PT Best Profit Futures Malang

^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS11 2042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC 3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker


PT Bestprofit | Harga Emas Tergelincir Usai Sentuh Level

PT bestprofit Best Profit Bestprofit

PT Bestprofit (14/9) – Harga emas merosot usai capai posisi tertinggi dalam dua minggu. Harga emas turun meski indeks dolar Amerika Serikat (AS) susut pada pekan ini.

Sentimen perang dagang pengaruhi gerak harga emas. Executive Vice Presiden GoldMining Inc, Jeff Wright menuturkan, ada sinyal momentum positif seiring kabar kemungkinan ditundanya penerapan tambahan tarif impor.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump juga mengindikasikan tidak ada kemajuan signifikan untuk negosiasi perdagangan dengan China.

Namun, the Wall Street Journal melaporkan kalau AS mencapai kesepakatan dengan China untuk kembali buka pembicaraan perdagangan. Hal ini terjadi jelang rencana AS untuk mengenakan tarif barang impor China. pt bestprofit

“China termasuk importir utama emas telah melihat berkurangnya permintaan fisik seiring ketegangan perdagangan dank arena pasar sahamnya juga alami tekanan,” ujar Wright.

Selain itu, ia menambahkan pernyataan Trump lewat akun media sosial Twitter juga hambat dampak dari data ekonomi AS yang positif antara lain inflasi.

Harga emas turun USD 2,7 atau 0,2 persen ke posisi USD 1.208,20 per ounce usai sentuh posisi tertinggi secara intraday ke posisi USD 1.218. Harga emas sentuh USD 1.210,90 pada perdagangan Rabu, dan tertinggi sejak 29 Agustus 2018.

Indeks dolar AS pun melemah 0,3 persen ke posisi 94,55. Indeks dolar AS telah naik 2,6 persen secara year to date. Sentimen lainnya pengaruhi harga emas yaitu klaim pengangguran turun selama sepekan, dan dekati posisi terendah dalam 49 tahun. pt bestprofit
Bank sentral Inggris pun mempertahankan suku bunga seiring mempertimbangkan pertumbuhan global yang melambat. Bank Sentral Turki menaikkan suku bunga untuk stabilkan mata uang. Keputusan bank sentral Eropa pun sesuai yang diperkirakan pelaku pasar.

Pada Rabu pekan ini, sebelumnya harga emas menguat usai rilis the Federal Reserve Beige Book. Dalam laporan itu sebutkan pertumbuhan melemah pada Agustus.

Bank sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve pun diharapkan menaikkan suku bunga lagi pada pertemuan September dan Desember. Sentimen the Federal Reserve akan positif untuk dolar AS dan berimbas negatif buat gerak harga emas.

“Kami melihat risiko tekanan harga emas dan pegang emas. Suku bunga masih dukung dolar AS tetapi setiap konsiliasi di depan harus kurangi arus dolar AS dari perspektif sebagai safe haven. Ini tentu saja tidak semua jelas untuk emas, tetapi bagian terendah telah terbentuk pada AGustus,” tutur Direktur Kitco, Peter Hug.

Adapun harga logam lainnya yaitu harga perak untuk pengiriman Desember melemah 0,3 persen ke posisi USD 14.244. Harga tembaga menguat 0,3 persen ke posisi USD 2.683 per pound. Harga platinum bertambah 0,4 persen ke posisi USD 803,30 per ounce. pt bestprofit

Sumber : Liputan6

PT Bestprofit | Emas Menghapus Kerugian Semalam

PT bestprofit Best Profit Bestprofit

PT Bestprofit (13/9) – Harga emas kembali kepada posisinya yang semula dan telah berhasil mengambil kembali kerugian semalam, pada trading akhir dari sesi pagi Rabu kemarin. Indeks dolar AS telah bergerak ke kerendahan hariannya dan turun pada hari Rabu kemarin, yang memicu minat beli yang baru di pasar metal berharga.

