PT Best Profit Futures Malang

Negara-Negara Kuat Dunia Upayakan Kemajuan Gencatan Senjata di Suriah

Residents look for survivors amidst the rubble after an airstrike on the rebel-held Old Aleppo, Syria April 16, 2016. REUTERS/Abdalrhman Ismail

BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/5) – Perang selama lima tahun di Suriah, menjadi perhatian utama para diplomat di Wina, Selasa (17/5) di mana kelompok 17 negara anggota kelompok internasional pendukung Suriah (ISSG) mengadakan pertemuan guna membahas pembicaraan politik yang macet, kesulitan dalam mempertahankan gencatan senjata dan tidak meratanya pembagian bantuan kemanusiaan PBB.

Gencatan senjata, yang mulai berlaku pada akhir Februari, membawa penurunan dramatis dalam kekerasan secara keseluruhan di Suriah, namun kemajuan secara perlahan-lahan telah terkikis.

Amerika dan Rusia berusaha menggunakan pengaruh masing-masing untuk meyakinkan pihak-pihak yang bersaing agar mematuhi perjanjian sementara itu selagi juga berusaha mendukung pembicaraan damai yang sejauh ini tidak mencapai banyak kemajuan.

Kedua negara adalah bagian dari ISSG. Tetapi sementara Rusia mendukung rezim Suriah, Amerika telah mendukung oposisi moderat.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov bertemu hari Senin (16/5) untuk membahas krisis Suriah. Kantor berita Rusia Interfax melaporkan perlunya memotong jalur perbekalan œteroris antara percataran Suriah-Turki adalah di antara beberapa isu yang dibahas dalam pertemuan itu.

Sumber : VOA