PT Best Profit Futures Malang

Outlook Suku Bunga The Fed & Bailout Yunani Bantu Emas Berkilau

Ilustrasi+Emas

Emas mendekati level tertigginya dalam lebih dari 3 pekan terakhir setelah Federal Reserve menyatakan akan menaikkan suku bunga secara bertahap dan pertemuan para Menteri Keuangan Zona Eropa terkait Yunani larut dalam kebuntuan.

Bullion untuk pengiriman segera diperdagangkan dil level $1,200.68 per ounce pukul 9:39 pagi ini waktu Singapura dari level kemarin $1,201.94, saat harga mencapai level $1,205.80 merupakan tertingginya sejak tanggal 26 Mei kemarin, menurut harga dari Bloomberg. Pekan ini emas menuju kenaikan sebesar 1.6% sekaligus kenaikan pekan ke-2.

Sepanjang tahun 2015 ini emas telah mengalami kenaikan sebesar 1.4% setelah sempat berayun diantara gain dan loss lebih dari 10 kali seiring para investor mengkaji waktu AS yang akan menaikkan suku bunga. Kemarin The Fed memberikan sinyal akan menaikkan suku bunga secara bertahap menyusul para petinggi The Fed melihat adanya bukti pertumbuhan ekonomi yang lebih menetukan. Yunani cenderung akan keluar dari Zona Eropa setelah kemarin para menteri keuangan gagal untuk mencapai kesepakatan mengenai dana talangan, menekan para pemimpin untuk menyerukan pertemuan darurat. Hal itu akan mendorong daya tarik bullion sebagai aset safe haven.

Penurunan dolar ke level 1 bulan terendah di pekan ini juga mendorong permintaan bullion sebagai aset alternatif. Sementara Indeks Spot Dolar Bloomberg mencatat penurunan pekan ke-2.

Emas untuk pengiriman bulan Agustus turun 0.2% ke level $1,200.20 per ounce di Comex setelah kemarin naik 2.1%. Sementara perak untuk pengiriman segera stagnan di level $16.1673, sekaligus penurunan mingguan pertama dalam sebulan terakhir. (bgs)

Sumber : Bloomberg