PT Best Profit Futures Malang

IHSG Berpotensi Menguat di Awal Pekan

saham

BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/5) – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan menguat pada perdagangan saham awal pekan ini.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan, IHSG masih melanjutkan kenaikan menuju level resistance 5.369 dan support level 5.271.

“Pergerakan IHSG masih akan berada di area positif pada Mei 2015 ini. Dalam jangka pendek IHSG masih berada dalam jalur menguat,” kata William dalam ulasannya, Senin (25/5/2015).

Sementara itu, Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan berada di rentang support 5.280-5.305 dan resistance 5.350 pada perdagangan saham Senin pekan ini.

Menurut Reza, sebelumnya laju IHSG masih berada di area sekitar target resistance 5.325-5.350, namun sempat tertahan di atas area target support 5.270-5.288. “Adanya potensi penurunan mampu ditahan dengan masih adanya aksi beli yang memanfaatkan berita positif yang memicu aksi beli meski tipis,” kata Reza.

Dengan melihat kondisi itu, Reza menilai, ada kemungkinan IHSG juga melemah dengan utang gap di level 5.273-5.278 yang berpeluang untuk diuji. “Untuk itu tetap mewaspadai potensi pembalikan arah melemah jika ada,” tutur Reza.

Dalam riset PT Sinarmas Sekuritas menyebutkan, IHSG akan bergerak variatif di kisaran 5.285-5.342. Sejumlah sentimen yang akan pengaruhi IHSG antara lain dari Amerika Serikat akan merilis data inflasi yang diperkirakan stagnan ke level 0,2 persen Month on Month (MoM). Sedangkan dari Jepang akan merilis data neraca perdagangan yang diperkirakan ke 192,6 miliar Yen dibandingkan sebelumnya 229,3 miliar.

Untuk rekomendasi saham, William memilih saham yang dapat diperhatikan pelaku pasar yaitu saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Indosat Tbk (ISAT).

Sedangkan Reza memilih saham JSMR, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) untuk diperhatikan pelaku pasar. (Ahm/)

Sumber : Liputan6