakian] agar jangan sampai ada yang nekat naik,” ujar Kanit Sabhara Polsek Selo, Aiptu Tri Prahasto, mewakili Kapolsek Selo, AKP Suparma, saat ditemui wartawan seusai pemasangan papan peringatan larangan pendakian di pintu masuk pendakian melalui jalur Selo, yakni di Pos New Selo, Sabtu (3/5/2014).

Sebagaimana diketahui, menyusul dinaikkannya status Gunung Merapi dari aktif normal menjadi waspada oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Selasa (29/4/2014) malam lalu, jalur pendakian ke puncak gunung itu ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Sementara itu, Sabtu ini, rombongan mahasiswa pecinta alam Wapalhi dari Politeknik Negeri Semarang terpaksa membatalkan kegiatan pendakian massal ke Gunung Merapi. Menurut keterangan salah satu panitia, Faris Zulhaq, pendakian massal ke puncak Merapi sudah menjadi tradisi tahunan Wapalhi untuk serah terima jabatan (sertijab) pengurus baru.

“Biasanya, serah terima jabatan dilaksanakan di kawasan Pasar Bubar. Kami juga sudah meminta izin pendakian ke BTMGM [Balai Taman Nasional Gunung Merapi] untuk kegiatan Sabtu-Minggu (3-4/5/2014), dengan jumlah rombongan sebanyak 200 orang,” terang Faris ketika ditemui wartawan di Mapolsek Selo.

Tetapi, H-3 pelaksanaan pendakian, dia mengaku sudah memperoleh pemberitahuan penutupan jalur pendakian Merapi. “Karena ini sudah tradisi tahunan, kami tetap datang ke sini. Tapi pendakian kami batalkan, sedangkan sertijab pengurus Wapalhi, kami alihkan di Pos New Selo. Peserta juga kami batasi jadi 50 orang karena untuk pendakian massal dibatalkan,” tuturnya.

Sumber dari www.harianjogja.com