PT Best Profit Futures Malang

^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS11 2042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC 3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker


Harga Emas Dekati Posisi Tertinggi dalam Sebulan | Bestprofit

278582_ilustrasi-emas-batangan_663_382

Bestprofit (30/5) – Harga emas mendekati posisi tertingginya dalam sebulan seiring pelemahan Dolar Amerika Serikat (AS) dan retret di pasar saham, yang mendorong logam mulia berpegang pada keuntungan di sesi sebelumnya.

Melansir laman Reuters, Selasa (30/5/2017), harga emas di pasar spot berada di posisi US$ 1.266,30 per ounce. Angka ini sedikit berubah dari US$ 1.266,66 pada Jumat pekan lalu. Sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Juni turun 0,2 persen ke posisi US$ 1.265,20 per ounce.

Harga emas mencapai posisi tertingginya sejak 1 Mei pada hari Jumat lalu di US$ 1.269,50 per ounce. Ini terpicu investor yang melihat kegelisahan Presiden Donald Trump saat menghadiri pertemuan para pemimpin dunia lainnya di KTT G7.

Investor memutuskan kembali membeli emas batangan sebagai alternatif menjaga aset berisiko tinggi seperti saham. Retret 0,1 persen dalam indeks dolar mendukung harga emas meski bergerak perlahan,seiring para pedagang di Amerika Serikat, London dan Cina yang sedang libur nasional.

“Potensi kenaikan harga terbatas sekarang, tapi dengan berita dari pertemuan G7 dan dolar yang lebih lemah, harga emas sudah naik,” ujar Analis BBLR Thorsten Proettel Said.

Kanselir Jerman Angela Merkel pada pertemuan KTT G7, mengatakan jika Eropa tidak bisa lagi mengandalkan sepenuhnya pada sekutunya. Di bawah tekanan dari G7, Trump menyatakan mendukung perjanjian untuk melawan proteksionisme tetapi menolak mendukung langkah global tentang perubahan iklim, dengan mengatakan jika dirinya perlu lebih banyak waktu untuk memilih.

Di sisi lain, pasar sedang menunggu rencana pertemuan komite Federal Reserve pada bulan depan yang bisa menjadi petunjuk rencana kenaikan suku bunga AS. Memang, emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS.

Sementara untuk harga logam mulia lainnya, perak tercatat naik 0,2 persen menjadi US$ 17,38 per ounce, setelah menyentuh posisi tertinggi satu bulan di US$ 17,41.

Harga Platinum 0,3 persen lebih rendah ke US$ 953 sementara
Paladium naik 1,1 persen menjadi US$ 799.

Sumber : Liputan6

Harga Minyak Mentah Mingguan Merosot 2 Persen | Best Profit

042589400_1436217805-harga-minyak-mentah-merosot-130413b

Best Profit (29/5) – Harga minyak mentah naik pada akhir perdagangan akhir pekan Sabtu (27/05) terdukung bargain hunting setelah jatuh hampir 5 persen pada sesi sebelumnya karena kekecewaan bahwa keputusan pimpinan OPEC untuk memperpanjang pembatasan produksi tidak lebih banyak jumlahnya seperti yang diharapkan.

Harga minyak mentah berjangka A.S. West Texas Intermediate (WTI) berakhir pada $ 49,80, naik 1,8 persen.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 68 sen atau 1,3 persen menjadi $ 52,14 per barel pada pukul 2:38 waktu ET (1838 GMT).

Pada pertemuan Kamis di Wina, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan beberapa produsen non-OPEC sepakat untuk memperpanjang sebuah janji untuk memotong sekitar 1,8 juta barel per hari (bpd) sampai akhir kuartal pertama 2018. Kesepakatan awal akan Kedaluwarsa bulan depan.

Goldman Sachs menghubungkan penurunan tajam harga minyak menjadi tiga aspek kesepakatan OPEC: kurangnya pemotongan yang lebih dalam; kegagalan untuk mengenakan pembatasan produksi untuk Libya dan Nigeria, yang dibebaskan dari pengurangan; dan tidak adanya “strategi keluar yang jelas” di luar upaya untuk mengelola persediaan musiman dibangun pada kuartal pertama 2018.

Posisi investor dan perdagangan teknis juga bergerak dalam percepatan penjualan pada hari Kamis, karena harga minyak turun sampai rata-rata pergerakan 50 dan 200 hari, kata bank investasi tersebut.

Beberapa analis juga mengaitkan penurunan hari Kamis dengan putusan antara sentimen investor dan niat OPEC.

