PT Best Profit Futures Malang

^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS11 2042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC 3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker


IHSG Menguat Terbatas, Simak Saham Pilihan Ini

091298100_1446442504-20151102-IHSG-Masih-Berkutat-di-Zona-Merah-Jakarta3

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/5) – Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih cenderung konsolidasi dengan penguatan saham terbatas pada perdagangan saham Senin (30/5/2016). Pergerakan IHSG naik terbatas seiring sepi sentimen di pasar saham.

Analis PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee menuturkan IHSG berpeluang konsolidasi dengan penguatan indeks saham mulai terbatas. IHSG akan bergerak di kisaran support 4.788-4.800 dan resistance 4.825-4.877 pada awal pekan ini.

Hans menuturkan, saat ini cenderung minim sentimen di pasar saham. Namun, jelang akhir pekan, pelaku pasar akan berhadapan dengan rilis data pengangguran dan pekerja di Amerika Serikat (AS). “Belum ada data penting di awal pekan ini,” ujar Hans saat dihubungi Liputan6.com.

Sementara itu, Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, IHSG bergerak dalam fase konsolidasi dengan rentang gerak berkisar di level support 4.745 yang wajib terjaga kuat.

Hal itu agar pola kenaikan IHSG dapat berlanjut. Sedangkan target level resistance di kisaran 4.858 yang perlu ditembus untuk kembali memperkuat pola kenaikan IHSG.

“Aliran dana investor asing kembali terjadi juga menunjukkan kekuatan naik belum berkurang. Selain dari pada terdapat pergantian bulan pada pekan ini. Tentunya rilis data ekonomi baru akan terlansir diharapkan dapat memberikan sentimen positif untuk IHSG,” jelas William dalam ulasannya.

 

Sumber : Liputan6

Dua Smartwatch Terbaru Pebble Tetap Tampil ‘Klasik’, Apa Bedanya?

067860700_1464169353-13392-3d3006c5ef2c57a4b4b248041d8dc174

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/5) – Setelah tiga tahun malang melintang, akhirnya Pebble resmi memperkenalkan perangkat smartwatch terbaru yang merupakan penerus dua smartwatch perdananya, yaitu Pebble Smartwatch dan Pebble Time.

Keduanya hadir dalam nama yang sama, yakni Pebble Time 2 dan Pebble 2, yang tetap mempertahankan teknologi e-paper.

Tentu banyak peningkatan baik dari segi desain yang spesifikasi pada generasi kedua smartwatch besutan startup asal Negeri Paman Sam ini. Seperti disampaikan The Verge, Senin (30/5/2016), Pebble 2 hadir dengan rombakan desain yang lebih sporty dan fresh.

Pebble 2 punya fitur baru, yaitu memiliki monitor heart rate optical dengan kemampuan sleep tracking yang lebih cerdas dan fitur penghitung langkah dilengkapi dengan akselerometer built-in.

Sementara, Pebble Time 2 diklaim menjadi smartwatch premium Pebble karena smartwatch tersebut hadir dalam ragam desain lebih elegan dan dibalut dengan varian warna yang lebih meriah, yaitu gold, silver dan black.

Smartwatch ini sudah menghadirkan layar e-paper berwarna yang 50 persen lebih besar dari Pebble Time dan memiliki resolusi pikselasi 80 persen lebih ‘kental’ dan tajam.

Perangkat Pebble disayang banyak penggunanya karena disokong dengan baterai yang begitu kuat. Bayangkan, smartwatch Pebble bisa digunakan tanpa perlu di-charge sampai 7 hari lamanya.

Kali ini Pebble konsisten tetap menghadirkan fitur tersebut. Kabar baiknya, mereka menambah daya baterai Pebble 2 dan Pebble Time 2 bertahan hingga 10 hari lamanya.

Kini, Pebble Time 2 dan Pebble 2 sudah bisa dibeli lewat pre-order Kickstarter secara eksklusif. Kabarnya, kedua smartwatch tersebut akan dipasarkan di Amerika Serikat mulai November 2016. Untuk shipping secara global, akan menyusul di awal tahun 2017.

(Jek/Ysl)

Kebijakan The Fed Bakal Bikin IHSG Melesat

Ilustrasi_IHSG_5

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/5) – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada perdagangan saham selama sepekan. Lantaran, Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) belum menaikkan suku bunga acuan.

Analis PT Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo mengatakan, kenaikan suku bunga The Fed yang belum terealisasi menjadi acuan jika kondisi di pasar saham masih stabil.

“Pasar menilai belum ada sentimen yang menimbulkan spekulasi,” kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (30/5/2016).

Dia mengatakan, sentimen lain ialah perbaikan dari harga komoditas terutama minyak dunia yang telah menguji level US$ 50 per barel. Ini menjadi indikator jika perekonomian dunia telah mulai membaik.

“Harga minyak US$ 50 per barel sentimen positif untuk transaksi jangka pendek,” tutur Lucky.

Lucky menilai, masuknya bulan Juni menjadi penanda akhir pelaku pasar untuk merealisasikan aksi ambil untung (profit taking). ‎Dia bilang, pelaku pasar cenderung melakukan aksi ambil untung pada Mei.

Lucky memperkirakan IHSG akan bergerak pada level support 4.780 dan resistance pada level 4.850-4.855 selama sepekan.‎

Riset PT HD Capital menyatakan, IHSG berpeluang naik pada perdagangan saham sepekan. Menurut HD Capital, IHSG berpeluang menembus level 4.800 pada pekan ini.

Dari dalam negeri, sentimen positif berasal dari harapan penguatan rupiah yang didorong oleh aliran dana masuk berasal dari penerapan tax amnesty. Selan itu, hal tersebut juga didorong oleh kenaikan ranking dari lembaga pemeringkat dunia Standard and Poors’s (S&P).

“Katalis global melihat sentimen positif dari naiknya harga komoditas terutama minyak dan produk turunan akibat ekspektasi pemulihan ekonomi seiring kenaikan bunga The Fed pada Juni ini positif buat IHSG,‎” tulis riset tersebut.

HD Capital merekomendasikan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) untuk dicermati pelaku pasar. (Amd/Ahm)


Sumber : Liputan6