Kejatuhan yang mengejutkan di dalam Producer Price Index AS untuk bulan Agustus (turun 0.1% dari bulan Juli) juga mendukung kenaikan metal berharga dengan menekan dolar AS.

Emas berjangka bulan Desember terakhir diperdagangkan naik $0.30 pada $1,202.00.

Harga emas naik dengan tekanan inflasi produsen di Amerika Serikat bulan Agustus muncul dibawah daripada yang diperkirakan.

Producer Price Index (PPI) turun 0.1% pada bulan Agustus setelah kenaikan 0.1% pada bulan Juli, menurut Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat pada hari Rabu kemarin. Para ekonom sebelumnya memperkirakan kenaikan sebesar 0.2%. pt bestprofit

Ini menandai penurunan PPI yang pertama kalinya dalam satu setengah tahun.

PPI tahunan juga meleset dari konsensus pasar, muncul di 2.8% dibandingkan dengan yang diperkirakan sebesar 3.2%.

Inflation inti, yang mengeluarkan harga energi dan makanan yang bervolatilitas, turun 0.1% pada bulan Agustus, setelah kenaikan sebanyak 0.1% pada bulan Juli. Inflasi inti tahunan muncul di 2.3%, kurang dibandingkan dengan konsensus perkiraan pasar sebesar 2.7%.

Laporan ini adalah salah satu yang paling signifikan yang diskedulkan untuk dirilis di Amerika Serikat pada minggu ini, dengan “consumer price index” yang akan keluar pada hari Jumat pagi.

Partisipan pasar menaruh perhatian yang seksama terhadap PPI sebagai ukuran inflasi pada level grosir. Ini dipandang sebagai indikator terdepan karena secara tradisi para produsen mengenakan beban kenaikan harga pada konsumen. pt bestprofit

The Fed juga secara konstan menuruh pandangannya dengan seksama pada tekanan inflasi, khususnya ketika membuat keputusannya untuk apakah akan menaikkan tingkat bunga atau tidak.

Meskipun terjadinya kemunduran bulanan pada PPI, para ekonom masih memperkirakan the Fed akan meneruskan rencananya untuk menaikkan tingkat bunga.

Ekonom Michael Pearce, senior Economics Capital AS mengatakan,”Penurunan pada inflasi harga produsen yang final pada bulan Agustus seluruhnya disebabkan karena penurunan di dalam volatilitas perdagangan, transport dan margin dari grosiran, sementara inflasi jasa konsumen yang mendasarinya tetap meningkat. Hal itu akan mendorong the Fed untuk tetap meneruskan rencana menaikkan tingkat bunganya secara bertahap, dengan kenaikan berikutnya akan datang pada bulan ini pada pertemuan FOMC”.

Segera setelah rilis data PPI, emas mengalami sedikit kenaikan, dengan emas berjangka Comex bulan Desember terakhir diperdagangkan pada $1,200.00 per ons, turun 0.18% pada hari itu. Sebelum rilis data PPI, harga emas diperdagangkan dibawah $1,200.00 ditengah sedikit “risk aversion” di pasar pada minggu ini, menurut senior tehnikal analis Jim Wyckoff.

Secara tehnikal, “resistan” pertama pada minggu ini adalah $1,204.80 dan kemudian naik menjadi $1,209.00. Sebaliknya, “support” yang pertama berada pada $1,192.70, kerendahan pada minggu ini dan kemudian pada $1,189.50. pt bestprofit

Sumber : Vibiznews

PT Bestprofit | Kekhawatiran Pasokan Akibat Sanksi Iran Bawa

PT Bestprofit Bestprofit Best Profit

PT Bestprofit (12/9) – Harga minyak mentah dunia naik lebih dari 2 persen dipicu sanksi Amerika Serikat (AS) yang menekan ekspor minyak mentah Iran. Serta adanya prediksi jika produksi minyak mentah AS pada 2019 akan tumbuh melambat dan mendorong kekhawatiran soal pasokan.

Melansir laman Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,69, atau 2,2 persen ke posisi USD 79,06 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik USD 1,71, atau 2,5 persen menjadi USD 69,25 per barel.

