PT Best Profit Futures Malang

BI Kesal Perbankan Masih Kecolongan Trik Lama Pembobolan

Bank Indonesia (BI) kesal pembobolan dana nasabah perbankan dalam negeri masih terus terjadi. Bahkan, modus operandi para pelaku justru menggunakan trik kuno. Tentunya nasabah menjadi pihak yang dirugikan dari kasus ini.

Deputi Gubernur BI, Halim Alamsyah, menyayangkan industri perbankan tidak aktif melakukan pencegahan atas praktik dengan metode yang justru klasik.

“Misalnya, mereka (pembobol) menaruh kamera kecil di ATM (anjungan tunai mandiri). Itu yang memang perlu dicari langkah-langkah (penanganan), supaya hal-hal seperti itu tidak terjadi lagi,” ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Jumat (16/5).

Halim juga berkilah bahwa kasus semacam ini tidak hanya terjadi di industri perbankan Tanah Air. Melainkan juga, lumrah di negara-negara lain.

“Kami akan mencoba melihat strategi anti-fraud dari bank-bank untuk sistem pembayarannya. Sudah bagus atau belum?” jelas dia.

Sebelumnya, belum lama ini, Bank Mandiri melakukan pemblokiran sekitar 2.000 kartu debit. Keputusan Bank Mandiri untuk memblokir kartu debit tersebut merupakan respon cepat dari sistem telah berlaku di perseroan guna memastikan bahwa seluruh transaksi dan dana nasabah aman.

“Bank Mandiri telah menerapkan sistem IT perbankan yang update dan handal untuk memastikan bahwa seluruh dana nasabah di Bank Mandiri aman. Setiap tahun Bank Mandiri melakukan investasi besar untuk memperkuat sistem IT dan menjaga agar mampu mendeteksi upaya fraud sejak dini,” ungkap Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin dalam siaran pers, di Jakarta, Rabu (14/5).

sumber : www.merdeka.com