PT Best Profit Futures Malang

Minyak Mantapkan Posisi Pasca Penurunan Enam Pekan

056036000_1439550656-Kilang_Pertamina_di_Dumai-ok

BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/10) – Minyak sedikit berubah di New York pasca penurunan terbesarnya dalam enam minggu di tengah perdebatan cara pandangan untuk permintaan global.

Minyak West Texas Intermediate naik sebesar 2,8 persen setelah penurunan 5,1 persen pada Senin kemarin. Pasar global akan tetap kelebihan pasokan pada 2016 karena melambatnya pertumbuhan permintaan, Badan Energi Internasional mengatakan dalam sebuah laporan Selasa. Sebaliknya, Abdalla Salem El-Badri, Sekretaris Jenderal Organisasi Negara Pengekspor Minyak, mengatakan bahwa konsumsi minyak dunia pada Senin kemarin meluas, sementara negara-negara non-OPEC akan mengalami kekurangan pasokan.

Minyak menguat di atas $ 50 per barel pada pekan lalu untuk pertama kalinya sejak Juli, namun telah gagal untuk mempertahankan keuntungan di tengah spekulasi bahwa pasar dapat tetap kelebihan pasokan. Perlambatan ekonomi China mempengaruhi pertumbuhan global di tengah  penurunan harga komoditas pada tahun ini. OPEC telah memproduksi lebih dari 30 juta barel kuota harian selama 16 bulan berturut-turut.

WTI untuk pengiriman November turun 11 sen menjadi $ 46,99 per barel pada 02:05 siang di New York Mercantile Exchange. Minyak berjangka sebelumnya menyentuh $ 46,60, atau terendahnya sejak 6 Oktober lalu. Volume semua minyak berjangka yang diperdagangkan adalah 32 persen di atas rata-rata 100 harinya.

Minyak Brent untuk pengiriman November turun 34 sen menjadi $ 49,52 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange. Minyak mentah acuan Eropa diperdagangkan pada premium sebesar $ 2,53 untuk WTI.(mrv)

Sumber: Bloomberg