PT Best Profit Futures Malang

^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS11 2042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC 3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker


Minyak Menuju Gain Mingguan Terbesar Di tengah Perlambatan Output AS

ilustrasi-minyak2

BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/4) – Minyak menuju kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari empat tahun terakhir di tengah tanda-tanda perlambatan dalam produksi AS yang dapat memangkas berlimpahnya pasokan sejak 1930.

Minyak berjangka sedikit berubah di New York dan siap untuk kenaikan sebesar 9,6% sampai 17 April, yang merupakan terbesar sejak Februari 2011. Output minyak mentah AS melambat pada pekan lalu sementara pasokan dari shale formations diperkirakan turun pada bulan Mei, menurut Administrasi Informasi Energi (EIA). Senat AS mencapai kesepakatan mengenai langkah ke depan yang dapat memberikan anggota parlemen kesempatan untuk meninjau kesepakatan mengenai program nuklir Iran.

Minyak telah kembali pulih sekitar 30% dari posisi terendah enam tahun pada bulan Maret lalu di tengah tanda-tanda pelemahan rig pengeboran di AS memacu perlambatan produksi yang dapat meredakan surplus. Reli minyak kemungkin masih goyah setelah stok minyak mentah terus berkembang ke level tertinggi dalam 85 tahun terakhir.

West Texas Intermediate untuk pengiriman bulan Mei berada di level $ 56,61 per barel di perdagangan elektronik New York Mercantile Exchange, dan turun 10 sen pada pukul 9:04 pagi waktu Sydney. Pada hari Kamis, kontrak menguat 32 sen menjadi $ 56,71. Volume semua berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 91% di bawah rata-rata 100-hari.

Sementara minyak brent untuk pengiriman bulan Juni naik 66 sen, atau 1% ke level $ 63,98 per barel di bursa ICE Futures Europe exchange, pada Kamis kemarin. Minyak mentah patokan Eropa mengakhiri sesi $ 5,87 lebih besar dari WTI untuk bulan yang sama.(frk)

Sumber: Bloomberg

Dolar Turun Tajam Terkait Kekhawatiran Ekonomi Kehilangan Momentum

USD-Wiki-6-700x357
BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/4) – Dolar turun tajam dalam lebih dari tiga minggu terakhir terhadap kekhawatiran ekonomi AS, salah satu yang terkuat di antara negara-negara maju, telah kehilangan traksi dalam tahun ini.
Greenback melemah terhadap semua mata uang utama setelah laporan pembangunan rumah dan klaim pengangguran yang lebih lemah dari yang diproyeksikan, menambahkan pembacaan dibawah perkiraan untuk pabrik-pabrik, payroll dan penjualan ritel di Amerika.
Bloomberg Dollar Spot Index, yang melacak mata uang AS terhadap 10 mata uang utama, turun 0,8% ke level 1,184.93 pada pukul 3:22 sore waktu New York. Penurunan ini merupakan yang terbesar untuk penutupan sejak 23 Maret yang lalu. Indeks tersebut dalam tahun ini telah menguat 4,8%, setelah pada tahun 2014 naik 11%.(frk)
Sumber: Bloomberg

Mayoritas Saham Asia Jatuh, Indeks Regional Menuju Gain Mingguan

083889000_1414038733-Ilustrasi-Ihsg-20141023-Johan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (17/4) – Mayoritas saham Asia jatuh pasca indeks acuan regional ditutup di level tertinggi tujuh tahun pada Kamis. Saham Jepang turun untuk memangkas kenaikan mingguan ketiga.

Dua saham jatuh untuk setiap satu saham yang naik. Indeks MSCI Asia Pacific sedikit berubah pada level 154,44 pada 09:05 pagi di Tokyo. Indeks tersebut ditutup pada level tertinggi sejak Januari 2008 pada hari Kamis, dan siap untuk mengakhiri pekan ini di 1,4% lebih tinggi.

Indeks Topix Jepang turun 0,4% dan Indeks Australia S & P/ASX 200 turun 0,1%. Indeks NZX 50 Selandia Baru dan indeks Kospi Korea Selatan sedikit berubah.

Kontrak berjangka E-mini pada indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah. Indeks yang mendasari tergelincir 0,1% pada hari Kamis di New York karena perusahaan semikonduktor menurun pada laba SanDisk Corp untuk mengimbangi reli di Netflix Inc.

Investor mengkaji laporan ekonomi guna petunjuk pada waktu kenaikan suku bunga pertama Federal Reserve sejak 2006. Ketua The Fed Janet Yellen mengatakan bahwa suku bunga mungkin akan naik di tahun ini, keputusan tergantung pada data ekonomi. Sektor perumahan naik kurang dari perkiraan pada Maret, sementara klaim pengangguran meningkat pada pekan yang berakhir 11 April.(yds)

Sumber: Bloomberg