PT Best Profit Futures Malang

Minyak Memperpanjang Penurunan Mingguan ke-5

1-crude oil

Perdagangan minyak mendekati harga terendah dalam enam tahun terakhir menuju penurunan mingguan kelima di tengah tanda-tanda memburuknya berlimpahnya pasokan minyak global.

Minyak berjangka sedikit berubah di New York setelah turun untuk ketujuh kalinya dalam delapan hari pada hari Kamis. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak(OPEC) perlu mempertahankan target produksi tidak berubah untuk mempertahankan pangsa pasar, kata Kuwait, produsen terbesar ketiga dalam kelompok OPEC. Iran diprediksi dapat meningkatkan ekspor minyak dalam beberapa bulan setelah mencapai kesepakatan mengenai program nuklirnya, menurut pejabat AS dan Eropa.

Minyak telah memperbaharui kemerosotannya setelah kehilangan hampir 50% pada tahun lalu yang diakibatkan cadangan minyak mentah AS diperluas ke level tertinggi dalam lebih dari tiga dekade. OPEC mempertahankan kuotanya sebesar 30 juta barel per hari di bulan November, menolak permintaan untuk mengekang produksi di tengah melonjaknya pasokan dari produsen shale.

West Texas Intermediate untuk pengiriman bulan April berada di level $ 43,78 per barel di perdagangan elektronik New York Mercantile Exchange, turun 18 sen, pada pukul 12:59 siang waktu Sydney. Kontrak, yang berakhir pada hari Jumat, ditutup di level $ 43,46 pada 17 Maret, level terendah sejak Maret 2009. Volume semua berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 68% di bawah rata-rata 100-hari.(frk)

Sumber: Bloomberg