PT Best Profit Futures Malang

Militan Kurdi Klaim Serangan Bom Mobil di Turki

TURKEY OUT
A police officer gestures as he walks at the site of an explosion while firefighters try to extinguish flames after an attack targeted a convoy of military service vehicles in Ankara on February 17, 2016.
At least 18 people were killed and 45 wounded by a car bomb targeting the military in the heart of the Turkish capital Ankara on February 17, the city's governor said. The bloodshed came on the heels of a string of attacks in Turkey, blamed on jihadists but also on Kurdish rebels. The bomb aimed at a convoy of military service vehicles, Ankara governor Mehmet Kiliclar said, quoted by the CNN-Turk and NTV channels. / AFP / CIHAN NEWS AGENCY / STRINGER / Turkey OUT

BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/3) – Sebuah kelompok militan Kurdi yang terkait Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang terlarang, hari Kamis (17/3) mengaku bertanggungjawab atas serangan bom mobil hari Minggu lalu di ibukota Turki yang menewaskan 37 orang.

Elang Kebebasan Kurdistan (TAK) menyatakan di situsnya bahwa serangan di Ankara ditujukan pada mereka yang bertanggung jawab atas operasi keamanan di Turki Tenggara, dan memperingatkan bahwa kelompok itu akan menyerang lagi.

Kelompok itu sebelumnya juga mengklaim serangan bom lainnya bulan lalu di Ankara yang menewaskan 29 orang. Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengesampingkan klaim itu yang disebutnya palsu, dengan mengatakan TAK berusaha melindungi para pejuang Kurdi Suriah agar tidak dikaitkan dengan pengeboman tersebut.

Turki menyatakan sayap bersenjata Partai Demokrasi Kurdi Suriah, dikenal juga sebagai milisi Unit-Unit Pelindung Rakyat atau YPG, adalah teroris yang tidak ada bedanya dengan PKK yang telah melancarkan pemberontakan tiga dekade untuk menuntut otonomi lebih besar di Turki Tenggara.

Pasukan Turki telah menekankan ofensif terhadap PKK di Turki Tenggara dan di Irak Utara sejak Juli lalu.

Sumber : VOA