Produsen yakin bahwa rencana tersebut akan menurunkan pasokan minyak mentah menjadi rata-rata lima tahun 2,7 miliar barel, namun investor minyak telah berharap kesepakatan menit-menit terakhir mengenai tindakan yang lebih luas.

Kekhawatiran tetap bahwa penurunan produksi yang dipimpin oleh OPEC akan mendukung kenaikan produksi lebih lanjut dari Amerika Serikat, di mana produsen dapat beroperasi dengan biaya yang jauh lebih rendah.

Produksi minyak A.S. telah meningkat sebesar 10 persen sejak pertengahan 2016 sampai lebih dari 9,3 juta barel per hari, mendekati produksi produsen utama Rusia dan Arab Saudi.

Pada hari Jumat, perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes melaporkan jumlah penurunan kilang minyak yang beroperasi di Amerika Serikat melonjak selama 19 minggu berturut-turut. Ini naik 2 kilang menjadi total 722, naik dari 316 pada saat ini tahun lalu.

Dengan produksi A.S. meningkat dengan mantap dan OPEC dan sekutu-sekutunya berpotensi meningkatkan produksi pada 2018 untuk mendapatkan kembali pangsa pasar yang hilang, banyak pedagang, termasuk Goldman Sachs, sudah memperkirakan kemerosotan harga lainnya.

Penilaian lain menunjukkan kemungkinan pemotongan produksi diperluas ke 2019 untuk menurunkan persediaan minyak mentah dan produk olahan.

Untuk minggu ini harga minyak mentah merosot sekitar 2 persen. Anjloknya harga minyak mentah hampir 5 persen pada hari Kamis memberikan kontibusi penurunan terbesar, yang dibatasi kenaikan akhir pekan ini.

Sumber : Vibiznews

MotoGP: Ban Depan Michelin Bikin Marquez Lebih | PT Bestprofit

082460000_1494931179-MotoGP_Le_Mans_07

PT Bestprofit (26/5) – Marc Marquez, pembalap Repsol Honda, kini memiliki kepercayaan diri tinggi untuk menatap MotoGP Italia 2017 di Sirkuit Mugello. Pasalnya, keputusan Michelin terkait ban depan membuat The Baby Alien merasa lebih baik.

Usai balapan MotoGP Prancis 2017 di Sirkuit Le Mans, beberapa pembalap ikut serta dalam tes yang diadakan terkait perubahan pada Sirkuit Catalunya, Montmelo, Rabu (24/5/2017). Dalam tes tersebut, Marquez tampil sebagai yang tercepat.

Ia mencatatkan waktu terbaik 1 menit 43,803 detik, unggul 0,195 detik atas pembalap Ducati, Jorge Lorenzo. Sementara itu, rekan setim Marquez, Dani Pedrosa, menempati posisi kelima dengan selisih 0,570 detik.

Bagi Marquez, perubahan yang dilakukan Michelin sangat baik untuk kinerjanya. Mulai dari MotoGP Italia, seluruh pembalap MotoGP akan menggunakan ban depan keras. Tak seperti pada lima seri awal musim ini di mana Michelin menyediakan ban yang lebih lunak.

“Kami memastikan bahwa ini sedikit lebih stabil dan saya menyukainya. Tak ada perbedaan besar. Selanjutnya kami akan menyiapkan motor karena dalam dua pekan kami akan balapan di sini. Kami fokus pada hal itu, mencoba banyak hal di sisi elektronik, di mana kami masih harus lebih konstan,” ujar Marquez, dilansir Crash.

wal musim MotoGP 2017 sendiri berjalan dengan buruk bagi Marquez. Dari lima balapan, ia harus mengalami kecelakaan dua kali. Setelah MotoGP Argentina, ia juga gagal finis pada MotoGP Prancis usai terjatuh di lap ke-17.

“Anda tak berharap itu. Kami juga tak mengerti, tapi Anda kecelakaan. Pada tes ini, kami banyak memusatkan perhatian pada ban baru untuk mencoba dan memahaminya karena kami akan mendapatkannya di Mugello,” tutur Marquez.

Terlepas dari hal itu, catatan buruk pada MotoGP Argentina dan Prancis membuat Marquez tercecer dari jalur juara. Saat ini pembalap berusia 24 tahun itu menempati urutan keempat klasemen pembalap dengan koleksi 58 poin, terpaut 27 angka dari Maverick Vinales. PT Bestprofit

Sumber Liputan6