PT Best Profit Futures Malang

^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS11 2042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC 3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker


Dolar Dekati Level Tertinggi Dalam 4 Bulan

url

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/7) – Dolar mendekati level terkuat sejak Maret lalu karena para pedagang menunggu pengumuman dari Federal Reserve terkait kebijakan moneter.

Kekhawatiran bahwa Ketua The Fed Janet Yellen tidak akan memberikan panduan definitif terkait waktu kenaikan suku bunga AS membatasi pergerakan mata uang minggu ini untuk kisaran yang ketat dalam hampir setahun. Bank sentral menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari dan diharapkan untuk merilis pernyataan pada sekitar pukul 14:00 siang di New York.

Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang mengukur mata uang AS terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah di level 1,204.07 pada pukul 11:48 siang waktu New York. Kisaran sempit dalam seminggu sejak Agustus tahun lalu. Indeks tersebut naik ke level 1,212.78 pada 24 Juli, yang merupakan level tertinggi sejak Maret lalu.

Pedagang menempatkan probabilitas harga di 40% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada atau sebelum pertemuan September mendatang, yang didasarkan pada asumsi bahwa suku bunga The Fed yang efektif akan berada di rata-rata 0,375% setelah lepas landas.

Sumber: Bloomberg

Saham Jepang Naik Terkait Melemahnya Yen Pasca Kebijakan The Fed

bendera-jepang

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/7) – Bursa saham Jepang naik terkait melemahnya yen pasca penegasan dari The Fed bahwa hambatan untuk menaikkan suku bunga tahun ini semakin kecil.

Indeks Topix naik 0,8 persen menjadi 1,646.58 pada 09:01 pagi di Tokyo, dipimpin oleh laba perusahaan penerbangan terkemuka sementara perusahaan pertanian mengalami penurunan. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,7 persen menjadi 20,451.79. Yen diperdagangkan pada 123,95 per dolar setelah melemah 0,3 persen pada Rabu kemarin, ketika para pembuat kebijakan Fed mengatakan bahwa sektor tenaga kerja dan pasar perumahan di AS meningkat, sementara mereka sendiri masih menahan diri dari memberikan pertanda yang jelas untuk waktu kenaikan suku bunga.

AS akan melaporkan gross domestic product kuartal keduanya pada hari ini, dengan ekonom berharapnya ekonom akan pertumbuhan tahunan sebesar 2,5 persen, atau pulih dari kontraksi sebesar 0,2 persen pada kuartal sebelumnya.

Produksi industri di Jepang naik 2 persen pada Juni dan tahun sebelumnya, diluar perkiraan ekonom untuk kenaikan 1,3 persen,yang ditunjukan oleh pembacaan awal pada hari Kamis. Hal tersebut diikuti oleh penurunan 3,9 persen di bulan Mei.(mrv)

Sumber: Bloomberg

Bursa AS Ditutup Menguat Di tengah Laporan Laba Perusahaan

saham-wall-street

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/7) – Bursa saham AS reli untuk hari kedua, setelah laporan laba melampaui perkiraan dan Federal Reserve mengatakan pasar tenaga kerja dan perumahan membaik.

Indeks Standard & Poor 500 menguat 0,7% ke level 2,108.47 pada pukul 4:00 sore di New York, setelah naik di atas harga rata-rata selama 50 dan 100 hari terakhir.

Pasar tenaga kerja “terus membaik, dengan gain pekerjaan yang solid dan penurunan angka pengangguran,” kata Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dalam sebuah pernyataan hari ini, juga mencatatkan sektor perumahan ” telah menunjukkan peningkatan tambahan.”

Ketua Janet Yellen menuntun The Fed ke arah kenaikan tingkat suku bunga pertama dalam hampir satu dekade setelah negara tersebut mendekati kesempatan kerja penuh. Dia mengatakan The Fed kemungkinan akan melakukan pengetatan dalam tahun ini jika ekonomi terus membaik seperti yang ia harapkan, dengan fokus spekulasi pada pergerakan tercepatnya di bulan September.

Yellen telah menekankan bahwa waktu kenaikan tingkat suku bunga kurang penting jika dibandingkan dengan laju peningkatan berikutnya, yang katanya akan dilakukan secara bertahap.

Krisis utang Yunani dan gejolak baru-baru ini di pasar saham China telah mengangkat kekhawatiran tentang pertumbuhan global dan ditambahkan ke spekulasi bahwa The Fed lebih lanjut dapat menunda kenaikan suku bunga.

Awal bulan ini, Yellen akan mengatakan kepada anggota parlemen bahwa kenaikan tingkat suku bunga yang prematur bisa menggagalkan pemulihan. Menunggu terlalu lama, di sisi lain, mungkin memaksa The Fed untuk mengencangkan pada laju yang lebih cepat untuk menjaga ekonomi dari overheating.(frk)

Sumber: Bloomberg