PT Best Profit Futures Malang

Industri Jasa Keuangan Indonesia Masih Sehat, OJK Kembangkan Regulasinya

Gedung-OJK-700x357
Otoritas Jasa Keuangan melaporkan hasil kinerja industri jasa keuangan untuk periode triwulan I 2014 yang ada di Indonesia mengalami pergerakan yang positif, dan hal ini terlihat dari progress pergerakan hampir semua industri yang mengalami kenaikan meskipun dengan volatilitas yang rendah.
Pada sektor perbankan, kinerja sektor perbankan dinilai secara umum cukup baik dibandingkan triwulan sebelumnya yang terlihat pada rasio kecukupan modal (CAR) yang tinggi sebesar 19,8% dan rasio kredit bermasalah (NPL) yang rendah sebesar 1,9%. Namun terjadi perlambatan pada perbankan syariah.
Demikian juga dengan pasar modal, IHSG Bursa Efek Indonesia triwulan I 2014 meningkat sebesar 11,56% yang ditutup pada posisi 4.768,28. Dampak dari penguatan indeks mempengaruhi peningkatan nilai kapitalisasi saham menjadi Rp 4.717,5 triliun.
Pengaruh positif berimbas pada pasar obligasi yang juga mengalami peningkatan, terutama pasar SBN, dimana imbal hasil (yield) SBN jangka waktu 5 tahun mengalami penurunan. Untuk produk investasi seperti Reksa Dana melanjutkan kecenderungan triwulan sebelumnya mengalami peningkatan dimana total Nilai Aktiva Bersih (NAB) pada triwulan I ini meningkat sebesar Rp 206,32 triliun atau sebesar 7,45%
Tahun ini OJK mengembangkan kerangka regulasi antara ketiga industri jasa keuangan yang diterapkan pada industri Perbankan, Pasar Modal dan IKNB berbasis syariah. Didalam mengakomodir dinamika industri dan tantangan kedepan, maka OJK menerbitkan 7 peraturan yang berkaitan dengan IKNB, Edukasi & Perlindungan konsumen dan pungutan OJK
Pergerakan yang positif pada industri ini menunjukkan industri sektor keuangan Indonesai masih terjada dan terbentuknya momentum yang membentuk indikator perekonomian yang menunjukkan tren positif mencapai 5,21% dengan nilai tukar rupiah mulai menguat sebesar 7% sampai dengan akhir triwulan I 2014 dan ini merupakan termasuk yang paling besar diantara negara-negara emerging market seperti Turki, Brazil, India dan Afrika Selatan.
Sumber : Vibiznews