PT Best Profit Futures Malang

Adaro dan Pertamina Kerjasama Jual Beli BBM, Laju Saham ADRO Jaga Tren Positif

adro-700x357

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Pertamina (Persero) menandatangani kontrak jual-beli bahan bakar minyak dengan volume 550 ribu kiloliter atau bernilai Rp 7 triliun per tahun dan akan dilaksanakan dalam 10 tahun ke depan. ADRO berharap ke depannya kerja sama bisa dikembangkan untuk memasok seluruh kebutuhan bahan bakar minyak Adaro. Saat ini, konsumsi Adaro untuk bahan bakar minyak mencapai 880 ribu kiloliter per tahun. Kerjasama ini saling menguntungkan karena di satu sisi Adaro membutuhkan keamanan suplai bahan bakar dan di sisi lain Pertamina butuh pasar.

ADRO mengalami kinerja keuangan yang tidak begitu bagus pada awal tahun ini. Hal tersebut terlihat dari perseroan yang membukukan penurunan laba bersih sebesar 54,91% menjadi US$ 59,48 juta dari yang sebelumnya mencapai US$ 131,93 juta. Anjloknya kinerja perseroan pada kuartal I-2015 disebabkan pasar batubara yang masih sulit karena harga masih mengalami tekanan akibat kondisi kelebihan pasokan yang terus berlanjut serta penurunan permintaan dari Tiongkok.

Selain itu, pendapatan usaha ADRO juga menurun 15,83% pada kuartal awal tahun ini menjadi US$ 710,94 juta dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai US$ 844,7 juta meskipun beban pokok pendapatan perseroan berhasil diturunkan sebesar 7,46% menjadi US$ 545,3 juta dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 598,26 juta.

Akibatnya, laba kotor ADRO pun tergerus sebesar 32,78% menjadi US$ 165,64 juta dari periode yang sama tahun sebelumny yang mencapai US$ 246,43 juta. Total aset ADRO hingga Maret 2015 mencapai US$ 6,36 miliar atau turun 0,78% dibandingkan sebelumnya sebesar US$ 6,41 miliar.

Di sisi lain, ROA dan ROE ADRO pada kuartal I-2015 mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan kuartal yang sama pada tahun lalu dimana ROA pada kuartal awal tahun ini menjadi 1,61% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 3,35% dan ROE pada kuartal awal tahun 2015 menjadi 3,09% dari yang sebelumnya yang mencapai 6,59%. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja ADRO pada awal tahun ini tidak begitu baik dibandingkan tahun yang lalu.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Rabu (13/5/15) saham ADRO ditutup naik 1,6% pada level 930 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 930 dan bergerak dalam kisaran 910 – 940 dengan volume perdagangan saham mencapai 41  juta lembar saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham ADRO sejak awal bulan Januari terlihat terus mengalami tekanan namun saat ini dalam upaya pertahankan tren positif. Terpantau indikator MA sudah bergerak flat dan pola White Marubozu menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan ADRO dalam potensi pertahankan penguatan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju ADRO masih akan dalam tren sideways dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan ADRO. Rekomendasai Trading pada target level resistance di level Rp1080 hingga target support di level Rp830.

Sumber : Vibiznews