PT Best Profit Futures Malang

ASII Siapkan 8,74 Triliun Guna Dividen, Laju Sahamnya Dalam Koreksi Lanjutan

astra01-700x357

 

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/4) – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Astra Internasional Tbk (ASII) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp8,74 triliun atau sebesar Rp216 per saham. Adapun dividen interim sebesar Rp64 per saham yang telah dibayarkan pada tanggal 31 Oktober 2015 dan sisanya sebesar Rp152 per saham akan dibayarkan pada tanggal 29 Mei 2015 kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham ASII pada tanggal 11 Mei 2015 pukul 16.00 WIB. Dengan adanya pembagian dividen tersebut, sisa laba bersih perseroan yang diperoleh pada tahun 2014 sebesar Rp 10,43 triliun, akan dibukukan sebagai laba ditahan guna mendukung kegiatan bisnis perseroan kedepannya.

Hingga tiga bulan pertama tahun 2015, ASII membukukan laba bersih sebesar Rp3,99 triliun atau merosot 16% dibandingkan dengan periode yang sama setahun sebelumnya Rp4,72 triliun. Raihan tersebut tertekan oleh pendapatan bersih perseroan yang juga mengalami penurunan 9% menjadi Rp45,18 triliun pada kuartal I/2015 dari setahun sebelumnya Rp49,82 triliun.

Penurunan pendapatan Astra International disebabkan oleh turunnya penjualan otomotif, agribisnis, dan alat-alat berat. Divisi agribisnsis tersebut merosot akibat rendahnya harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) sehingga menekan kontribusi dari divisi agribisnis sebesar 80%. Sementara penurunan dari divisi otomitif sebesar 21%. Akan tetapi, penurunan itu diimbangi oleh kenaikan divisi teknologi informasi sebesar 42%, peningkatan 21% dari divisi jasa keuangan dan peningkatan 3% dari divisi alat berat dan pertambangan.

Adapun nilai aset bersih per saham tercatat sebesar Rp 2.476 2015, meningkat sebesar 5 persen dibandingkan dengan akhir tahun 2014. Secara keseluruhan posisi kas bersih Astra, tidak termasuk anak-anak perusahaan divisi jasa keuangan mencapai Rp 1,3 triliun, dibandingkan dengan utang bersih sebesar Rp3,3 triliun pada akhir tahun 2014. Bisnis jasa keuangan mencatat utang bersih sebesar Rp 45,5 triliun, dibandingkan dengan akhir tahun 2014 sebesar Rp 45,9 triliun.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Rabu (29/4/15) saham ASII ditutup turun 3,7%  pada level 7,100 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 7,375 dan bergerak dalam kisaran 7,000 – 7,375 dengan volume perdagangan saham mencapai 17,5 juta lembar saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham ASII sejak awal Januari terpantau bergerak dalam penguatan namun saat ini bergerak dalam potensi koreksi teknikal. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Black Marubozu terbentuk pada Lower Bolinger Band yang menunjukan ASII dalam potensi koreksi. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak turun ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan ASII dalam potensi koreksi terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju ASII masih akan dalam tekanan dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan ASII. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp7000 hingga target resistance di level Rp8150.

 

Sumber : Liputan6