PT Best Profit Futures Malang

Author Archives: bpf malang

PT Bestprofit | Bursa Wall Street Mingguan Merosot Tajam Data

Best Profit Bestprofit PT Bestprofit

PT Bestprofit (15/10) – Bursa saham AS naik dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Jumat akhir pekan, namun masih membukukan penurunan tajam untuk minggu ini karena kegelisahan investor atas kenaikan suku bunga, valuasi teknologi tinggi dan kekhawatiran tentang kemungkinan perlambatan ekonomi.

Indeks Dow Jones naik 287,16 poin menjadi 25.339,99, dipimpin oleh lonjakan 4,7 persen dalam Visa.

Indeks S & P 500 melonjak 1,4 persen menjadi 2,767.13, menghentikan penurunan beruntun enam hari, karena sektor teknologi melonjak 3,2 persen.

Indeks Nasdaq melonjak lebih dari 2 persen menjadi 7.496,89. pt bestprofit

Meskipun naik pada akhir pekan, namun indeks Dow Jones dan S & P 500 mengakhiri minggu dengan kerugian tajam lebih dari 4 persen, sementara Nasdaq membukukan kerugian mingguan 3,7 persen. Kerugian curam menandai penurunan mingguan terburuk mereka sejak Maret. Indeks S & P 500 juga mencatat penurunan tiga minggu berturut-turut, terlama sejak Juni 2016.

Sentimen bergoyang di seluruh dunia, karena investor menjadi gelisah atas kenaikan suku bunga dan valuasi tinggi di saham teknologi.

Imbal hasil obligasi 10-tahun mencapai level tertinggi pada tahun 2011 awal pekan ini, memicu kekhawatiran bahwa meningkatnya biaya pinjaman dapat memperlambat perekonomian. Presiden Donald Trump baru-baru ini mengkritik Federal Reserve AS untuk penurunan di pasar saham, mengatakan pada hari Rabu bahwa dia tidak senang dengan bagaimana bank sentral terus menaikkan suku bunga. pt bestprofit

Sementara itu, saham teknologi – pemain terbaik tahun ini – turun lebih dari 3,5 persen minggu ini. Itu adalah minggu terburuk sektor ini sejak Maret.

Wells Fargo dan Citigroup keduanya melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan, bersama dengan J.P. Morgan Chase, untuk memulai musim laba kuartal ketiga. Wells dan Citigroup masing-masing naik 1,3 persen dan 2,1 persen. Namun J.P. Morgan Chase tergelincir 1,1 persen.

Ekspektasi untuk musim penghasilan ini tinggi. Analis yang disurvei oleh FactSet memperkirakan pendapatan S & P 500 tumbuh sebesar 19 persen. pt bestprofit

Sumber : Vibiznews

PT Bestprofit | Pasar Ekuitas Turun Bawa Harga Minyak Jatuh

PT Bestprofit Bestprofit Best Profit

PT Bestprofit (12/10) – Harga minyak merosot ke posisi terendah lebih dari dua minggu, dipicu penurunan pasar saham global turun. Serta sentimen investor akan terjadi bearish seiring perkiraan persediaan minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan.

Melansir laman Reuters, Jumat (12/10/2018), harga minyak mentah berjangka Brent turun USD 2,83 menjadi USD 80,26 per barel, atau turun 3,41 persen. Ini setelah mencapai posisi terendah USD 79,80, posisi terlemah sejak 24 September. Adapun patokan minyak global telah melemah usai mencapai tertinggi selama empat tahun di level USD 86,74 pada 3 Oktober.

Sementara harga minyak mentah AS Futures West Texas Intermediate (WTI) turun USD 2,2 menjadi USD 70,97 per barel, atau 3,01 persen. WTI mencapai titik terendah sejak 21 September.

Persediaan minyak mentah Amerika Serikat dilaporkan naik 6 juta barel pekan lalu, menurut lembaga Administrasi Informasi Energi. Angka ini melebihi dari ekspektasi analis yang sebesar 2,6 juta barel. pt bestprofit

“Peningkatan signifikan dalam persediaan minyak mentah adalah refleksi dari kilang-kilang yang turun untuk pemeliharaan,” kata Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates.

Di sisi lain, kejatuhan pasar ekuitas AS dan kondisi risiko dari pasar global juga membebani harga minyak mentah berjangka.

Pada hari Rabu, pasar saham AS jatuh, dengan indeks S & P 500 dan Dow Industrials memposting hari terburuk dalam delapan bulan. Kondisi ini dipicu data ekonomi yang solid memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga selama tahun depan.

“Sisi permintaan dari persamaan minyak selalu jauh lebih sulit untuk dibedakan daripada sisi pasokan yang lebih transparan dan karena penurunan ekuitas di tengah kenaikan tarif, pasar minyak bisa mulai mendiskon skenario terburuk terkait dengan ekspektasi permintaan minyak,” jelas Jim Ritterbusch, Presiden Ritterbusch and Associates. pt bestprofit

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak mengurangi perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global pada tahun depan untuk bulan ketiga berturut-turut. Pengurangan dengan alasan headwinds menghadapi ekonomi yang lebih luas dari sengketa perdagangan dan pasar negara berkembang yang bergejolak.

Di Teluk AS Meksiko, produsen telah memangkas produksi hingga 40 persen pada Kamis karena Badai Michael, menurut Biro Keselamatan dan Penegakan Lingkungan (BSEE). Bahkan ketika beberapa operator mulai mengembalikan kru ke anjungan lepas pantai.

