PT Best Profit Futures Malang

Geopolitik Memanas, Harga Emas LLG Akhiri Trend Negatif

Gold-Flickr-700x357
Harga emas LLG pada perdagangan pekan lalu terpantau berhasil ditutup dengan penguatan secara agregat sepekan pada Jumat 8 Agustus 2014. Penguatan harga emas LLG pada perdagangan pekan lalu dipicu oleh dorongan kuat dari semakin memanasnya kondisi geopolitik global yang memicu peningkatan minat investasi safe haven.
Pergerakan agregat sepekan harga emas pada pekan lalu, terpantau berhasil untuk mengakhiri trend bearish yang telah berlangsung hingga 3 pekan sebelumnya. Harga emas yang sempat melemah pada 2 hari awal perdagangan pekan lalu, langsung melonjak tajam untuk menutup pergerakan menguat secara sepekan pada perdagangan Rabu dan Kamis walaupun akhirnya kembali melemah pada Jumat.
Pada 2 awal perdagangan pekan lalu, kondisi perekonomian global yang membaik masih menjadi momok pergerakan harga emas. Harga emas yang sebelumnya sempat mengalami dorongan penguatan akibat pelemahan di Wall Street serta bursa saham Eropa, justru tertekan oleh pergerakan bursa saham tersebut pada perdagangan Senin pekan lalu. Laporan keuangan di Wall Street yang cenderung positif serta keputusan bail out terhadap Banco Espirito Santo Portugal memicu reboundnya bursa saham yang berimbas pada pelemahan minat safe haven.
Pelemahan pada harga emas pun masih berlanjut pada perdagangan hari kedua pekan lalu setelah rilis data perekonomian AS kembali berada dalam kondisi sangat baik. Rilis data sektor jasa Amerika Serikat yang rilis Selasa lalu dan berada pada kondisi positif melebihi ekspektasi, semakin menggerus harga emas akibat semakin melemahnya minat terhadap safe haven. Adapun dari rilis data sektor jasa AS, laporan menunjukan penguatan hingga 2,7 poin ke level tertinggi 8,5 tahun pada 58,7 dan jauh dari ekspektasi di 56,3.
Namun, pasca harga emas telah telihat berpotensi untuk kembali melemah akibat perbaikan ekonomi global, tensi konflik Ukraina-Rusia serta Irak terpantau memicu harga emas untuk dapat membalikan tekanan dari faktor ekonomi global. Konflik Ukraina-Rusia yang memanas pasca penambahan pasukan Rusia di wilayah perbatasan serta memanasnya konflik Irak akibat bantuan armada udara AS, membuat minat terhadap safe haven kembali bangkit pada dua hari perdagangan tengah pekan. Selain itu, kembali resesinya Italian akibat posisi GDP yang masih negatif di level -0,3% juga turut mendorong pembelian emas di pasar Eropa.
Walaupun demikian, dorongan faktor geopolitik global terpantau tidak dapat bertahan kokoh menjadi penggerak harga emas pada pekan lalu. Hal tersebut dilandasi oleh berangsur membaiknya potensi konflik Ukraina-Rusia pasca Otoritas di Moskow memberikan pernyataan akan mengakhiri pelatihan di wilayah selatan Rusia yang berdekatan dengan Ukraina. Dampat dari hal tersebut, bursa saham AS bergerak menguat signifikan hingga emas pun kembali melemah akibat peralihan pola investasi dari safe haven.
Pada perdagangan pekan lalu, 4-8 Agustus 2014, harga emas LLG terpantau ditutup menguat secara agregat sepekan. Harga emas LLG naik 1,46% ke tingkat harga $1.311,75/t oz atau menguat $18,90/t oz.
Sementara pada perdagangan emas berjangka di Comex, harga emas berjangka juga terpantau ditutup menguat secara agregat sepekan. Harga emas berjangka Comex untuk kontrak Desember 2014 naik 1,25% ke tingkat harga $1.311/t oz atau menguat $16,2/t oz.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi pergerakan harga emas pada pekan ini masih akan cenderung mendapat dorongan dari faktor geopolitik untuk menguat. Namun, beberapa dara estimasi awal GDP dari inggris, Uni Eropa, dan Jerman serta data pekerja Inggris dan AS diduga akan menjadi penggerak harga untuk pekan ini. Selain itu, pergerakan data inflasi yang meskipun diprediksi tidak akan terlaku mengalami perubahan dari wilayah Inggris dan Uni Eropa juga berpotensi untuk memberikan pengaruh. Terkait pergerakan harga emas, range normal diprediksi akan berada di kisaran $1.272-$1.343 pada emas LLG dan $1.265-$1.347 pada emas berjangka Comex untuk kontrak Desember 2014.
Sumber : Vibiznews