PT Best Profit Futures Malang

Pelemahan Rupiah Ancam Bisnis Kalbe, Saham KLBF Berusaha Rebound

KLBF-700x357

BESTPROFIT FUTURES MALANG (19/5) – Meski  PT Kalbe Farma, Tbk (KLBF) berhasil mencetak keuntungan yang meningkat diperiode kuartal pertama tahun ini  jika dibandingkan tahun sebelumnya, Direktur Keuangan KLBF-Vidjongtius mengakui prestasi bisnisnya dari kuartal sebelumnya masih lemah. Namun dalam RUPS yang diselenggarakan kemarin (18/5) KLBP optimis periode kuartal kedua kinerja keuangan akan meningkat.

Diakui penurunan kinerja akibat pelemahan nilai tukar Rupiah yang sangat memukul kinerja perusahaan, pejabat keuangan KLBF tersebut ungkapkan pelemahan Rupiah per Rp10 akan memukul beban perusahaan 3-4 persen. Namun meskipun begitu beban ini masih wajar karena menurut beliau  jika nilai tukar Rupiah naik di kisaran  Rp13000- Rp13200 perusahaan masih bisa menanggung beban penjualannya.

Melihat kinerja keuangan perseroan hingga Maret 2015, KLBF berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 537,40 miliar atau meningkat 6,22% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 505,97 miliar. Hal tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya pendapatan perseroan sebesar 3,92% menjadi Rp 4,24 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 4,08 triliun.

Sementara itu, beban pokok penjualan tercatat mengalami peningkatan sebesar 0,94% menjadi Rp 2,14 triliun dari yang sebelumnya sebesar Rp 2,12 triliun serta beban operasi lainnya yang meningkat cukup tajam sebesar 86,81% menjadi Rp 19,97 miliar dari yang sebelumnya Rp 10,69 miliar.

Selain itu, laba kotor perseroan tercatat mengalami peningkatan 8,24% menjadi Rp 2,10 triliun dari yang periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,94 triliun. Adapun laba per saham dasar KLBF tidak mengalami perubahan dari kuartal tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 11 per saham. Total aset KLBF hingga Maret 2015 mencapai Rp 13,01 triliun atau naik 4,75% dari periode sebelumnya sebesar Rp 12,42 triliun.

Di sisi lain, ROA dan ROE pada kuartal I-2015 mengalami peningkatan dibandingkan kuartal I-2014 dimana ROA pada kuartal pertama tahun ini mencapai 20,28% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 19,40% dan ROE pada kuartal pertama tahun ini mencapai 5,18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,15%. Ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan KLBF pada kuartal pertama tahun ini lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. Sementara itu, PT Kimia Farma (Persero), Tbk (KAEF) selaku kompetitor memiliki ROA dan ROE pada kuartal I-2015 masing-masing sebesar 2,25% dan 3,42%. Ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan KLBF lebih baik dibandingkan KAEF.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada hari Senin ini (18/5), saham KLBF ditutup naik 0,6%  pada level 1805 setelah pada penutupan sebelumnya berada di level 1795 dan bergerak pada kisaran 1790 – 1810 dengan volume perdagangan saham KLBF mencapai 50,5 juta lot saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal mengalami tren yang fluktuatif sejak awal tahun namun pada pertengahan Maret lalu, saham KLBF bergerak dalam tren penguatan hingga 24 April dan setelah itu saham KLBF berada dalam tren menurun. Indikator Stochastic menunjukkan pergerakan menuju area jenuh jual setelah sebelumnya bergerak di area tengah. Indikator Average Directional Movemnet menunjukkan garis –DI berada di atas garis +DI serta garis ADX yang mendatar menggambarkan bahwa tren saham KLBF diperkirakan melemah secara terbatas. Dengan kondisi teknikalnya, KLBF berpotensi bergerak dalam tren melemah dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakkan KLBF. Rekomendasi trading hingga akhir hari ini berada dalam kisaran target support di level 1781 hingga resistence di level 1821.

Sumber : Vibiznews