Badai Michael melanda ke darat Florida pada Rabu. Ini merupakan badai terkuat ketiga yang pernah menyerang daratan AS. Sejak itu melemah menjadi badai tropis.

Harga minyak turun dua persen didorong bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street yang tertekan.  Meski pun pelaku pasar khawatir tentang menyusutnya pasokan Iran dari sanksi AS dan terus mengawasi Badai Michael sehingga menutup hasil produksi dari teluk Meksiko.

Harga minyak Brent merosot USD 1,91 atau 2,3 persen ke posisi USD 83,09 per barel. Sebelumnya harga minyak acuan ini naik 1,3 persen pada Selasa. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) susut USD 1,79 ke posisi USD 73,17 per barel atau turun 2,4 persen. pt bestprofit

Harga minyak memperpanjang kerugian pasca American Petroleum Institute (API) melaporkan persediaan minyak mentah naik 9,7 juta barel selama sepekan yang berakhir 5 Oktober menjadi 410,7 juta. Angka ini lebih dari empat kali lipat 2,6 juta barel yang diperkirakan analis.

Harga minyak turun seiring bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street yang tergelincir. Ini dengan indeks saham S&P 500 alami penurunan terbesar dalam satu hari sejak Februari. Kenaikan imbal hasil obligasi AS dan kekhawatiran kebijakan sektor perdagangan memicu aksi jual di wall street.

“Selama kita terus melihat pelemahan di saham, itu akan berdampak ke area lainnya. Salah satunya energi karena itu semua berkaitan dengan harapan ekonomi,” ujar Analis United-ICAP, Brian LaRose, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (11/10/2018).

Risiko terhadap sistem keuangan global telah meningkat selama enam bulan terakhir. Hal tersebut dapat meningkat tajam jika tekanan di pasar negara berkembang meningkat dan hubungan perdagangan global memburuk.

Hal itu seperti disampaikan Dana Moneter Internasional (IMF). IMF memangkas proyeksi ekonomi global pada 2018 dan 2019 dan juga khawatir terhadap permintaan minyak yang merosot. pt bestprofit

Sumber : Liputan6

PT Bestprofit | Wall Street Tumbang, Harga Minyak Merosot

PT Bestprofit Bestprofit Best Profit

PT Bestprofit (11/10) – Harga minyak turun dua persen didorong bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street yang tertekan.  Meski pun pelaku pasar khawatir tentang menyusutnya pasokan Iran dari sanksi AS dan terus mengawasi Badai Michael sehingga menutup hasil produksi dari teluk Meksiko.

Harga minyak Brent merosot USD 1,91 atau 2,3 persen ke posisi USD 83,09 per barel. Sebelumnya harga minyak acuan ini naik 1,3 persen pada Selasa. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) susut USD 1,79 ke posisi USD 73,17 per barel atau turun 2,4 persen.

Harga minyak memperpanjang kerugian pasca American Petroleum Institute (API) melaporkan persediaan minyak mentah naik 9,7 juta barel selama sepekan yang berakhir 5 Oktober menjadi 410,7 juta. Angka ini lebih dari empat kali lipat 2,6 juta barel yang diperkirakan analis.

Harga minyak turun seiring bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street yang tergelincir. Ini dengan indeks saham S&P 500 alami penurunan terbesar dalam satu hari sejak Februari. Kenaikan imbal hasil obligasi AS dan kekhawatiran kebijakan sektor perdagangan memicu aksi jual di wall street. pt bestprofit

“Selama kita terus melihat pelemahan di saham, itu akan berdampak ke area lainnya. Salah satunya energi karena itu semua berkaitan dengan harapan ekonomi,” ujar Analis United-ICAP, Brian LaRose, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (11/10/2018).

Risiko terhadap sistem keuangan global telah meningkat selama enam bulan terakhir. Hal tersebut dapat meningkat tajam jika tekanan di pasar negara berkembang meningkat dan hubungan perdagangan global memburuk.

Hal itu seperti disampaikan Dana Moneter Internasional (IMF). IMF memangkas proyeksi ekonomi global pada 2018 dan 2019 dan juga khawatir terhadap permintaan minyak yang merosot. pt bestprofit

Harga minyak merosot meski pun ada kekhawatiran pasokan minyak imbas Badai Michael. Di Teluk Meksiko AS, produsen memangkas produksi minyak harian sekitar 42 persen karena badai. Pemotongan produksi minyak itu mewakiliki 718.877 barel per hari produksi minyak.

Sementara produksi minyak mentah telah dipangkas karena topan. Kekhawatiran pasokan minyak mentah dari Timur Tengah juga mendukung harga minyak. Ekspor minyak mentah Iran turun pada awal Oktober seiring pelaku pasar mencari alternatif jelang sanksi AS yang berlaku pada 4 November.

Arab Saudi, pengekspor minyak terbesar di dunia akan memasok pembeli India dengan tambahan 4 juta barel minyak pada November. Hal itu berdasarkan sumber Reuters. India merupakan klien minyak terkemuka Iran setelah China.

Sanksi AS terhadap AS diharapkan dapat jaga harga minyak tinggi di atas USD 65. Kemungkinan harga minyak dapat tembus USD 100 dalam jangka menengah. Produksi minyak mentah AS diperkirakan naik 1,39 juta barel menjadi 10,74 juta barel per hari. pt bestprofit

Sumber : Liputan6