PT Best Profit Futures Malang

^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS11 2042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC 3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker


Trading Federal Reserve FOMC Minutes

fed-meeting3-700x357

Notulen meeting FOMC dari pertemuan bulan Juni menunjukkan bahwa tapering terus berlanjut sesuai dengan yang diskedulkan. The Fed diperkirakan akan menghentikan investasi kembali dari pembayaran pokok atas obligasi segera sesudah diumumkannya kenaikan tingkat bunga yang pertama. Untuk mengontrol kecepatan pengurangan QE, interest on excess reserves (IOER) akan menjadi alat kunci dan “reverse repos” akan memainkan peranan pendukung. The Fed mencatat adanya kenaikan inflasi namun pemulihan pasar tenaga kerja belum lengkap meskipun mengalami kemajuan belakangan ini.

Para trader akan melihat pada notulen Federal Open Market Committee dari pertemuan the Fed pada 29-30 Juli yang lalu untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai perkiraan akan rencana bank sentral untuk mengurangi program pembelian obligasi bulanannya. The Fed telah dengan jelas memberitahukan pasar bahwa pembelian akan berakhir di bulan Oktober. Hal ini kelihatannya tidak akan berubah setelah membaca rilis data hari ini. pertanyaan yang lebih besar di benak setiap orang adalah kapan para pembuat kebijakan ini akan mulai menaikkan tingkat suku bunga.

Notulen FOMC bulan Juli akan direview sebagai bahan diskusi mengenai bagaimana perkembangan belakangan ini dalam inflasi dan kondisi employment telah mempengaruhi pandangan anggota komite mengenai waktu tingkat bunga akan dinaikkan.  

Kepala the Fed Janet Yellen tidak malu-malu dengan komentar di publiknya baru-baru ini untuk menjaga agar tingkat suku bunga tetap rendah untuk jangka waktu yang panjang setelah pembelian obligasi berakhir di bulan Oktober. Tetapi para penganut garis keras di dalam the Fed, dan ditempat lain, dengan cepat akan memperingati bahwa tekanan inflasi sedang bangkit, jadi tingkat bunga harus segera dinaikkan segera. Presiden the Fed Dallas Richard Fisher memimpin diantara para penganut garis keras tesebut. Beberapa penganut lainnya adalah seperti Mr Plosser dan Ms George. Mereka percaya kenaikan tingkat bunga lebih diperlukan sekarang daripada nanti. Mr Fisher percaya bahwa FOMC sedang bergerak lebih kearah pandangannya.  

Mungkin saja peringatan tersebut benar, tetapi tekanan inflasi tetap moderat. Pertimbangkan update kemarin mengenai harga konsumen untuk bulan Juli yang turun sedikit dalam basis tahunan menjadi 2% dari bulan sebelumnya sebesar 2.1%. Inflasi core juga naik 1.9% setahun sampai bulan lalu, tidak berubah dari kecepatan bulan Juni.

Kebanyakan analis berpikir bahwa ronde pertama dari kenaikan tingkat bunga tidak akan tiba sampai tahun depan akhir, suatu pandangan yang di dukung oleh update dari the Fed bulan Juni mengenai outlook bagi kebijakan. Mayoritas anggota FOMC berpikir bahwa kenaikan tingkat bunga pantasnya untuk 2015, sementara satu anggota meminta kenaikan tahun ini, berdasarkan rilis FOMC bulan Juni. Akan mengejutkan kalau ternyata setelah membaca rilis notulen hari ini yang terjadi malah sebaliknya.  


