PT Best Profit Futures Malang

^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS11 2042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC 3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker


Realisasi Tax Amnesty Tentukan Laju IHSG| PT BESTPROFIT FUTURES

044266400_1467016613-20160627-Perdagangan-Saham-Jakarta-AY2

BESTPROFIT FUTURES (26/9) – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal variatif pada sepekan ke depan. Pergerakan IHSG dipengaruhi oleh realisasi periode pertama dari program pengampunan pajak atau tax amnesty.

Analis PT Recapital Securities Kiswoyo Adie Joe mengatakan, realisasi tax amnesty menjadi penentu pergerakan IHSG.

“Sentimen global The Fed sudah selesai, memang menunggu faktor tax amnesty,” kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (26/9/2016).

Kiswoyo menerangkan, realisasi tax amnesty khususnya repatriasi menentukan arah IHSG. Lantaran, aliran dana ini bisa masuk ke instrumen mana saja tak terkecuali pasar modal.

Berdasarkan data dashboard amnesty pajak Minggu malam pukul 18.40 WIB, jumlah harta yang telah dilaporkan mencapai Rp 1.770 triliun. Dari situ, sebanyak Rp 92,6 triliun merupakan repatriasi, Rp 1.198 triliun deklarasi dalam negeri, dan Rp 480 triliun deklarasi luar negeri.

“Target dana repatriasi Rp 1.000 triliun, kemarin Rp 100 triliun masih kurang,” ujar dia.

Pada pekan ini, Kiswoyo memperkirakan IHSG berada pada support 5.100 dan resistance 5.500.

Kiswoyo merekomendasikan saham PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

PT HD Capital memperkirakan IHSG akan menguat. Lantaran, beberapa pekan lalu investor terus-menerus melakukan aksi jual saham. HD Capital memprediksi IHSG mendekati level resistance 5.370.

 

Sumber : Liputan6

Saingi Visa Cs, Bank BUMN Bikin | PT BESTPROFIT FUTURES

050524800_1453288436-20160120-Pengguna-Kartu-Kredit-Jakarta-AY5

BESTPROFIT FUTURES (23/9) – Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) akan segera mendirikan perusahaan prinsipal kartu kredit untuk mengurangi ketergantungan jasa prinsipal asing, seperti Visa dan Mastercard. Kehadiran perusahaan prinsipal nasional ini diharapkan dapat menghemat biaya operasional perbankan pelat merah.

Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri Tbk, Rohan Hafas mengatakan, pembentukan perusahaan prinsipal kartu kredit tersebut merupakan proyek bersama bank-bank BUMN bersama PT Telkom Tbk. Bank pelat merah ini, antara lain Bank Mandiri, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).

“Himbara ingin bikin Visa (perusahaan prinsipal kartu kredit) sendiri. Jadi semacam Visa dalam negeri,” tegasnya saat acara Media Training Bank Mandiri di Belitung, Jumat (23/9/2016).

Menurut Rohan, langkah ini akan menghemat biaya operasional sangat signifikan, hingga mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya. Biaya operasional itu meliputi, pengelolaan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan mengurangi pembayaran fee terhadap prinsipal asing.

“Penghematan dari pembentukan perusahaan prinsipal lokal ini sangat luar biasa besar, bisa triliunan rupiah. Buat Bank Mandiri, kalau biaya transaksi turun cukup besar, bisa saja suku bunga kredit diturunkan lagi,” jelas Rohan.

Ia menggambarkan betapa tergantungnya masyarakat Indonesia terhadap jasa perusahaan kartu kredit asing. Padahal setiap transaksi di Indonesia, sambungnya, perbankan nasional harus menyetor fee 1,5 persen ke prinsipal asing tersebut.

Misalnya, kata Rohan, masyarakat berbelanja pakai kartu kredit atau ATM Bank Mandiri logo Visa di Matahari Departement Store. Setiap transaksi tidak langsung pindah dari bank ke Matahari, tapi lewat Amerika Serikat (AS) atau Visa dulu karena dipungut fee 1,5 persen. Bayangkan transaksi belanja orang Indonesia yang sangat banyak.

“Makanya kalau bikin perusahaan prinsipal sendiri dari akun Bank Mandiri bisa langsung ke Matahari. Mungkin fee-nya (ke perusahaan prinsipal nasional) 0,25 persen. Itu kan penghematan yang luar biasa,” terangnya.

