PT Best Profit Futures Malang

^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS11 2042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC 3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker


Sentimen Suku Bunga The Fed, Antarkan Dolar Sentuh Level 5 Thn Tertinggi

New_five_dollar_bill

BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/12) – Mata uang dolar bergerak naik ke level 5 tahun tertinggi setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengindikasikan bahwa bank sentral berada pada laju menaikan suku bunga pada awal April tahun depan.

Dolar catat gain pada hari ke-2 terhadap yen setelah kemarin The Fed mengganti komitmen untuk mempertahankan suku bunga pinjaman mendekati 0 untuk “waktu yang lama,” dan mempertahankan suku bunga 0 hingga 0.25%, yang telah dipertahankan sejak 2008 lalu. Ruble Rusia memangkas penurunan selama 7 hari terkahir setelah kementerian keuangan menyatakan menjual cadangan emas guna meredam penurunan yang telah mengantarkan mata uang tersebut berada pada rekornya ditengah penurunan harga minyak mentah dunia.

Indeks Spot Dollar Bloomberg, indeks yang memonitor dolar terhadap 10 mata uang lainnya naik 0.1% ke level 1,122.19 pukul 9:27 pagi waktu Tokyo dari level kemarin saat menguat 0.9%. Pada 5 Desember lalu ditutup pada level 1,122.34, merupakan level tertinggi sejak Maret 2009 lalu.

Dollar menguat 0.2% ke level 118.84 yen, setelah kemarin melonjak 1.9%, gain tertinggi sejak Oktober lalu. Dolar AS berada pada level $1.2328 per euro mengikuti kenaikan kemarin sebesar 1.4%. Yen turun 0.1% ke level 146.51 per euro. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Sentimen Komentar The Fed, Emas Dekati Level 2 Pekan Terendah

Ilustrasi+Harga+Emas

BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/12) – Emas mendekati level 2 pekan terendah setelah The Fed menurunkan komitmen untuk mempertahankan suku bunga pinjaman rendah untuk “waktu yang lama,” mengantarkan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuan yang pertama kalinya sejak 2006 silam seiring kenaikan dollar.

Bullion untuk pengiriman segera diperdagangkan pada level $1,189.78 per ounce pukul 8:21 pagu waktu Singapura dari level kemarin $1,189.71 ketika harga turun ke level $1,183.89, level terendah sejak 1 Desember lalu setelah komnetar The Fed muncul, menurut harga dari Bloomberg.  Emas bersiap untuk  memangkas gain dalam 2 pekan terakhir akibat penurunan harga energi telah mengancam kenaikan inflasi dibawah target Bank Sentral AS sebesar 2%.

Janet Yellen menyatakan bahwa The Fed diperkirakan tidak akan mengubah suku bunga sebelum akhir April mendatang setelah The Fed mengganti komitmen waktu yang lama dengan komitmen “sabar.” Hal tersebut mengantarkan Indeks Dollar Bloomberg bergerak ke level 5 tahun tertingginya dan Indeks Standard & Poor 500 menguat tajam sejak Oktober 2013 silam. Rilis data kemarin menunjukkan bahwa indeks harga konsumen AS naik 1.3%, gain terendah sejak Februari tahun ini dengan minyak mentah berada pada level 5 tahun terendah.

Saat komentar The Fed tidak menjadi acuan terhadap krisis mata uang Russia atau resiko global lainnya yang telah menyebabkan pasar keuangan bergejolak, Yellen menyatakan adanya potensi kelebihan pasokan minyak dari Russia terhadap pasokan AS akan menurun. Sementara itu, pekan ini ruble turun pada rekornya meskipun Bnak Sentral Russia menaikkan suku bunga, sehingga memicu spekulasi bahwa Russia diperkirakan akan menjual beberapa cadangan emasnya. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Saham Jepang Menguat Pasca The Fed Menunda Kenaikan Suku Bunga AS

url

BESTPROFIT FUTURES MALANG (18/12) – Saham Jepang melonjak tertinggi dalam 6 pekan terakhir seiring yen melemah terhadap dolar pasca Federal Reserve mengatakan akan menunda kenaikan suku bunga AS.

Indeks Topix menguat 2,6 % ke level 1,386.62 pukul 09:02 pagi waktu Tokyo, menuju lonjakan terbesarnya sejak 4 November lalu. Sebanyak 33 kelompok industri meningkat. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 2,2 % ke level 17,187.13. Sementara mata uang yen diperdagangkan pada level 118,76 per dolar hari ini setelah kemarin melemah 1,9 %. Saham AS mengalami kenaikan terbesarnya sejak 2013 lalu terkait Ketua Janet Yellen mengatakan The Fed tidak mungkin untuk bergerak sebelum akhir April mendatang dan suku bunga akan tetap rendah untuk “waktu yang lama.”

Kontrak pada Indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah hari ini. Yang mendasari indeks ekuitas AS melonjak 2 % kemarin setelah The Fed menepati janji sebelumnya untuk menjaga suku bunga mendekati nol untuk “waktu yang lama,” dan meningkatkan penilaian dari pasar tenaga kerja.

Indeks harga konsumen AS menurun 0,3 % pada November lalu, penurunan terbesarnya sejak Desember 2008 silam, setelah stagnan pada bulan sebelumnya, menurut Departemen Tenaga Kerja kemarin. Harga bahan bakar memimpin penurunan. (knc)

Sumber : Bloomberg