PT Best Profit Futures Malang

Dolar Tertekan Terkait Rencana The Fed Menaikan Suku Bunga Bulan September

Miliarder+lotere+bunuh+diri+1

BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/8) – Kawanan terbesar fase bulls untuk mata uang dolar sejak bulan Februari rentan seiring para pedagang memangkas kemungkinan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada bulan depan.

Dolar mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam 5 hari terakhir pada Kamis ini pasca risalah dari pertemuan kebijakan terbaru The Fed, yang dirilis hari Rabu di Washington, menunjukkan sebagian besar peserta “menilai bahwa kondisi untuk pengetatan kebijakan belum tercapai.” Spekulan menambahkan posisi dolar menguat untuk minggu kedelapan sampai 11 Agustus, yang merupakan jangka waktu terpanjangnya sejak 2010.

Indeks Spot Dollar Bloomberg berada di level 1,208.55 pada pukul 9:03 pagi waktu Tokyo dari level sebelumnya 1,208.06 di New York, di mana Dollar melemah sebesar 0,3 %. Mata uang tersebut sedikit berubah pada level $ 1,1123 per euro menyusul penurunan 0,9 %, dan diperdagangkan pada level 123,89 ¥ setelah kemarin turun 0,5 % ke level 123,80 ¥.

Kontrak berjangka menunjukkan pedagang melihat tentang kemungkinan sebanyak 36 % dari anggota The Fed yang setuju untuk kenaikan suku bunga acuan pada pertemuan 16-17 September mendatang, berdasarkan pada asumsi bahwa suku bunga The Fed yang efektif rata-rata 0,375 % setelah kenaikan pertama. Itu turun dari sekitar 50 % sebelum pertemuan. The Fed telah mempertahankan suku bunga acuan di kisaran nol hingga 0,25 % sejak Desember 2008.

Data sebelumnya hari Rabu menunjukkan pertumbuhan di ekonomi terbesar dunia belum mempercepat tingkat inflasi. Sementara Indeks harga konsumen naik 0,1 % pada Juli dari bulan Juni, ketika meningkat 0,3 %.

Sebagian besar peserta pertemuan “menilai bahwa kondisi untuk pengetatan kebijakan belum tercapai, tapi mereka mencatat bahwa kondisi yang mendekati titik tersebut,” menurut pertemuan dari sesi Federal Open Market Committee (FOMC) pada 28-29 Juli lalu. (knc)

Sumber : Bloomberg