Sumber : Vibiznews

Pemulihan Ekonomi Australia Tidak Hanya Bergantung Dari Suku Bunga Acuan

australia11-700x357
Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA), Glenn Stevens pada pidatonya kemarin (20/8) menyampaikan bahwa perekonomian negaranya bukan hanya bergantung dari tinggi/rendahnya suku bunga acuan. Namun lebih daripada itu,  yang paling penting untuk saat ini adalah mendapatkan kembali suntikan kepercayaan dari para pelaku pasar baik lokal ataupun asing.
RBA hingga saat ini masih mempertahankan target suku bunga acuan rendahnya sebesar 2,5 persen sejak Agustus tahun lalu. Sementara pembangunan perumahan baru di Negara ini meningkat, sedangkan kegiatan bisnis belum emngalami ekspansi yang cukup signifikan.
Dalam pidatonya, Glenn berusaha meredam kekhawatiran masyarakat dan para pelaku pasar terhadap kondisi perekonomian Negara ini.  Glenn menyampaikan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah ataupun bank sentral pasti memiliki kelemahan, oleh sebab itu ketenangan dalam keberlangsungan kegiatan ekonomi sehari-hari sangat dibutuhkan untuk membantu menjaga stabilitas pasar.
Para pekerja di Australia saat ini tengah merasa diperas oleh mahalnya nilai tukar dollar terhadap AS saat ini. Menguatnya kurs dollar terhadap Australia saat ini terjadi karena lesunya investasi di sektor pertambangan dan diproyeksikan akan mengakibatkan pemutusan hubungan kerja sebanyak 12.000 pegawai dalam empat tahun ke depan. Sebagai informasi, saat ini tingkat pengangguran Australia melonjak ke posisi tertingginya dalam 12 tahun terakhir menjadi  6,4 persen.
Mempertimbangkan kondisi ini, maka RBA telah menurunkan pertumbuhan dan prakiraan inflasi untuk tahun depan, dimana diprediksi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang investasi pertambangan akan mengalami penurunan yang lebih jauh dan akan terjadi pemotongan anggaran oleh pemerintah.
Perdana Menteri Australia, Tony Abbott akan memotong pengeluaran pemerintah dan menaikkan pajak untuk mengatasi defisit anggaran yang diperkirakan akan membengkak sampai A $ 49.900.000.000. Sedangkan bank sentral Australia pun hingga saat ini masih bertahan akan tetap memertahankan kebijakan moneter longgarnya.
Sumber : Vibiznews

The Fed : Pulihnya Pekerjaan Akan Mengantarkan Naiknya Suku Bunga Lebih Cepat

Federal Reserve Bank of San Francisco President Janet Yellen Speaks On The U.S. Economy

BESTPROFIT FUTURES (21/8) – Federal Reserve mendekat ke persetujuan mengenai strategi keluar dari stimulus yang agresif, sementara naiknya suku bunga kemungkinan akan terjadi lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya, menurut hasil pertemuan The Fed Juli lalu.

Ketua The Fed Janet Yellen telah berkomitmen bahwa kebijakan moneter bertujuan untuk menciptakan pasar tenaga kerja lebih kuat, yang telah dia ukur dengan serangkaian indikator, sepanjang inflasi masih dalam pengawasan. Hasil pertemuan The Fed menyatakan bahwa œbanyak anggota masih melihat œadanya selisih (gap) yang tajam antara kondisi pasar tenaga kerja saat ini dan mereka yang konsisten dengan penilaian bahwa penggunaan tenaga kerja berada pada level normal.

Pada pernyataan hasil pertemuan bulan lalu, The Fed tidak menghiraukan penurunan pada tingkat pengangguran saat ini œakan rendahnya tingkat penggunaan sumber tenaga kerja yang signifikan.

Selain itu, hasi pertemuan menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan The Fed mengantisipasi berlanjutnya penguatan pasar tenaga kerja.

œBanyak anggota yang memperhatikan bahwa karakteristik dari kurangnya pemanfaatan pasar tenaga kerja akan berubah tak lama kemudian, khususnya jika kenaikan pada pasar tenaga kerja berlanjut lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya, hal tersebut menurut hasil pertemuan The Fed. (bgs)

Sumber : Bloomberg