PT Best Profit Futures Malang

BOK Pesimis Terhadap Ekonomi Korsel, Moody’s Justu Optimis

korsel-700x357

BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/4)

Bank sentral Korea Selatan (Korsel) kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi negaranya di tahun 2015 ini. Selain itu, Bank of Korea (BOK) juga memprediksi inflasi tahunan masih akan turun dibawah satu persen. Penurunan proyeksi tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya lemahnya tingkat ekspor yang dibarengi dengan lambannya permintaan domestik menjadi dasar yang kuat untuk menurunkan proyeksi pertumbuhan Korsel di tahun ini.

Ekspor Korsel dilaporkan masih tersendat untuk rebound lantaran turunnya permintaan pasar global. Selain itu, turunnya harga minyak juga cukup memangkas keuntungan petrokimia Korsel. Ekspor Korsel di bulan Maret dilaporkan turun 4,2 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Sebagai informasi, pekan ini BOK baru saja memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan bulan April di level terendahnya sebesar 1,75 persen. Menimbang hal tersebut, BOK mengestimasikan produk domestik bruto (PDB) Korsel akan berada pada level 3,1 persen di tahun ini.

Pesimisme para pejabat BOK terhadap outlook ekonomi negaranya tahun ini ternyata cukup berbeda dengan sikap lembaga pemeringkat internasional terkemuka di dunia, Moody’s yang justru optimis terhadap proyeksi ekonomi Korsel. Moody Investors Service menilai aksi terbaru dari pembuat kebijakan Korsel telah membantu prospek fiskal negara tersebut.

Hal inilah yang juga membuat Moody’s menaikkan peringkat kredit Korea Selatan ke level positif dari yang semula hanya berperingkat stabil. Dengan meningkatkan pengelolaan utang perusahaan sedikit banyak dapat mengurangi kerentanan terhadap gejolak pasar global dan hal ini baik bagi kondisi fiskal negara.

Pergeseran outlook oleh Moody ini justru keluar sehari setelah BOK menurunkan prediksi pertumbuhan ekonominya di tahun ini dari yang semula 3,4 persen menjadi 3,1 persen. Langkah-langkah fiskal dinilai sangat diperlukan untuk diambil karena dapat merangsang pertumbuhan ekonomi.