PT Best Profit Futures Malang

Bursa Saham AS Ditutup Naik

Ttraders work during the IPO of Mobile game maker King Digital Entertainment Plc on the floor of the New York Stock Exchange

Saham-saham AS mengalami reli, setelah Indeks Standard & Poor 500 mencatatkan salah satu penurunan tajam pada tahun ini, di tengah waktu jeda dari aksi jual ekuitas global.

Lonjakan di menit-menit akhir perdagangan mendorong indeks S&P 500 naik 1,8% ke level 1,948.87 pada pukul 04:00 sore di New York, ditutup pada sesi tertinggi setelah indeks tersebut turun 3,8% selama dua sesi sebelumnya. Ekuitas mengalami lonjakan pada awal perdagangan dan kemudian memangkas gain dengan lebih dari setengahnya sebelum mengalami rebound di siang hari bersama dengan harga minyak mentah.

Penurunan 3% indeks patokan ekuitas pada hari Selasa – terbesar ketiga dalam tahun 2015 – menandai awal yang suram untuk bulanan terburuk dalam tahun ini secara historis. Indeks S&P 500 rata-rata jatuh 1,1% pada bulan September, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg sejak 1927.

Tanda-tanda gangguan lainnya adalah bahwa berjangka pada indeks Chicago Board Options Exchange Volatility telah naik, menunjukkan pedagang memprediksi gejolak pasar saham akan bertahan. Indeks yang dikenal sebagai VIX turun 11% pada hari Rabu ke 27,93, setelah rekor lonjakan bulanan pada bulan Agustus, naik 135%.

Indeks S&P 500 merosot 6,3% di bulan lalu setelah China mendevaluasi mata uang-nya sehingga memicu kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global, yang menghapus lebih dari $ 5.7 triliun dari nilai pasar ekuitas di seluruh dunia, sedangkan volatilitas mencatatkan lonjakan terbesar. Indeks ekuitas memasuki koreksi pada pekan lalu, kemudian mengalami reli lebih dari 6% selama dua hari. Indeks tersebut menutup hari Rabu 9,1% di bawah semua waktu tertinggi yang ditetapkan pada bulan Mei.(frk)

Sumber: Bloomberg