Presiden Donald Trump mengatakan akan memberlakukan sanksi terhadap Iran. Ini membuat harga minyak mentah berada dalam premi risiko yang mencerminkan kekurangan pasokan yang mungkin terjadi ketika ekspor dari anggota OPEC terbesar ketiga tersebut terpangkas.

Kenaikan harga juga terjadi setelah data industri dari American Petroleum Institute menunjukkan persediaan minyak mentah AS merosot 8,6 juta barel pekan lalu, dibandingkan perkiraan analis penurunan 805.000 barel. Rencananya, data resmi pemerintah AS baru akan dirilis pada Rabu. pt bestprofit

“Para pelaku pasar sekarang mengevaluasi perkembangan ini dalam hubungannya dengan potensi penurunan lebih lanjut dalam output minyak dari Iran dan Venezuela, yang menggambarkan gambaran bullish harga yang signifikan,” kata Abhishek Kumar, Analis Energi senior di Interfax Energy di London.

AS telah meminta kepada negara-negara sekutunya untuk mengurangi impor minyak Iran. Beberapa pembeli Asia, termasuk Korea Selatan, Jepang, dan India tampaknya termasuk didalamnya. Tetapi pemerintah AS tidak ingin membuat harga minyak dapat menekan kegiatan ekonomi atau bahkan memicu perlambatan pertumbuhan global.

Menteri Energi AS Rick Perry bertemu Menteri Energi Saudi, Khalid al-Falih pada Senin di Washington. Pemerintahan Trump mendorong negara-negara penghasil minyak besar untuk mempertahankan pasokan tinggi. Rencananya Perry akan bertemu dengan Menteri Energi Rusia Alexander Novak pada hari Kamis di Moskow.

Rusia, Amerika Serikat, dan Arab Saudi adalah tiga produsen minyak terbesar dunia. Ketiganya memenuhi sekitar sepertiga dari hampir 100 juta barel per hari (bpd) dari konsumsi minyak mentah harian. pt bestprofit

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan pada hari Selasa bahwa Rusia dan sekelompok produsen di sekitar Timur Tengah yang mendominasi Organisasi Negara Pengekspor Minyak dapat menandatangani kesepakatan kerjasama jangka panjang baru pada awal Desember, kantor berita TASS melaporkan. Namun Novak tidak memberikan rinciannya.

Negara OPEC dan non-OPEC telah secara sukarela menahan pasokan sejak Januari 2017 untuk memperketat pasar. Sejak saat itu, harga minyak mentah naik lebih dari 40 persen dan pasar kian ketata secara signifikan sehingga membuat ada tekanan pada produsen untuk meningkatkan output.

Sementara produksi minyak mentah AS diperkirakan akan meningkat 840.000 barel per hari (bpd) menjadi 11,5 juta bph tahun depan. Angka ini lebih rendah dari ekspektasi sebelumnya untuk kenaikan 1,02 juta bph hingga 11,7 juta bpd, Administrasi Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam laporannya. pt bestprofit

Di sisi lain, pada hari Senin beberapa orang bersenjata menyerang markas besar Perusahaan Minyak Nasional Libya (NOC) di ibukota Tripoli pada hari Senin. NOC terus berfungsi relatif normal di tengah kekacauan di Libya.

Fasilitas lokasi produksi minyak ini telah dilanda serangan hingga blokade, meskipun tahun lalu produksi telah pulih menjadi sekitar satu juta barel per hari.

Karena pasar Timur Tengah semakin ketat, para pembeli Asia mencari pasokan alternatif, dengan impor minyak mentah AS dan Jepang dari Korea Selatan dan Jepang mencapai rekor penjualan pada bulan September.

Produsen minyak AS mencari pembeli baru untuk minyak mentah yang mereka gunakan untuk dijual ke China sebelum pesanan melambat karena adanya sengketa perdagangan antara Washington dan Beijing. pt bestprofit

Sumber : Liputan6