PT Best Profit Futures Malang

Kilau Emas di Bursa COMEX Berlanjut Hingga Pertengahan Juni

gold-pixabay-700x357
Harga emas di Bursa COMEX pada interval perdagangan 9 sampai dengan 13 Juni ditutup dengan penguatan secara agregat sepekan cukup signifikan. Penguatan harga emas pada pekan lalu, dipicu oleh pelemahan perekonomian AS pada periode Mei lalu dan kondisi geopolitik global yang kembali memanas di Timur Tengah dan Afrika.
Beberapa Rilis data AS dan kembali munculnya konflik di Timur Tengah pada pekan lalu, menjadi fondasi cukup kuat bagi komoditas emas untuk mengalami penguatan. Emas yang pada pekan sebelumnya menguat akibat insentif perekonomian Eropa oleh ECB, kembali melaju mendekati level $.1300/t oz pekan lalu.
Perekonomian AS dan Tiongkok terpantau menjadi determinan terkuat pada pergerakan harga pekan lalu. Penguatan emas secara agregat pekan lalu, sempat diawali dengan pelemahan akibat sentimen kuat dari data pekerja AS yang positif. Data yang rilis pada pekan sebelumnya tersebut membuat harga emas masih berada di zona merah dan diperburuk oleh penguatan nilai mata uand Dollar AS di hari pertama perdagangan pekan lalu.
Namun pelemahan nilai emas, langsung berbalik ke trend menguat dalam level signifikan pada hari kedua perdagangan pekan ini. Data perekonomian Tiongkok dan kisruh buruh pertambangan di Afrika Selatan menjadi fundamental positif kuat yang menggerakan emas cukup kokoh di zona hijau. Inflasi Tiongkok yang terpantau naik ke level 2,5% pada Mei, memicu peralihan investor untuk melepas risiko terhadap pelemahan nilai investasi Yuan ke logam emas. Sedangkan kisruh pertambangan di Afrika Selatan selaku salah satu penghasil emas terbesar dunia, meningkatkan harga emas dengan potensi gangguan supply emas global.
Pergerakan signifikan pada komoditas emas, kembali terjadi jelang akhir periode perdagangan pekan lalu akibat rilis beberapa faktor fundamental yang membuat sentimen positif sebelumnya semakin kokoh. Data perekonomian AS yang akhirnya terpantau berada dalam kondisi negatif, melecut kuat komoditas emas untuk kembali bergerak signifikan ke zona penguatan. Sektor ritel yang mengalami pelemahan dari level 0,5 ke 0,3 serta klaim pengangguran yang naik dari 313.000 ke 317.000 pada bulan Mei mengindikasikan pelemahan perekonomian AS dan berdampak pada kembali menguatnya minat pada investasi safe haven.
Selain faktor dari data perekonomian AS yang melemah, emas di Bursa COMEX juga terdorong oleh kondisi geopolitik global yang kembali memanas di kawasan timur tengah. Irak yang kembali dilanda konflik akibat serangan ISIS atau kelompok militan yang dahulu dikenal dengan Al-Qaida. Terpantau pada Kamis akhir pekan lalu, ISIS sedang berupaya menguasai daerah sentral Irak yaitu Baghdad sehingga berpotensi untuk memicu perang regional.
Pada perdagangan pekan lalu di Bursa COMEX, harga emas ditutup dengan mengalami penguatan signifikan secara agregat sepekan. Harga emas spot COMEX pada pekan lalu ditutup naik 1,92% secara agregat sepekan ke tingkat harga $1.276,6/t oz atau menguat $24,1/t oz. Sedangkan untuk emas berjangka COMEX untuk kontrak paling laku Agustus 2014 naik 1,73% ke tingkat harga $1.274,1/t oz atau menguat $21,6/t oz.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga emas pada pekan ini akan sangat dipengaruhi oleh data-data moneter global yang akan rilis pada pekan ini. Data Inflasi Inggris dan AS yang akan rilis pada Selasa waktu setempat serta keputusan tingkat suku bunga oleh The Fed pada hari Kamis akan menjadi sentimen kuat penggerak harga emas pada pekan ini.
Namun, melihat prediksi inflasi AS dan Inggris yang diprediksikan mengalami penurunan, harga emas diperkirakan akan bergerak flat cenderung menguat dalam posisi menunggu data dengan kemungkinan lonjakan tajam apabila data tidak berada sesuai ekspektasi seperti halnya beberapa rilis pekan lalu. Terkait pergerakan harga emas, range normal emas pada pekan ini terdapat pada kisaran $1.241-$1.296 untuk emas spot dan $1,239-$1.295,5 untuk emas berjangka kontrak Agustus 2014.
Sumber : Vibiznews