Meski tak menyebut investasi masing-masing perbankan, Rohan berharap, pembentukan perusahaan prinsipal kartu kredit domestik ini bisa segera terwujud. “Mudah-mudahan segera tahun ini,” tukasnya.

Sumber : Liputan6

The Fed Sinyalkan Kenaikan Suku Bunga | PT BESTPROFIT FUTURES

Federal-Reserve-HQ

BESTPROFIT FUTURES (22/9) – Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan Kamis dinihari tadi (22/09) tetapi memberikan sinyal kuat untuk pengetatan kebijakan moneter pada akhir tahun ini karena pasar tenaga kerja membaik lebih lanjut.

Ketua Fed Janet Yellen, berbicara setelah pernyataan kebijakan terbaru bank sentral, mengatakan pertumbuhan AS sedang terlihat kuat dan tingkat kenaikan akan diperlukan untuk menjaga perekonomian kuat dan memicu inflasi tinggi.

“Kami menilai bahwa kesempatan untuk peningkatan telah menguat tetapi memutuskan untuk saat ini menunggu,” kata Yellen dalam konferensi pers. “Perekonomian memiliki sedikit lebih banyak ruang untuk bergerak.”

Yellen mengatakan ia berharap satu tingkat meningkat tahun ini jika pasar kerja terus meningkat dan risiko baru yang besar tidak timbul.

The Fed mempertahankan suku bunga tetap dalam kisaran 0,25 persen hingga 0,50 persen, di mana telah menaikkan tarif pada bulan Desember untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.

Bank sentral telah muncul semakin terbagi atas urgensi menaikkan suku bunga. Pada hari Rabu, Presiden Fed Kansas City Esther George, Presiden Fed Cleveland Loretta Mester dan Presiden Fed Boston Eric Rosengren berbeda pendapat tentang pernyataan kebijakan, dengan mengatakan mereka lebih memilih menaikkan suku bunga minggu ini.

Pada saat yang sama, para pembuat kebijakan memangkas jumlah kenaikan suku bunga yang mereka harapkan tahun ini untuk satu dari dua sebelumnya, menurut proyeksi median dari perkiraan dirilis dengan pernyataan itu. Tiga dari 17 pembuat kebijakan mengatakan suku bunga harus tetap stabil untuk sisa tahun ini.

The Fed juga memproyeksikan kenaikan kurang agresif suku bunga tahun depan dan tahun 2018, dan memangkas lagi perkiraan suku bunga menjadi 2,9 persen dari 3,0 persen.

Investor tampaknya tidak signifikan menggeser taruhan mereka pada waktu kenaikan suku bunga berikutnya. Harga Fed kontrak berjangka menyarankan investor terus melihat peluang hanya lebih baik dari bahkan mendaki pada pertemuan kebijakan bulan Desember, dan hampir tidak ada kesempatan peningkatan pada bulan November.

Desember lalu, The Fed mengisyaratkan bahwa empat tingkat kenaikan kemungkinan besar di tahun 2016, tapi diturunkan di Maret karena perlambatan pertumbuhan global, volatilitas pasar keuangan dan kekhawatiran tentang inflasi AS yang lemah.

Bank sentral muncul lebih percaya diri pada hari Rabu, mengatakan dalam pernyataannya bahwa risiko jangka pendek untuk prospek ekonomi “muncul kira-kira seimbang.” Itu berarti pembuat kebijakan berpikir ekonomi kemungkinan untuk mengungguli perkiraan.

Ekonomi tumbuh lambat pada kuartal kedua dan menambahkan pekerjaan lebih sedikit dari yang diharapkan pada bulan Agustus. Inflasi juga menunjukkan tanda-tanda campuran bulan lalu.

Keputusan The Fed, yang datang pada hari yang sama bahwa bank sentral Jepang menambahkan target suku bunga jangka panjang program pembelian aset besar-besaran di perbaikan kerangka kebijakan, secara luas diantisipasi oleh para ekonom.

Sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan probabilitas rata-rata kenaikan tingkat September adalah sekitar 25 persen. Hanya 6 persen dari mereka yang disurvei mengharapkan Fed untuk menaikkan suku bunga, dengan mayoritas percaya itu akan menunggu sampai Desember.

The Fed memiliki pertemuan kebijakan yang dijadwalkan pada awal November dan pertengahan Desember. Ekonom percaya pembuat kebijakan akan menghindari kenaikan suku bunga pada bulan November sebagian karena pertemuan jatuh hanya beberapa hari sebelum pemilihan Presiden AS.

Sumber : Vibiznews