PT Best Profit Futures Malang

Pengaruh Referendum Skotlandia Terhadap GBP

GBP-pixabay-1-700x357

Spekulasi mengenai referendum kemerdekaan Skotlandia terus mendominasi headlines berita-berita di Inggris dan juga judul-judul utama di forex.
Pemimpin dari partai ketiga terbesar di Britain mengcancel skedul mereka dan pergi ke Skotlandia untuk mendesak agar keluarga-keluarga disana tetap tinggal bersama-sama. Ini adalah tanda kepanikan dari David Cameron, Ed Miliband dan Nick Clegg yang membuat poundsterling bereaksi.
Poundsterling menyentuh kerendahan terbaru dalam 10 bulan terhadap dolar AS dan 3 bulan terhadap euro, dengan para trader forex mengutip survey online mengenai kemerdekaan Skotlandia yang memberikan kubu “Yes” kepemimpinan yang kuat.
Menambah kepanikan adalah polling dari suatu web yang belum bisa diverifikasi kebenarannya dari sebuah blogger independent yang menunjukkan kubu pro kemerdekaan memimpin dengan 53.9 persen dibandingkan dengan 46.1 persen yang memilih “No”.
Sebagai akibatnya Sterling tergelincir ke $1.6052, jatuh sekitar 100 pips dari ketinggian yang terlihat beberapa jam sebelumnya. 1.60 sekarang sudah didepan mata.
Ian Stannard, kepala ahli strategi matauang Eropa di Morgan Stanley berkata,” Hal ini cocok dengan trend baru-baru ini yang terlihat di dalam poll yang condong mengarah ke pemungutan suara bagi “Yes”.
Kemungkinan akan ada banyak polling yang tidak bisa diverifikasi lainnya dalam proses referendum pada 18 September nanti, yang bisa membuat Sterling jatuh lebih jauh, kata Stannard kepada Reuters.
“Beberapa polling lainnya yang muncul dan memberikan pesan seperti itu akan memberikan pengaruh lanjutan terhadap pasar.”
Biaya hedging terhadap melemahnya Sterling terhadap dolar AS naik 11.05 persen, tertinggi sejak November 2011.

Sumber : Vibiznews