PT Best Profit Futures Malang

^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS11 2042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC 3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker


Alphabet Kalah Populer dari Google | BESTPROFIT

Logo_Google_2013_Official.svg

BESTPROFIT (9/12) – Sudah lebih dari setahun berdiri, Alphabet sebagai induk usaha Google, nyatanya masih kurang populer. Padahal konglomerat multinasional ini sama-sama didirikan oleh dua pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin.

Alphabet adalah induk usaha Google dan sejumlah bisnis lainnya seperti YouTube, Android, serta fasilitas pengembangan dan riset semi rahasia, X. Meski menaungi serentetan produk ternama, nama Alphabet kalah populer, setidaknya jika dibandingkan dengan Google sendiri.

Seperti dilansir Business Insider, Jumat (9/12/2016), ketimpangan antara keduanya dapat dilihat pada data Google Trends. Jumlah pencarian “Google” diketahui lebih tinggi dibandingkan “Alphabet”.

Alphabet Inc didirikan oleh Page dan Brin pada 2 Oktober 2015. Lalu Page menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO), sedangkan Brin sebagai President Alphabet.

Portofolio Alphabet sendiri mencakup beberapa industri termasuk teknologi, life science, penanaman modal dan penelitian. Beberapa anak usahanya adalah Google, Calico, GV, CapitalG, Verily, X dan Google Fiber.

Sejumlah anak usaha Alphabet memiliki nama baru setelah tak lagi berada di bawah naungan Google, seperti Google Ventures menjadi GV, Google Life Secience menjadi Verily dan Google X menjadi X.

Setelah proses restrukturisasi Page menjadi CEO Alphabet, Sundar Pichai menggantikan posisinya sebagai CEO Google. Kemudian saham Google dikonversi menjadi saham Alphabet, yang diperdagangkan dengan “bekas” simbol Google, “GOOG” dan “GOOGL”.

Sumber : Liputan6

Harga Emas Menanjak Menjelang Pertemuan Bank | PT BESTPROFIT

gold-bar1-700x357

PT BESTPROFIT (8/12) – Harga Emas memperpanjang kenaikan pada akhir perdagangan Kamis dinihari (08/12), rebound dari terendah 10 bulan minggu ini karena dolar AS melemah terhadap euro menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa.

Harga emas spot LLG naik 0,44 persen pada $ 1,173.99 per ons. Emas tinggal di dekat posisi terendah 10-bulan pada Senin, setelah mengakhiri sesi sebelumnya hampir datar.

Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari berakhir di $ 1,177.50 per ons.

Pada bulan November, logam mulia ini membukukan penurunan bulanan terbesar dalam lebih dari tiga tahun. Penurunan beruntun berlanjut ke Desember karena kekhawatiran kenaikan suku bunga AS, minat meningkat untuk risiko dan dolar yang lebih kuat semua menekan harga pada saat memudarnya permintaan dari konsumen atas, Tiongkok dan India.

Bank Sentral Eropa diperkirakan akan memperpanjang program pelonggaran kuantitatif ketika bertemu pada hari Kamis, tapi pertanyaan tetap mengenai apakah ia akan kembali pada skala pembelian aset bulanan dan mengirim sinyal resmi di ujung akhir dari program itu.

The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada pertemuan minggu depan, sebuah langkah yang dilihat sebagai negatif untuk emas, karena suku bunga AS lebih tinggi mengangkat biaya kesempatan memegang emas, dan meningkatkan dolar AS.

Di antara logam mulia lainnya, perak naik 2,6 persen pada $ 17,14 per ons, setelah naik ke $ 17,24, tertinggi sejak 14 November.

Paladium turun 0,7 persen pada $ 731,50, sementara platinum adalah 0,7 persen lebih tinggi pada $ 940,80.

Sumber : Vibiznews

Harga Emas Terus Tertekan | Best Profit

278582_ilustrasi-emas-batangan_663_382

BEST PROFIT (7/12) – Harga emas kembali tertekan pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Penurunan harga emas ini masih karena penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan harapan kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (the Fed).

Mengutip Wall Street Journal, Rabu (7/12/2016), harga emas untuk pengiriman Februari ditutup turun 0,5 persen ke angka US$ 1.170,10 per troy ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Harga pada penutupan Selasa tersebut telah turun sekitar 12 persen dari harga tertinggi yang dibukukan pada November lalu.

The Wall Street Dollar Journal Index, sebuah indeks yang mengukur nilai tukar dolar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia, baru-baru ini naik 0,2 persen ke 91,17. Penguatan dolar AS cederung membebani harga emas dan logam mulia tersebut menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang di luar dolar AS.

Selain itu, harga emas juga terpukul karena penguatan ekonomi AS menjadi pendorong bagi the Fed untuk menaikkan suku bunga pada akhir tahun ini.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh CME, 94 persen investor yakin bahwa the Fed akan kenaikkan suku bunga pada pertemuan terakhir pada tahun ini yang berlangsung pada pertengahan Desember. Investor juga yakin bahwa the Fed akan kenaikan menaikkan suku bunga pada Mei nanti.

“Emas telah bergerak dengan sangat baik sampai enam bulan terakhir. Tapi sekarang imbal hasil obligasi yang lebih tinggi dan tingkat bunga riil menjadi lebih positif, maka emas terlihat kurang menarik,” kata analis ICBC Standard Bank Tom Kendall.

“Masih ada banyak ketidakpastian saat ini. Namun, kami mempertahankan bahwa harga emas akan diperdagangkan lebih rendah pada tahun 2017 dibandingkan tahun 2016,” menurut Citi Research dalam laporan Outlook 2017. (Gdn/Ndw)

Sumber : Liputan6