PT Best Profit Futures Malang

Category Archives: Post

Pertemuan Trump-Kim Tampaknya Perlu Konsesi Besar | Best Profit

Bestprofit PT Bestprofit Best Profit

Best Profit (3/5) – Meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesediaannya untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, kesempatan itu tampaknya tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat karena tidak ada pihak yang siap untuk memberikan konsesi apapun untuk membenarkan terjadinya pertemuan demikian.

Ketika Trump pada hari Senin (1/5) mengatakan bahwa dia akan merasa terhormat untuk bertemu dengan pemimpin muda Korea Utara itu, dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg News, dia juga menambahkan syarat, œdalam situasi yang tepat, saya akan bertemu dengannya. Juru bicara Gedung Putih Sean Spicer kemudian menjelaskan bahwa œjelas sekarang ini situasi yang tepat itu tidak ada.

Menyusul tawaran bersyarat Trump untuk berdialog dengan Kim, Amerika menerbangkan dua pesawat pembom Lancer B-1B supersonik di dekat perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan hari Selasa (2/5) dalam latihan bersama angkatan udara Korea Selatan.

Kantor berita resmi Korea Utara KCNA menanggapi latihan gabungan tersebut dengan menuduh Amerika œmendorong situasi di semenanjung Korea lebih dekat ke ambang perang nuklir.

Ketegangan di semenanjung Korea tetap tinggi karena pemerintahan Trump telah meningkatkan upaya menahan Pyongyang agar tidak melakukan uji coba nuklir lebih lanjut dengan menekan China untuk meningkatkan sanksi dan dengan menekankan kesediaan menggunakan kekuatan militer jika diperlukan. Best Profit

Ketika Trump pada hari Senin (1/5) mengatakan bahwa dia akan merasa terhormat untuk bertemu dengan pemimpin muda Korea Utara itu, dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg News, dia juga menambahkan syarat, œdalam situasi yang tepat, saya akan bertemu dengannya. Juru bicara Gedung Putih Sean Spicer kemudian menjelaskan bahwa œjelas sekarang ini situasi yang tepat itu tidak ada.

Menyusul tawaran bersyarat Trump untuk berdialog dengan Kim, Amerika menerbangkan dua pesawat pembom Lancer B-1B supersonik di dekat perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan hari Selasa (2/5) dalam latihan bersama angkatan udara Korea Selatan.

Sumber : VOA

Janji Kampanye Trump Belum Terwujud, Wall Street | Bestprofit

Best Profit Bestprofit PT Bestprofit

Bestprofit (28/3) – Wall Street melanjutkan pelemahan pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Kekhawatiran investor akan keberlanjutan rencana ekonomi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump masih menjadi pemberat gerak Wall Street.

Mengutip Reuters, Selasa (28/3/2017), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 45,74 poin atau 0,22 persen ke angka 20.550,98. S&P 500 kehilangan 2,39 poin atau 0,10 persen ke level 2.341,59. Berbeda, Nasdaq Composite mampu menguat 11,64 poin atau 0,2 persen ke level 5.840,37. Dow Jones telah melemah dalam delapan kali perdagangan dan merupakan pelemahan terpanjang dalam hampir enam tahun.

Sesaat setelah Donald Trump terpilih sebagai presiden AS, Wall Street langsung melonjak cukup besar dan mencetak beberapa rekor baru. Lonjakan bursa saham di AS tersebut karena pelaku pasar optimistis dengan beberapa langkah reformasi ekonomi yang dijanjikan oleh Trump semasa kampanye.

Namun dalam beberapa minggu terakhir ini, pelaku pasar sepertinya khawatir dengan rencana kerja dari Trump. Belum ada janji-janji kampanye di sektor ekonomi yang benar-benar terwujud, termasuk reformasi pajak dan juga pembangunan infrastruktur.

Bahkan untuk rencana reformasi tunjangan kesehatan dengan mengubah Obamacare, Trump tidak mendapat dukungan dari partainya sendiri yaitu Partai Republik sehingga gagal mengumpulkan cukup suara pada Jumat lalu.

Kegagalan ini membuat pelaku pasar kecewa dan melakukan aksi jual sehingga mendorong Wall Street ke level yang lebih rendah.

Namun, beberapa analis dan investor melihat bahwa kegagalan reformasi Undang-Undang Kesehatan ini akan membuka lebih cepat kepada rencana reformasi yang lain yaitu pemotongan pajak.

“Jadi Trump harus melanjutkan langkah reformasi pajak dengan cepat untuk kembali mengambil simpati pasar,” jelas Peter Tuz, president Chase Investment Counsel, Charlottesville, Virginia, AS.

Jika reformasi perpajakan berhasil maka pelaku pasar tidak akan terlalu mempermasalahkan kegagalan reformasi tunjangan kesehatan dan mendorong orang untuk kembali melakukan aksi beli. “Ada alasan bagi pelaku pasar untuk memborong saham,” tambah dia. (Gdn/Ndw)

Sumber : Liputan6