PT Best Profit Futures Malang

Menggugat Bencana Kabut Asap

078008300_1440729971-Musi-Kabut-AsapA

BESTPROFIT FUTURES MALANG (22/9) – Diah Siallagan bukanlah siapa-siapa di lingkungan masyarakatnya yang hidup di Pulau Samosir. Dia tak lebih dari seorang petugas pos masuk kompleks wisata Batu Persidangan dan Batu Parhapuran Huta Siallagan di Ambarita, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Namun bencana asap dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Sumatera Selatan, Jambi dan Riau dalam beberapa pekan terakhir ini telah turut mengusik kehidupan perempuan yang mengaku pernah lama menetap di Bandung, Jawa Barat, sebelum hijrah ke Samosir ini.

“Kabut asap turut memengaruhi kunjungan wisatawan mancanegara ke Pulau Samosir ini. Biasanya dari Juni hingga September ini, arus kunjungan wisatawan asing cukup banyak, tapi sekarang ini tidak begitu ramai,” katanya kepada Antara yang menemuinya di lokasi wisata tersebut, Minggu (13/9).

Kabut asap yang sempat memeranguhi jadwal penerbangan Bandar Udara Internasional Kuala Namu sebagai pintu masuk utama pariwisata Sumatera Utara beberapa waktu lalu akibat penurunan jarak pandang itu juga dikeluhkan Rockhudson Rumahorbo, sopir mobil penumpang CV Parapat Indah.

Seperti halnya Diah, sopir perusahaan transportasi antarkota dalam provinsi yang berbasis di Pasar Tiga Raja, Kota Parapat, Kabupaten Simalungun, ini juga mengkhawatirkan berkurangnya arus kunjungan wisatawan asing akan memukul pendapatan masyarakat di daerah tujuan wisata Samosir dan sekitarnya.

Apa yang disampaikan Diah dan Rockhudson yang boleh jadi mewakili kekhawatiran kebanyakan warga yang menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata itu diamini sejumlah wisatawan asing yang berlibur di Pulau Samosir.

Di antara para wisatawan mancanegara yang terusik dengan bencana kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah di Pulau Sumatera itu adalah Jonathan Daniels Rojas dan Lia Le Ster.

Sumber : Liputan6