PT Best Profit Futures Malang

Awan Panas Merapi Akan Diprediksi Mengarah ke Cangkringan

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta memprediksi jika terjadi erupsi merapi maka material erupsi menuju arah tenggara, Kali Gendol, Cangkringan, Sleman.

Kepala BPPTK Yogyakarta, Subandriyo, mengatakan dari hasil pengamatan BPPPTKG di Gunung Merapi saat ini ada rekahan kawah bekas erupsi 2010. Rekahan kawah tersebut berada di sisi tenggara. Karena itu, besar kemungkinan bila terjadi erupsi, awan panas menuju ke arah kali Gendol. “Karena dikontroal perubahan kawah yang membuka kearah tenggara itu yang akan mengontrol arah erupsi mendatang, atau arah awan panas,” kata Subandriyo, saat dihubungi, Kamis (1/4/2014).

Dihubungi secara terpisah, Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTK, Sri Sumarti mengungkapkan, Gunung Merapi saat ini masih dalam status waspada dan bisa terjadi erupsi sewaktu-waktu berdasarkan pengalaman 2010 lalu. Maka dia tidak merekomendasikan segala aktivitas manusia di Gunung Merapi, termasuk pendakian.“Pendakian Gunung Merapi sementara tidak kita rekomendasikan kecuali upaya mitigasi,” kata Sri saat dihubungi Kamis (1/5/2014).

Menurut Sri, tidak direkomendasikannya aktifitas pendakian ke Gunung Merapi ditujukan untuk menghindari embusan erupsi bila tiba-tiba terjadi. Saat ini, BPPTKG masih terus melakukan pemantauan intensif terhadap Gunung Merapi. Ditambahkan dia, hingga Kamis (1/5/2014) masih terdengar suara dentuman dari Gunung Merapi. Namun berapa kali dentuman Sri mengaku masih dalam pantauan petugas mitigasi.

Sementara itu, Maulana Unan alias Uchil, salah satu aktivis pencinta alam di Jogja mengaku sudah mendengar imbauan dari BPPTK soal larangan untuk mendaki. Dia bersama sejumlah kelompok pecinta alam di DIY menghentikan sementara aktifitas pendakian Gunung Merapi. Padahal biasanya, ia membawa rombongan pendakian ke Merapi minimal satu bulan satu kali. “Terakhir kita mendaki Merapi awal April lalu,” kata Uchil.

Sumber dari www.solopos.com