PT Best Profit Futures Malang

CTRA Segera Garap 4 Hotel Baru, Laju Sahamnya Dalam Konsolidasi

ctra-700x357

BESTPROFIT FUTURES MALANG (11/5) – Guna menggenjot kinerja di tahun ini, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) berencana membangun 4 hotel di wilayah Bintaro, Bumi Serpong Damai (BSD), Banjarmasin dan Bengkulu. Adapun investasi yang dibutuhkan untuk membangun satu unit hotel bujet tersebut, diperkirakan bakal menelan biaya sekitar Rp30 miliar hingga 40 miliar.

Hingga saat ini, perseroan telah mengoperasikan 4 hotel bujet yang berlokasi wilayah Cirebon, Semarang, Yogyakarta dan Bandung. Ini dilakukan guna mendukung target marketing sales CTRA pada 2015 yang mencapai Rp10,96 triliun. Untuk tingkat okupansi, dua hotel yang berada di Cirebon dan Semarang mencatatkan tingkat huniannya masih berada di bawah 50%. Sedangkan untuk hotel yang berlokasi di Yogyakarta dan Bandung, tingkat okupansinya tercatat lebih tinggi, yakni mencapai 60%.

Hingga Kuartal I 2015, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) berhasil meraih pendapatan sebesar Rp1,42 triliun atau naik dari pendapatan periode sama tahun sebelumnya yang Rp1,20 triliun. Adapun beban pokok naik jadi Rp752,31 miliar dari beban pokok tahun sebelumnya Rp624,07 miliar dan laba kotor menjadi Rp671,82 miliar naik dari laba kotor tahun sebelumnya yang Rp678,23 miliar.

Sementara laba usaha naik jadi Rp392,88 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya yang Rp330,55 miliar. Laba sebelum pajak naik jadi Rp338,83 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp325,42 miliar. Laba bersih naik tipis menjadi Rp227,83 miliar dari laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp227,65 miliar. Sedangkan dari posisi neraca, total aset CTRA per Maret 2015 mencapai Rp24,11 triliun atau naik dari total aset per Desember 2013 yang Rp23,28 triliun.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Jumat (8/5/15) saham CTRA ditutup turun 4,2% pada level 1,370 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 1,430 dan bergerak dalam kisaran 1,370 – 1,440 dengan volume perdagangan saham mencapai 4,8 juta lembar saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham CTRA sejak awal bulan April terlihat terus mengalami pergerakan melemah tertekan ke level support kuatnya, namun saat ini dalam potensi tekanan lanjutab terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Black Marubozu menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak flat yang menunjukan pergerakan CTRA dalam potensi menguat terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju CTRA masih akan terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan CTRA. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp1325 hingga target resistance di level Rp1500.

 

Sumber : Vibiznews