PT Best Profit Futures Malang

Harga Karet Tocom Terangkat Aksi Beli

rubber-wiki-700x357
Harga karet di Bursa Tocom pada awal perdagangan sesi pagi hari ini terpantaus sedang mengalami penguatan tipis. Penguatan harga karet di Bursa Tocom diduga merupakan imbas aksi beli para investor pasca anjloknya harga karet pada pekan lalu.
Pergerakan harga karet yang turun tajam hingga hampir merupakan rekor mingguan terburuk 6 bulan terpantau mulai memicu aksi beli oleh para investor di Tocom. Harga karet yang terus tergerus akibat penguatan daya saing karet sintetis pasca anjloknya harga minyak mentah global, membuat harga karet dianggap telah terlalu rendah. Selain itu, pekan lalu dorongan tingkat persediaan karet di Bursa Tocom juga menjadi sentimen negatif kuat pada pekan lalu akibat indikasi penumpukan supply sehingga harga karet Tocom sulit untuk bergerak bangkit.
Walaupun demikian, penguatan harga karet di Bursa Tocom pada perdagangan hari ini juga diduga turut terangkat oleh pergerakan nilai mata uang Yen. Pergerakan nilai mata uang Yen yang bergerak cenderung melemah pasca penguatan pekan kemarin, diduga turut meningkatkan aksi beli investor asing di Bursa Tocom yang diperdagangkan dalam Yen.
Pada perdagangan hari ini di Bursa Tocom, harga karet terpantau sedang mengalami pergerakan menguat tipis. Harga karet berjangka Tocom untuk kontrak Desember 2014 naik 0,05% ke tingkat harga 201,4 Yen/kg atau menguat 0.1 Yen/kg.
Sedangkan dari Bursa SHFE, harga karet juga terpantau mengalami pergerakan menguat namun dalam level cukup signifikan. Harga karet berjangka SHFE untuk kontrak September 2014 naik hingga 0,90% ke tingkat harga 14.070 Yuan/ton atau menguat 125 Yuan/ton.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga karet berpotensi untuk kembali menguat tipis pada perdagangan hari ini di Bursa Tocom. Hal tersebut dilandasi oleh potensi aksi beli para investor pasca penurunan harga signifikan pekan lalu meskipun arahan sentimen pasar masih lemah. Terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran 198-203,5 Yen/kg.
Sumber : Vibiznews